Astaga, DBD Renggut Nyawa Bocah Perempuan Berusia 4 Tahun di Kabupaten Sikka

132
Astaga, DBD Renggut Nyawa Bocah Perempuan Berusia 4 Tahun di Kabupaten Sikka
Spesialis Anak RSUD Maumere, dr. Mario B. Nara, Sp. (Foto istimewa)

 

MAUMERE, Pojokbebas.com – Demam Berdarah Dengue (DBD)  merenggut seorang bocah perempuan berusia 4 tahun bernama Benedikta N. More yang merupakan siswi salah satu PAUD di Kota Maumere pada Rabu (12/1/22) malam. Bocah warga Belakang BK3D Sikka, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok  Timur itu  meninggal di Ruang ICU RSUD Maumere pukul 21.00 Wita.

Spesialis Anak RSUD Maumere, dr. Mario B. Nara, Sp.A yang dihubungi, Kamis (13/1/22) siang menjelaskan korban masuk ke di Ruang ICU RSUD Maumere pada Rabu (12/1/22) siang  dengan DBD berat atau Dengue syok Syndrome. “Yang meninggal itu anak usia 4 tahun asal Belakang BK3D Lama. Ia masuk di RSUD pada Rabu siang dan meninggal di ICU pada malamnya dengan DBD berat,” kata Dokter Mario.

Media ini mencatat, bahwa jenazah anak yang meninggal akibat DBD ini diantar ke rumahnya oleh petugas dengan menggunakan mobil ambulance pada Kamis (13/1/22) sekitar pukul 00.30 Wita.

Total 63 Meninggal Dalam Satu Dasawarsa Terakhir

Media ini mencatat dengan adanya kasus terbaru meninggal akibat DBD ini maka total warga Kabupaten Sikka yang meninggal selama satu dasawarsa terakhir tepatnya periode Tahun 2010 hingga 12 Januari 2022 tercatat 63 orang, dan ada 5.050 orang yang dirawat di fasilitas kesehatan.

Data yang dirilis Dinas  Kesehatan Kabupaten Sikka menyebut secara rinci kejadian DBD selama tenggang waktu itu, di mana  pada tahun 2010 jumlah kasus DBD sebanyak 861 kasus, dan 10 orang di antaranya
meninggal dunia. Tahun 2011 ada 57 kasus, dan 1 orang di antaranya meninggal dunia. Tahun 2012 ada 141 kasus, tidak ada yang meninggal. Tahun 2013 ada 378 kasus dan 3 orang meninggal dunia.

BACA JUGA :  Minim Keluhan, Artis Raffi Ahmad Menerima Suntikan Dosis Kedua Vaksin Covid-19

Tahun 2014 ada 106 kasus, dan 1 orang meninggal dunia. Tahun 2015 ada 157 kasus, dan tidak ada yang meninggal dunia. Tahun 2016, ada 392 kasus, dan 2 orang meninggal dunia. Tahun 2017, ada 120 kasus, dan
tidak ada yang meninggal dunia. Tahun 2018 ada, 157 kasus, dan tidak ada yang meninggal dunia. Tahun 2019 ada 620 kasus, dan 13 orang meninggal dunia; tahun 2020 ada 1.816 kasus, dan 16 di antaranya meninggal dunia; tahun 2021 ada 182 kasus, tidak ada yang meninggal dunia; dan periode 1 hingga 12 Januari 2022 ada 40  kasus, dan seorang di antaranya meninggal dunia. Kasus meninggal dunia perdana akibat pada tahun 2022 dialami seorang anak berusia 4 tahun asal Belakang BK3D Lama, Kelurahan Kota Baru Maumere yang meninggal pada Rabu 12 Januari 2022 malam.**(Walburgus Abulat)

kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.