Dituding Terlalu Reaktif Tanggapi Isu Pembangunan Rumah Ibadah di Sepanjang Trans Flores, Keuskupan Ruteng Jawab Alasan Bertemu BOPLBF

Dituding Terlalu Reaktif Soal Isu Pembangunan Rumah Ibadah di Sepanjang Trans Flores, Keuskupan Ruteng Jawab Alasan Bertemu BOPLB
Direktur Puspas Keuskupan Ruteng Romo Marthin Chen, Pr. (Foto: istimewa)

 

RUTENG, Pojokbebas.com – Terkait  pemberitaan  media ini pada Senin (9/8) yang berisi bantahan Direktur BOPLBF Shana Fatina terhadap rencana pembagunan Mushola di rest area sepanjang jalur trans Flores, sebagian publik justru mempertanyakan sumber informasi formal yang diperoleh Keuskupan Ruteng dan menjadi dasar bagi mereka datang menemui pihak BOPLBF.

Menurut anggapan mereka, Gereja terlalu dini bereaksi terkait isu tersebut, tanpa  melakukan Kroscek terlebih dahulu sumber formal dari sebuah informasi, entah  melalui sebuah dokumen resmi, maupun sumber-sumber formal lainnya. Beberapa pihak menilai langkah tersebut diperlukan agar Gereja terhindar dari kesan terlalu reaktif atau bahkan dituding gegabah dalam mengambil  sebuah seruan moral. Selain itu, tentu saja agar Gereja tidak membawa dirinya sebagai salah satu pihak yang terlibat, sehingga menimbulkan kontroversi baru yang berujung pada ketidak-harmonisan di masyarakat.

BACA JUGA:
Nomen Est Omen, Quo Vadis Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero?
Berita Terkait
1 Komen
  1. Lucky berkata

    Jangan pernah bangun mushola di flores tanpa ada negosiasi dengan masyarakat lokal karena itu akan menjadi malapetaka. Ingat untuk bangun gereja di Jawa tidaklah mudah, tolong jangan buat kami marah. Cukup alam kami yang kalian peras jangan coba menghapus budaya dan menghilangkan identitas kami

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More