kominfo iklan

Jalan Propinsi Rusak Parah Bertahun-Tahun di Reok Barat, Bupati Hery: Saya Sudah Beberapa Kali Sampaikan ke Propinsi, Jawabannya akan Diusahakan

75
Mirip Kali dan Petak Sawah, Jalan Propinsi di Reok Barat Ditanami Pohon Pisang
Jalan propinsi di Dusun Tureng, Desa Nggalak, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai yang rusak parah ditanami pohon pisang oleh warga, Selasa (15/11/2022). (Foto istimewa)

 

KAJONG, Pojokbebas.com – Bupati Manggarai Herybertus G.L Nabit beserta jajarannya mendatangi lokasi jalan propinsi yang rusak parah di Dusun Munta, desa Kajong, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (21/11/2022).

Dalam kunjungannya kemarin Bupati Hery mengaku sudah beberapa kali memberitahu pemerintah Propinsi terkait kondisi jalan tersebut yang rusak parah dan mengusulkan untuk segera diperbaiki, baik melalui Dinas Propinsi, Anggota DPR RI, maupun DPRD perwakilan dari Manggarai. Namun menurut Bupati tanggapan pihak terkait adalah akan diusahakan.

“Beberapa kali, baik melalui Dinas Propinsi, Anggota DPR, maupun anggota DPRD yang merupakan perwakilan dari Manggarai, (Responnya?-Wartawan) Jawabannya tentu diusahakan,” kata Bupati Hery Nabit kepada awak media saat tiba di Dusun Munta, Senin (21/11/2022).

Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit saat memantau kerja bakti masyarakat Empat Desa di Kecamatan Reok Barat: Desa Nggalak, Desa Kajong, Desa Lante, Desa Sambi memperbaiki jalan propinsi di ruas Dusun Munta dan Tureng, Senin (21/11/). (Foto Frans Engkok /Vian)

 

Terkait hingga saat ini jalan tersbeut belum juga diperbaiki, menurut Bupati Hery dipahami pihaknya karena adanya berbagai kesulitan dan ketertabasan yang dialami pemerintah propinsi.

“Tapi kita dalam posisi memahami berbagai kesulitan dan keterbatasan-keterbatasan yang dialami oleh pemerintah propinsi,” kata Bupati Hery.

Sebelumnya, lantaran jalan tersebut berada dibawah kewenangan Gubernur NTT, maka pihak Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam hal ini Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit juga tidak berani mengutak-atik jalan tersebut karena statusnya bukan jalan kabupaten.

Ikut dalam kunjungan Bupati Hery kali ini adalah Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput, dan beberapa pimpinan OPD lainnya.

Kerja Bakti masyarakat Empat Desa di Kecamatan Reok Barat: Desa Nggalak, Desa Kajong, Desa Lante, Desa Sambi memperbaiki jalan propinsi di ruas Dusun Munta dan Tureng, Senin (21/11/) dan Selasa (22/11/2022). (Foto Frans Engkok /Vian)

 

obor ormas

Anggaran Rp3 Miliar dari APBD 2023

Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan DPRD NTT telah menetapkan anggaran untuk perbaikan jalan provinsi yang rusak di Reok Barat, Kabupaten Manggarai. Namun anggarannya dialokasikan melalui APBD tahun 2023 senilai Rp3 miliar. Anggaran tersebut hanya untuk memperbaiki beberapa ruas jalan yang kondisi kerusakannya sangat parah.

BACA JUGA :  Keseimbangan Ekosistem Terancam, Pemuda Katolik Desak DPR Percepat Revisi UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAE

Hal itu diungkap anggota Badan Anggaran DPRD NTT, Inosensius Freddy Mui, seperti dilansir dari Floresa.co.

“Anggaran reguler sudah dialokasikan 3 miliar untuk penanganan titik-titik yang parah,” kata Inosensius, Kamis (17/11/ 2022).

Kerja Bakti masyarakat Empat Desa di Kecamatan Reok Barat: Desa Nggalak, Desa Kajong, Desa Lante, Desa Sambi memperbaiki jalan propinsi di ruas Dusun Munta dan Tureng, Senin (21/11/) dan Selasa (22/11/2022). (Foto istimewa)

 

Menunggu Dana Alokasi Khusus Pemerintah Pusat Bertahun-Tahun Tak Kunjung Cair 

Alotnya perbaikan ruas jalan propinsi di Kabupaten Manggarai yang mengalami rusak parah hingga ditanami pisang oleh warga Dusun Munta baru-baru ini rupanya karena pemerintah pemerintah propinsi menunggu Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Sementara biaya dari DAK untuk memperbaiki seluruh ruas jalan provinsi Simpang Nggorang-Simpang Noa-Kedindi oleh pemerintah pusat seharusnya dianggarkan melalui DAK 2020 dan 2021. Namun, ketika itu alokasi anggaran hanya untuk jalan provinsi yang berada di wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

Rencana perbaikan jalan dari Pateng, Manggarai Barat menuju Kajong, hingga Kedindi, Manggarai pada 2021 tidak terlaksana karena pemerintah pusat tidak menganggarkannya lagi dalam alokasi DAK.

Diakui Inosensius, ketika pemerintah propinsi mengalokasikan dana pinjaman provinsi, ruas jalan tersebut juga tidak kebagian karena masih berharap pada alokasi DAK yang telah dijanjikan pemerintah pusat.

“Karena ada janji dari (pemerintah) pusat. Nyatanya, sampai 2022 ini tidak ada,” kata Inosensius. *(Pb-7 & Frans Engkok)

knpi
hanura

Leave A Reply

Your email address will not be published.