Jajaki Kerjasama Industri Nano Teknologi dengan Iran, Delegasi DPR RI Temui Komite ITNI di Teheran

47
MK Putuskan UU Ciptaker Bertentangan dengan UUD 1945, IP3 Desak DPR dan Pemerintah Minta Maaf
Foto ilustrasi

 

TEHERAN, Pojokbebas.com – Delegasi DPR RI dipimpin Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel langsung menemui Komite Inovasi Teknologi Nano Iran di Teheran, Jumat (6/5/2022), untuk melihat langsung perkembangan produk teknologi Nano yang sudah dikembangkan di negara itu, di antaranya produk ketahanan pangan, energi, dan industri.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan Indonesia dalam menjajaki kerja sama berbasis teknologi nano dengan Iran yang dapat dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan.

Diketahui Iran merupakan negara ke-4 di dunia penghasil teknologi nano, dan Iran siap bekerjasama untuk membangun itu di Indonesia yang serius mengembangkan teknologi nano.

Nano Technology merupakan ilmu atau teknologi yang mempelajari objek yang ukurannya sangat kecil (sepermiliar meter) yang kemudian dimanipulasi untuk menghasilkan benda-benda baru dengan karakter khusus yang diinginkan. Pada dasarnya, teknologi nano merupakan lompatan teknologi untuk merekayasa benda-benda baru dari benda-benda yang sudah ada.

“Saya sangat berkesan dengan penjelasan yang dipresentasikan. Semua ini merupakan isu-isu yang banyak di negara. Iran Nanotechnology Innovation Council (INIC) menjawab semua persoalan yang ada di seluruh negara, seperti tentang lingkungan hidup dan juga meningkatkan hasil bumi. Saya juga berharap Indonesia dan Iran bisa menjalin kerja sama untuk membangun kesejahteraan umat di muka bumi ini,” ungkap Gobel.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto melihat bahwa dengan hadirnya teknologi nano ini dapat mengurangi persoalan seperti lingkungan hidup dan juga bisa meningkatkan sumber daya alam yang lebih baik. Dan Indonesia pun siap untuk membentuk komite bersama untuk merealisasikan kerja sama pengembangan teknologi nano.

“Dalam bidang energi, teknologi nano dapat membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi minyak bumi melalui teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) hingga 20 persen. Semoga dapat menjadi solusi di tengah terus menurunnya lifting minyak nasional,” kata Sugeng usai pertemuan dengan jajaran INIC di Teheran.

BACA JUGA :  Bantuan Tunai 2021 Dimulai, Presiden:  Tidak Boleh Ada Potongan dan Pungutan

Kunjungan ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel (F-NasDem), Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza (F-PKB), Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto (F-NasDem), Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung (F-NasDem), Anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikyansyah (F-NasDem), Anggota Komisi XI DPR RI Fauzi Amro (F-NasDem), dan Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan (F-Gerindra).*(Edit. Pb-7 / dpr.go.id – azk/sf)

kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.