Ketika Dua Pemuda Tuna Rungu Sikka Ikuti Regional Youth Summit Tingkat Asia Pasifik

Oleh Walburgus Abulat (Wartawan Pojokbebas.com)

199
Ketika Dua Pemuda Tuna Rungu Sikka Ikuti Regional Youth Summit Tingkat Asia Pasifik
Wartawan Pojokbebas.com bersama Perwakilan The Samdhana Institute Yuniken Mayangsari di sela_sela kegiatan Menoken Regional Youth Summit 2021 Tingkat Asia Pasifik di Pantai Bethesda Krokowilon, Kewapante, Jumat 19 November 2021. Foto Istimewa

 

PANTAI Bethesda Krokowolon di Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka atau sekitar 10 km arah Timur Ibu Kota Kabupaten Sikka, Provinsi NTT dalam dua hari terakhir ramai. Di pertigaan jalan negara Maumere-Larantuka menuju Pantai Bethesda Krokowolon dipasang satu spanduk dengan tulisan  agak menonjol “Selamat Datang Peserta Kegiatan Menoken Regional Youth Summit 2021 Tingkat Asia Pasifik.”

Tak jauh dari pertigaan jalan masuk ini, terlihat beberapa tenda/kemah untuk dihuni beberapa peserta kegiatan. Peserta kegiatan sebagian besar anak muda. Mereka berasal dari 13 komunitas pemuda yang ada di
Kabupaten Sikka. Komunitas itu adalah Komunitas Jalan Kaki (KJK), Komunitas Cheltik, Komunitas Kreatif Muda, Komunitas Musik Kampong, Komunitas PKBM Restorasi, Komunitas Karang Taruna Waioti, Komunitas Baca Kejarlah Aku, Komunitas Lepo Baca  Akar Teka Anak, Komunitas Taman Baca Masyarakat Restorasi, Komunitas Teman Tuli, Komunitas Kolisia B, Komunitas SMK Yohanes XXIII, dan Komunitas Presisi.

Ketika Dua Pemuda Tuna Rungu Sikka Ikuti Regional Youth Summit Tingkat Asia Pasifik
Perwakilan The Samdhana Institute Yuniken Mayangsari (ke-2 dari kiri) didampingi dua tuna rungu Muhammad Jaka Saputra (21 tahun) asal Beru, Kecamatan Alok Timur, dan Nona asal Waioti sedang menerjemahkan perkenalan dua perwakilan dari Komunitas Teman Tuli Maumere yang disampaikan dengan Bahasa Isyarat di hari perdana kegiatan Menoken Regional Youth Summit 2021 Tingkat Asia Pasifik yang berlangsung di Pantai Bethesda Krokowolon, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka,
Jumat (19/11/2021). Foto Walburgus Abulat

 

Beberapa peserta kegiatan di antaranya Elisabeth Mardat, Chen Chabarezy dan Albert dari Komunitas Jalan Kaki. Juga ada tiga perwakilan  Komunitas Kreatif Muda Kewapante Mario Rifaldi, Patrisia Blaan, dan Kornelia Sareng, dan utusan  perwakilan SMK Yohanes XXIII Maumere: Abdonia  Yorensi Tahun, Familiar Dua Loran, Oktaviana Dia Mitan, Maria Alita Pau, Margareth  Aryanti Rahayu, Theresia Stefania Yuliance  Bella Gare, Yosephina Benedicta Angela, dan Yuliana Christin Nao.

 

Tak hanya itu. Ada dua tamu istimewa dalam seminar berskala internasional ini. Mereka adalah utusan Komunitas Teman Tuli Maumere yakni Muhammad Jaka Saputra (21 tahun) asal Beru dan Nona asal Waioti,
Kecamatan Alok Timur.

Kehadiran dua peserta yang disebutkan terakhir ini patut diberikan apresiasi. Betapa tidak. Meski dalam kondisi tidak bisa mendengarkan suara siapa pun alias mengalami tuna rungu/tuli, namun keduanya  tetap semangat. Mereka mengikuti semua tahapan pembukaan kegiatan dan tahapan materi yang disiapkan panitia.

