Kapal Burung Indonesia Karya Lulusan SDN 2 Labuan Bajo

868

 

Kapal Burung Indonesia Karya Lulusan SDN 2 Labuan Bajo
Kapal Pondok Kerja Burung Indonesia hasil karya Joni Irawan lulusan SDN Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Foto : Robert Perkasa

 

MBELILING | Pojokbebas.com | Pondok Kerja Burung Indonesia telah rampung dikerjakan. Siapa tukang yang mengerjakannya?

Joni Irawan (38 tahun). Ia  ternyata hanya lulusan SDN Labuan Bajo. Pernah mengenyam pendidikan SMP di Sumbawa, NTB tapi drop out.

Kendati hanya tamat SD, Joni belajar otodidak menajamkan bakat dan talentanya setajam mata pisau. Kini Joni memiliki segudang pengalaman di dunia pertukangan membuat kapal laut.

Joni mengisahkan, ia mulai mengerjakan  kapal laut sejak berusia 28 tahun. Selama 10 tahun terakhir, Joni telah mengerjakan  belasan armada kapal laut  di  perairan Labuan Bajo, Larantuka, Solor. Bahkan hingga ke negara tetangga, Republik Timor Leste.

“Di Labuan Bajo, saya sudah mengerjakan 7 unit kapal penumpang. 3 unit kapal di Solor dan 2 unit kapal penumpang di Larantuka. Saya juga pernah mengerjakan Kapal laut di Timor Leste”, kisah ayah satu anak itu saat acara peresmian Kapal Pondok Kerja Burung Indonesia, Jumat (17/6/2022) siang.

Anak dari tukang kayu

Joni Irawan, lahir di Sumbawa, NTB 38 tahun silam.  Namun ia dibesarkan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Ia dan keluarganya tinggal di Cowang Dereng, Labuan Bajo.

Joni adalah putra kedua dari lima bersaudara. Ayahnya bernama Daeng Sahung, seorang tukang  kayu asal Desa Ara, Kecamatan Tana Lemo, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

“Semua saudara saya juga bekerja sebagai tukang. Hampir semua warga di kampung saya di Bulukumba berprofesi sebagai tukang”, ujarnya.

Kapal Burung Indonesia Karya Lulusan SDN 2 Labuan Bajo

Joni Irawan (38) pria asal Desa Ara, Kecamatan Tana Lemo, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Foto/Robert Perkasa

Pengalaman pertama

Joni mengakui, Kapal Pondok Kerja Burung Indonesia merupakan pengalaman pertamanya. Sebelumnya ia hanya mengerjakan kapal laut  para nelayan.

“Mengerjakan kapal laut sudah biasa. Tetapi mengerjakan bangunan yang mirip Kapal laut seperti ini, baru pertama kali”, akunya.

Joni  menjelaskan, mulai menggarap bangunan Kapal Pondok Kerja Burung Indonesia sejak Oktober 2021 dan hampir rampung pada Juni 2022. Ia dibantu lima orang karyawan.

“Kerja kayunya  selama 3 bulan. Awalnya saya targetkan dua bulan, namun terkendala cuaca dan persediaan kayu gading penahan dek yang terbatas dan didatangkan dari Sulawesi Selatan. Proses finishing, lantai dan pemasangan layar itu yang lama”, kata Joni.

Kapal Pondok Kerja Burung Indonesia yang dikerjakan Joni memiliki 3 lantai.  Lantai 1 digunakan sebagai Kantor Burung Indonesia. Lantai 2 dijadikan sebagai home stay dilengkapi sejumlah kamar.  Sedangkan cafetaria berada di lantai 3. Tinggi  Kapal ini 11 meter. Panjang 34 meter dan lebar 9 meter.

Joni menyebut total 2300 lembar papan tulang kayu jati digunakan untuk merampungkan kapal tersebut.

Kapal Burung Indonesia Karya Lulusan SDN 2 Labuan Bajo

Penampakan lantai 3 Kapal Pondok Kerja Burung Indonesia di Teras Flores Bukit Saimbokol, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, tepi Jalan Trans Flores Labuan Bajo-Ruteng. Foto/Robert Perkasa

Kayu jati lokal bersertifikat

Flores Programme Manager, Tiburtius Hani menjelaskan, proses pembangunan Kapal Pondok Kerja Burung Indonesia ini memakan waktu selama delapan bulan dan memerlukan ketelitian dalam menentukan komponen kayu yang digunakan.

“Pondok Kerja berbentuk kapal ini dibangun menggunakan kayu jati sebagai bahan bakunya. Kayu jati yang digunakan berasal dari kebun-kebun jati milik masyarakat Bentang Alam Mbeliling yang telah tersertifikasi Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK). *(Robert Perkasa)

BACA JUGA :  Ketua Fordicamm Ledalero Temui Gubernur NTT Bahas Proyek PLTMH Mangkrak di Desa Rego
kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.