kominfo iklan

Masyarakat Empat Desa di Reok Barat Perbaiki Jalan Propinsi yang Rusak, Bupati Manggarai Turun ke Lokasi

217
Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit saat memantau kerja bakti masyarakat Empat Desa di Kecamatan Reok Barat: Desa Nggalak, Desa Kajong, Desa Lante, Desa Sambi memperbaiki jalan propinsi di ruas Dusun Munta dan Tureng, Senin (21/11/). (Foto Frans Engkok /Vian)

 

MUNTA-TURENG, Pojokbebas.com – Bupati Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Herybertus G.L. Nabit turun langsung memantau masyarakat di Reok Barat yang melakukan perbaikan jalan propinsi yang rusak parah di ruas Dusun Munta, Desa Kajong hingga Dusun Tureng, Desa Nggalak, Reok Barat, Manggarai, Senin (21/11/2022). Hal itu terjadi pasca sepekan ruas jalan tersebut ditanami pohon pisang oleh warga  Dusun Munta.

Dalam kunjungan perdananya kali ini, Bupati Hery didampingi Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput, dan beberapa pimpinan OPD lainnya.

“Bapak Bupati turun langsung tadi ke lapangan. Beliau geleng-geleng kepala melihat jalan yang rusak. Semoga bisa tuntas perbaikannya,” kata Sekretaris Desa Kajong, Reok Barat, Manggarai, Ludovikus Lo, kepada media ini, Senin (21/11/2022).

Dari pantauan media ini, Bupati Hery tiba di Dusun Munta pada Senin (21/11/2022) sore.

Menurut Ludovikus, pengerjaan jalan dilakukan secara gotong royong oleh semua kontraktor di Reok Barat dan melibatkan masyarakat dari Empat Desa yakni Desa Kajong, Nggalak, Sambi, dan Lante.

“Kegiatan di lokasi jalan hari ini, terlibat perangkat desa, Kajong, Lante, Sambi, Nggalak bersama perangkat Kecamatan dan unsur Muspika (Manggarai-Red) dan dihadiri rombongan Bupati, dan masih dilanjutkan besok (hari ini-Red),” kata Ludo.

Para kontraktor lokal, kata dia, mengerahkan alat berat untuk menggali batu dan tanah di Dusun Lante serta sejumlah dumtruk untuk mengangkut batu dan tanah.

“Warga Desa membantu meratakan tanah dan batu di jalan yang berbentuk kawah itu,” kata Ludo.

Masyarakat empat desa di Reok Barat memperbaiki jalan tersebut atas inisiatif dari bawah yaitu masyarakat sendiri dan diakomodir oleh pemerintah desa, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah daerah dalam hal ini Bupati.

BACA JUGA :  Bambang Soesatyo Beri Bantuan Kepada Petani dan Peternak Milenial

“Ini berdasarkan inisiatif dari masyarakat dan diakomodir oleh pemerintah desa dan pemerintah daerah,” kata Frans Engkok alias Vian anggota Badan Pertimbangan Desa (BPD) Desa Nggalak, melalui pesan tertulis kepada Pojokbebas.com.

Kerja Bakti masyarakat Empat Desa di Kecamatan Reok Barat: Desa Nggalak, Desa Kajong, Desa Lante, Desa Sambi memperbaiki jalan propinsi di ruas Dusun Munta dan Tureng, Senin (21/11/) dan Selasa (22/11/2022). (Foto istimewa)

 

Pantau Jalan Rusak Pasca Ditanami Pohon Pisang

Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit tampak baru tergerak hatinya meninjau jalan propinsi yang rusak tersebut setelah masyarakat Dusun Munta, Reok Barat, melakukan aksi menanam pohon pisang di sepanjang jalan yang rusak itu, Rabu (16/11/2022).

Aksi menanam pohon pisang diakui kepala Dusun Munta Felix Jubel sebagai bentuk protes kepada Pemerintah Propinsi yang belum juga memperbaiki jalan tersebut dan dibiarkan rusak selama bertahun-tahun.

Padahal jalur tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan kota Reo Kabupaten Manggarai dengan Labuan Bajo-Kabupaten Manggarai Barat. Jalur tersebut juga menjadi jalur ekonomi masyarakat di Manggarai dan Manggarai Barat di pesisir utara Flores yang hendak menjual hasil panenan pertanian dan perkebunan mereka ke Reo atau ke Labuan Bajo. Parahnya kerusakan jalan tersebut membuat macet detak ekonomi masyarakat di pantura Flores.

Tak hanya itu, jalur ini juga jalur utama akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan seperti Puskemas atau Rumah Sakit baik yang ada di Puskesmas Desa Kajong, Puskesma Kota Reo atau RSUD di Kota Ruteng dan Cancar, juga sejumlah Rumah Sakit di Labuan Bajo. Rusaknya jalur ini menghambat evakuasi bagi mereka yang menderita sakit menuju tempat pusat fasilitas kesehatan tersebut.

Mirip Kali dan Petak Sawah, Jalan Propinsi di Reok Barat Ditanami Pohon Pisang
Jalan propinsi di Dusun Tureng, Desa Nggalak, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai yang rusak parah ditanami pohon pisang oleh warga, Selasa (15/11/2022). (Foto istimewa)

 

Bupati Sudah Beberapa Kali Usulkan ke Propinsi

obor ormas

Diberitakan media ini sebelumnya bahwa beberapa anggota DPRD Propinsi sudah beberapa kali memantau kerusakan jalan tersebut di awal tahun ini, tapi hingga sekarang belum ada kabar pasti kapan akan diperbaiki atau di hotmik.

