Instruksi Gubernur NTT : Pelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 Mulai 20 Juli 2020

1.494
Ket.Foto | Viktor Bungtilu Laiskodat |http://nttprov.go.id/2018/index.php/pemerintahan/gubernur

 

Nusa Tenggara Timur, Pojokbebas.com. Vicktor B. Laiskodat, Gubernur NTT mengeluarkan Instruksi Gubernur untuk memulai Tahun Pelajaran 2020/2021 pada tanggal 20 Juli 2020. Surat Instruksi tersebut ditujukan kepada semua Bupati dan Wali Kota se Propinsi Nusa Tenggara Timur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kepala Satuan Pendidikan seperti PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMTK/SMAK, SMK/MAK dan SLB se Nusa Tenggara Timur.

Dalam surat yang benomor 443/04/PK/2020 tersebut, Gubernur menginstruksikan agar proses pembelajaran harus memperhatikan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negari Republik Indonesia dengan Nomor : 01/KB/2020, Nomor 516 Nomor:440-882 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Adapun keputusan bersama itu berisi (1) pembelajaran di rumah melalui pembelajaran jarak jauh baik yang dilakukan dalam jaringan (Daring) maupun luar jaringan (Luring) serta penugasan mandiri terstruktur untuk daerah yang masuk dalam kategori Zona Kuning, Oranye dan Merah.

(2). Pelajaran tatap muka langsung menggunakan sistem shift atau sistem silang kelas untuk daerah yang masuk dalam kategori Zona Hijau dengan membagi rombongan belajar normal menjadi 2 (dua) rombongan belajar dengan ketentuan jumlah maksimal peserta didik per rombongan belajar adalah sebanyak 18 (delapan belas) orang. Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19.

Dalam instruksi itu ditetapkan juga mekanisme pembelajaran tatap muka langsung yang terdiri dari sistem shift dan silang kelas.  Shift di bagi ke dalam dua kelompok. Kelompok shift pertama dilaksanakan pada pagi hari, lalu shift berikutnya siang hari.

Mengenai sistem silang kelas, Instruksi Gubernur menyerahkannya  kepada Satuan Pendidikan masing-masing. Namun, tetap ditegaskan oleh Gubernur dalam surat instruksi tersebut bagi peserta didik yang tidak dapat melakukan pembelajaran di sekolah dalam sistem silang kelas, wajib melakukan pembelajaran di rumah dengan metode online/offline/penugasan.

BACA JUGA :  Rumah Sakit Lapangan Yonkes 2/YBH/Kostrad, Komitmen TNI AD Bantu Korban Bencana Gempa Mamuju

Surat instruksi yang dikeluarkan pada tanggal 14 Juli tersebut pada point ke 4 (empat) menetapkan bahwa bagi daerah yang dikategorikan sebagai zona hijau wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan jadwal pelaksanaan; Pendidikan Menengah dan sederajat paling cepat dimulai Juli 2020, Pendidikan Dasar dan sederajat serta SLB paling cepat dilaksanakan pada bulan September 2020.

Surat Instruksi Gubernur tersebut seluruhnya berisi 11 (sebelas) point instruksi. Selain yang telah dijabarkan di atas, Gubernur Laiskodat mengharuskan kerja sama Satuan Pendidikan dengan para orang tua/wali siswa dalam mengisi Dafta Periksa pada aplikasi Data Pokok Pendidikan (DAPODIKTI), Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Sebagai usaha pencegahan penularan Covid-19, Gubernur dalam surat tersebut juga menginstruksikan membentuk posko Siaga Penanganan Covid-19 di masing-masing wilayah kerja dan Satuan Pendidikan (pb-5).

kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.