Ibu Tersayang (Puisi)

Oleh: Yoakim Y. Mario Leu, Institute Keguruan dan Teknologi, Waibalun-Larantuka

183
Puisi-Puisi Yoakim Leu
Penulis dikenal dengan nama panggung LeuHereng.

IBU TERSAYANG

Perempuan paruh baya itu
Merelakan cinta
Untuk senyum yang abadi
Terkenang jelas
Sajak-sajak kecil puisi
mengurai pengorbanan
yang lahir dari ujung rambut
sampai ujung kaki.

Perembuan paruh baya itu
Menyulam bentuk rasa
Untuk anak-anaknya tegak berdiri
Menyediakan pundaknya
Sebagai tempat bersandar
Darinya muara cinta, kasih, dan sayang
Bermula dan berakhir, bahkan kekal.

KEKASIH SERAHIM

Berabad lamanya prasasti dan ritus
Berbincang merajut senja dan mengurai pagi
Dalam susunan kata dan bahasa klasik
Mulai berkisah dalam tatapan ketulusan

Di sini, dari rahim yang sama
Bersimpuh rohku
Dengan mantra memetik kidung
Menjaga kemurnian Rohmu dan roh mereka

Fitrah ini membuat diri kokoh dan bertahan
Kerena syair dalam bait-bait puisi
Tak sanggup merangkum duka, derita,
Sedih, dan bahagia yang kita lalui

Kita harus setia berjaga-jaga
Karena kesetianlah
Yang memberi arti perjuangan sepenanggungan

Rasa-rasanya dinia ini, kekasih
Amatlah elok dengan bahagia sederhana
Tanpa menghirau suara-suara luar sana
Yang ingin merampas mekar bunga cinta

Dengan mata pena di atas helai-helai kertas
Ku ajak api, air, tanah, dan udara
Menjadi saksi tulisan
Nyawamu yang senyawa dengan nyawaku, kekasih.

CURHATAN

Ma…
Getar hatiku menjalani Lorong-lorong waktu
Dingin malam menusuk dalam hampa hati
Langit bertabur bintang-bintang
Tetapi aku kehilangan fitrah.

Ma…
Aku hanyut di padang sabana
Terlantar dilautan pasir merana
Aku takut, aku gemetar
Sebab hidup begitu fana.

Ma…
Kristal-kristal asmara belum dapat kubedakan
Apakah hanya sekadar hiasan
Yang belum sempat selesai terurai
Ataukah sekadar hiasan melengkapi busa-busa mulut?

Ma…
Aku …merasa gagal menyusun kata
Sehingga kesederhanaan prosa
Dan lantunan bait-bait puisi
Belum mendapat peluk.

Ma…
Sukmaku terus-terus
Mengolah rasa dengan menulissajak-sajak
Agar langit badanku dapat bertemu dengannya
Dan bersatu dalam satu jiwa cinta.

BACA JUGA :  Puisi-Puisi Fransis Borgias*
kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.