BACA JUGA :  Lepas Kontingen SEA games ke Vietnam, Jokowi: Harumkan Nama Bangsa

Selain itu, lantaran jalan tersebut berada dibawah kewenangan Gubernur NTT, maka pihak Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam hal ini Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit juga tidak berani mengutak-atik jalan tersebut karena statusnya bukan jalan kabupaten.

Namun, Bupati Hery dalam kunjungannya kemarin mengaku sudah beberapa kali memberitahu pemerintah Propinsi terkait kondisi jalan tersebut yang rusak dan mengusulkan untuk segera diperbaiki baik melalui Dinas Propinsi, Anggota DPR RI, maupun DPRD perwakilan dari Manggarai. Namun menurut Bupati tanggapan pihak terkait adalah akan diusahakan.

Kerja Bakti masyarakat Empat Desa di Kecamatan Reok Barat: Desa Nggalak, Desa Kajong, Desa Lante, Desa Sambi memperbaiki jalan propinsi di ruas Dusun Munta dan Tureng, Senin (21/11/) dan Selasa (22/11/2022). (Foto Frans Engkok /Vian)

 

“Beberapa kali, baik melalui Dinas Propinsi, Anggota DPR, maupun anggota DPRD yang merupakan perwakilan dari Manggarai, (Responnya?-Wartawan) Jawabannya tentu diusahakan,” kata Bupati Hery Nabit kepada awak media saat tiba di Dusun Munta, Senin (21/11/2022).

Terkait hingga saat ini jalan tersbeut belum juga diperbaiki, menurut Bupati Hery dipahami pihaknya karena adanya berbagai kesulitan dan ketertabasan yang dialami pemerintah propinsi.

“Tapi kita dalam posisi memahami berbagai kesulitan dan keterbatasan-keterbatasan yang dialami oleh pemerintah propinsi,” kata Bupati Hery.

Kerja Bakti masyarakat Empat Desa di Kecamatan Reok Barat: Desa Nggalak, Desa Kajong, Desa Lante, Desa Sambi memperbaiki jalan propinsi di ruas Dusun Munta dan Tureng, Senin (21/11/) dan Selasa (22/11/2022). (Foto Frans Engkok /Vian)

 

Jalan Propinsi Ruas Manggarai Barat Sudah di Hotmix

Kontras dengan ruas jalan propinsi di Reok Barat, Kabupaten Manggarai, yang rusak parah hampir satu kilometer tersebut, ruas jalan propinsi di Kabupaten Manggarai Barat tampak mulus lantaran hampir seluruhnya sudah di hotmix.

Dari pantauan awak Pojokbebas.com baru-baru ini, jalan propinsi di Kabupaten Manggarai Barat yang terbentang dari Labuan Bajo melintasi Terang, Pacar, dan Rego tersebut hampir seluruhnya sudah dihotmix hingga Dusun Pateng, hanya sekitar Lima Kilometer dari Dusun Munta.

Mirip Kali dan Petak Sawah, Jalan Propinsi di Reok Barat Ditanami Pohon Pisang
Buldoser milik Dinas PU Kabupaten Manggarai sedang menggusur gang (empat gang) di Dusun Tureng, Desa Nggalak, Kecamatan Reok Barat, Kab. Manggarai tanggal 3 November 2022. (Foto istimewa)

 

Jalan Kabupaten di Dusun Tureng Dilapen Tahun Depan

Sebagai salah satu solusi rusaknya jalan propinsi di Titik Dusun Munta dan Dusun Tureng yang terparah, khususnya di titik Dusun Tureng, Pemerintah Kabupaten Manggarai bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan membuat jalan baru yaitu jalan Kabupaten.  Proses penggusuran jalan tersebut sudah dilakukan pihak Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai pada tanggal 3 November 2022.

BACA JUGA :  Program Calon Bupati Maria Geong Atasi Stunting di Manggarai Barat

“Sudah selesai digusur (dibuka-Red) jalan kabupaten kakak,” kata Yohanes kepada awak media Pojokbebas.com melalui sambungan telepon tanggal 3 November 2022.

Satu unit buldoser dikerahkan untuk membuka jalur kabupaten tersebut dengan lintasan dari perbatasan Tureng dengan Munta melintas di belakang rumah Gendang Tureng dengan jarak 100 meter tembus di belakang SDI Tureng, lalu tembus ke jalan raya yang menuju ke arah Kampung Nggalak.

Menurut Kepala Dusun Tureng, Yohanes Baptista, lebar jalan kabupaten tersebut yaitu delapan meter sudah termasuk untuk got di kiri-kanan badan jalan nantinya.

“Iya betul kakak, lebar jalan kabupaten delapan meter termasuk untuk got di kiri-kanan badan jalan,” kata Yohanes.

Apakah setelah digusur jalan tersebut langsung diaspal sehingga bisa mengatasi macetnya lalulintas ekonomi akibat rusaknya jalan propinsi? Bupati Hery dalam kunjungannya kemarin mengatakan bahwa jalan kabupaten tersebut mulai diperbaiki tahun depan, tidak langsung diaspal setidaknya dilapisi penetrasi makadam alias LAPEN terlebih dahulu.*(Pb-7 & Frans Engkok-Vian)

knpi
hanura

Leave A Reply

Your email address will not be published.