FORKAMI: Langkah Jokowi Ajak Jepang Bermitra Bangun ANP Sudah Tepat

47
FORKAMI: Langkah Jokowi Ajak Jepang Bermitra Bangun ANP Sudah Tepat
Ketua Umum Forum Komunikasi Maritim Indonesia (FORKAMI) James Talakua menilai langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menawarkan kerja sama dalam pembangunan Ambon New Port (ANP)  dan sektor kelautan serta perikanan kepada pihak negara Jepang, sangat tepat|Foto istimewa

 

JAKARTA, Pojokbebas.com – Ketua Umum Forum Komunikasi Maritim Indonesia (FORKAMI) James Talakua menilai langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menawarkan kerja sama dalam pembangunan Ambon New Port (ANP)  dan sektor kelautan serta perikanan kepada pihak negara Jepang, sangat tepat.

“Jika  pihak Jepang masuk sebagai investor dalam pembangunan ANP maka diharapkan proyek ini akan lebih memperkuat hubungan antara Jepang dan Indonesia sebagai mitra strategis, serta berkontribusi untuk mewujudkan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP), yang berbagi banyak prinsip dasar yang sama dengan Free and Open Indo-Pacific (FOIP),” kata James, Senin (9/5/2022).

Ditambahkan James Talakua lagi, keseriusan pihak Jepang dalam menginvestasikan dananya di sektor kepelabuhan, sudah dapat dilihat dari proyek perluasan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

“Dimana pada Fase pertama pemberian pinjaman yen, senilai sampai dengan sekitar 118,9 miliar yen telah dilakukan pada November 2017. Sehingga  pada Desember 2021, terminal kendaraan mulai beroperasi penuh dengan partisipasi dari perusahaan-perusahaan Jepang. Dan kini, Fase kedua dari pinjaman tersebut yang dilaksanakan kali ini senilai sampai dengan 70,195 miliar yen,” jelasnya.

Menurut James, pembangunan Ambon New Port tentunya akan menambah devisa daerah dan negara. Sehingga akan ikut pula mengangkat taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Maluku. Karena itu pula, James mengingatkan Pemerintah Daerah Maluku agar dapat mempersiapkan sumber daya manusia di bidang kemaritiman.

“Pemerintah daerah agar dapat menyiapkan SDM yang memiliki keahlian di bidang kemaritiman. Kita harusnya tahu, sudah saatnya masyarakat Maluku kembali ke laut. Maluku itu kaya akan sumber daya alamnya. Belum lagi Blok Masela yang sebentar lagi akan segera beroperasi. Juga keindahan pantai, kekayaan laut serta hasil tambang yang belum tersentuh. Saatnya kita bersatu, satu hati untuk Maluku Tanah Pusaka,” tandas James Talakua.

BACA JUGA :  Pota Merupakan Bagian Biosfer Bagi Habitat "Varanus Komodoensis", Selain Pulau Komodo dan Rinca

Sementara itu menurut  Sekretaris Jenderal FORKAMI, Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa saat mendampingi Ketum FORKAMI dalam keterangan pers kepada media menyebutkan bahwa sebagai negara maritim yang besar dengan 66 persen wilayahnya adalah lautan, pelabuhan memiliki peran besar untuk meningkatkan produktivitas antarpulau. “Pembangunan ANP sangatlah tepat untuk mendukung pencapaian Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia,” ujarnya.

Pembangunan ANP secara langsung juga akan mewujudkan Maluku menjadi Lumbung Ikan Nasional (LIN). Oleh karena itu, lanjutnya, sudah selayaknya di Maluku dibangun Pelabuhan ANP. Apalagi berdasarkan data yang ada dari Kementerian Kelautan Perikanan, memiliki potensi tangkapan ikan yang berlimpah di perairannya.

“Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 718 misalnya, yang mencakup wilayah Laut Aru, Laut Arafuru dan Laut Timor bagian Timur. Potensi Sumberdaya Ikan Laut Arafura (WPP 718) merupakan salah satu perairan tersubur di dunia,” tegas dia.

Lanjut Hakeng, Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan dan/atau maritim terbesar di dunia, peran pelabuhan sangatlah penting untuk menunjang kegiatan ekonomi dan bisnis, distribusi barang dari daerah/kota di satu pulau ke daerah/kota di pulau lainnya hampir pasti dilakukan melalui pelabuhan. “Sehingga peran pelabuhan untuk pengembangan wilayah dan pembangunan ekonomi sangatlah besar perannya,” imbuhnya. (Pb-6)

kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.