Beta Timor Selenggarakan Festival Budaya

141
Peserta paduan suara | foto istimewa

Kefamenanu, Pojokbebas.com – Festival Vocal Group yang bertemakan “Membangun Nilai-nilai Budaya Dawan Melalui Seni suara” diselenggarakan Ormas Beta Timor” di Hotel Victory 2 Kefamenanu (20/11). Penyelenggaraan festival ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten TTU (Robby Nahas) dan Pendiri Beta Timor Yoseph Falentinus Delasalle Kebo, S.IP, MA.,  dan Andina Winantuningtyas, AMD, para pengurus Beta Timor dan bebebapa undangan lainnya. Festival yang dihadiri ratusan orang ini juga dihadiri 9 vokal grup diantaranya, Students Choir, Laudate Choir, Vinzenzo VG, SMAK Fides VG, Santa Maria Fatima VG, SMANTA VG, Fomeni VG, SMAN 3 VG, SMA Darma Ayu VG.

Acara festival ini dibuka Robby Nahas, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten TTU. Dalam sambutannya, Robby memberi apreseasi kepada Ormas Beta Timor yang menyelenggarakan kegiatan ini sebagai dukungan terhadap Pemerintah Kabupaten dalam membangun sumber daya manusia. Lebih dari itu,

Peserta paduan suara | foto istiemwa

diharapkan Beta Timor juga terlibat dalam banyak bidang untuk serta membangun TTU.

Bahwa, di TTU sedang menggalakan pembangunan Pariwisata TTU di beberapa destinasi wisata seperti, Tuames dan Tanjung Bastian agar memberikan dampak positif bagi masyarakat di sana, pungkasnya.

Sedangkan dalam sapaan pembukaan Ketua Penyelenggara festifal, Judith Lorenzo Taolin menegaskan bahwa Festival ini merupakan sebuah kegiatan dimana untuk merevitalisasi nilai-nilai lokal yang hampir dimakan zaman. Festival ini tentunya memperlombakan beberapa lagu daerah yang memiliki pesan moral bagi generasi Salu Miomaoff, Kuluan Maubeis.

Kegiatan ini pun diharapkan untuk mempererat tali persaudaraan dan silahturahmi diantara perbedaan. Pada hakekatnya, nilai utama dari kehidupan manusia adalah membangun persaudaraan sejati dalam upaya terciptanya keharmonisan sosial yang pastinya akan dengan mempermuda masyarakat untuk mencapai cita-cita luhur bangsa terutama di daerah TTU, tegas Jude.

Sedangkan beberapa beberapa tujuan positif diantaranya, Pertama, Kegiatan ini untuk mendorong pertumbuhan semangat seni suara di wilayah salu miomaffo, kuluan maubeis terutama lagu-lagu daerah dawan yang pastinya memiliki pesan-pesan moral bagi khalayak di tingkat lokal. Kedua. Untuk bisa mengukur kualitas vokal yang dipadukan dengan gerakan penyanyi serta memaksimalkan. Ketiga. Membangun kerja sama tim dalam pencapaian keharmonisan sosial.

Pendiri Beta Timor, Yosep Falentinus Delasalle Kebo yang biasa disapa No Falen memberi apreseasi kepada panitia penyelenggara yang bekerja keras untuk menuntaskan acara ini. Apreseasi juga kepada para 9 peserta yang hadir pada malam ini. Bahwa Festival ini adalah momentum dimana kita membangun sebuah nilai kebersamaan dan peserta yang hadir malam ini adalah semua mendapat kejuaraan.

Awalnya, Beta Timor yang dibangun pada 10 September 2020 dibangun karena sebuah kepedulian sosial terhadap sebuah situasi yang sulit. Bahwa ada ponakan yang meninggal di Kupang lalu dicari mobil jenaza tetapi tidak ada. Kita naikan harga hingga 7 juta pun tidak ada yang bersedia. Fakta ini yang kemudian membuat saya terpanggil untuk melakukan sesuatu, kisahnya.

Setelah seremonial pembukaan dilanjutkan dengan acara perlombaan fokal grup yang hadiri 3 juri. Dari penampilan kesembilan fokal grup itu, tim juri memutuskan bahwa Juara 1: Fomeni VG, dengan total hadiah (7 juta ditambah Piala tetap dan piagam penghargaan). Juara 2: Laudate Choir (4 juta, Piala tetap dan Piagam penghargaan). Juara 3: SMANTA VG  (3 juta, Piala serta piagam penghargaan). Sedangkan juara harapan 1: Vinzenzo Singer, harapan 2: SMAK Fides dan Harapan 3: Studenst Choir. Ketiganya masing mendapatkan piagam penghargaan ditambah uang pembinaan masing-masing 1 juta. Sedangkan ketiga grup yang lain tetap mendapatkan uang transport.

Sebelum penutupan acara, dilakukan penyerahan hadiah dan piagam penghargaan oleh penyelengara kepada kesembilan fokal grup peserta kegiatan sebagai bentuk dukungan Beta Timor atas usaha keras mereka.

Acara Festival ini ditutup oleh Falen Kebo, selaku pendiri Beta Timor. Beliau mengutarakan bahwa kesembilan peserta adalah juaranya. Bahwa pada kesempatan ini ada yang belum mendapatkan juara 1 diharapkan tahun depan menjadi juaranya. Diharapkan kegiatan malam ini akan menumbukan semangat untuk fokal grup yang lain agar bisa terlibat pada tahun selanjutnya sebagai penumbuhan semangat dan nilai-nilai dalam membangun karakter yang bercorak atoin meto, tegasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.