Kedua difabel ini, juga tampak berbaur dengan peserta lainnya, termasuk ikut menari ria bersama utusan siswa-siswi SMK Yohanes XXIII yang dipercaya membawakan tarian Hegong Kreasi dengan iringan lagu “Kasih Wineng.”

Saat sesi acara perkenalan peserta kegiatan, kedua difabel ini memperkenalkan diri dengan Bahasa Isyarat yang diterjemahkan oleh Perwakilan The Samdhana Institute Yuniken Mayangsari. Dari perkenalan itu, kedua tunarungu itu mengaku gembira bisa mengikuti kegiatan berskala internasional ini. “Kami sangat senang ikuti kegiatan ini,” kata Nona tuna rungu asal Waoti.

Kegiatan ini berskala internasional itu dibuka oleh Sekda Kabupaten Sikka Adrianus F. Parera. Hadir dalam pembukaan kegiatan ini di antaranya, Perwakilan The  Samdhana Institute Yuniken Mayangsari;  Direktur PAPHA  Maumere Bernardus L. Hayon, S.Fil,

Agustinus Wonga Bella, S.Pt (Manager Keuangan PAPHA), Titon N. Nau, SP (Manager Program PAPHA); Koordinator Umum/Ketua Panitia Lokal Me-Noken Adriana Ance, dan Sekretaris   Adrianus Yusron, Bendahara    Alvira Novita Sari, Seksi perlengkapan Finus dan Yuni subandi; Seksi Acara dan Editing Venansius A.k Gaa dan Yulianus Botu Gudipung.

Tampil beberapa narasumber di antaranya Plt. Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka Marthen Luther Adji; Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan SDM Pariwisata Roni Valentino; dan
Perwakilan Perwakilan The Samdhana Institute Yuniken Mayangsari, dan beberapa narasumber lainnya.

Ketika Dua Pemuda Tuna Rungu Sikka Ikuti Regional Youth Summit Tingkat Asia Pasifik
Sekda Kabupaten Sikka Adrianus F. Parera didampingi Perwakilan The Samdhana Institute Yuniken Mayangsari (tengah belakang) dan jajaran PAPHA Maumere berpose dengan peserta kegiatan Menoken Regional Youth Summit 2021 Tingkat Asia Pasifik yang berlangsung di Pantai Bethesda Krokowolon, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Jumat (19/11/2021).
Foto Walburgus Abulat

 

 Tingkatkan Kreativitas

Sekda Kabupaten Sikka Adrianus F. Parera dalam sambutannya antara lain menyampaikan apresiasi kepada The Samdhana Institute dan PAPHA yang menyelenggarakan kegiatan bertaraf  internasional di Kabupaten Sikka ini dan melibatkan belasan komunitas pemuda di Kabupaten Sikka.

Sekda berharap agar kegiatan ini bisa meningkatkan kreativitas kaum muda di Kabupaten Sikka sehingga mereka ke depannya bisa menghasilkan aneka kreasi di  pelbagai bidang, selain untuk peningkatan ekonomi
kaum muda sendiri, juga untuk kemajuan Kabupaten Sikka ke depannya.

Sedangkan Perwakilan The Samdhana  Institute Indonesia Yuniken Mayangsari dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan dan dalam wawancara usai pembukaan kegiatan antara lain mengemukakan bahwa pihak
The Samdhana Institute sangat senang dengan kegiatan yang melibatkan melibatkan anak muda, perempuan,disabilitas  dari pelbagai komunitas pemuda di Sikka yang selama ini menjadi mitra PAPHA dan sudah melakukan pelbagai kegiatan yang berguna di komunitas masing-masing.

“Tha Samdhana Institute  sudah bekerja sama dengan PAPHA, dan mereka (PAPHA) memiliki komitmen yang luar biasa dalam pengembangan kepedulian terhadap hak anak. Jadi dalam kegiatan kali ini,  kita memang mempercayakanlah  teman-PAPHA untuk berjaring lebih luas lagi dengan teman-teman komunitas yang ada di Maumere/Sikka,” kata Yuniken.

 

Yuniken menggarisbawahi bahwa The Samdhana Institute sangat mendukung semua kegiatan yang dilakukan oleh kaum muda, perempuan, disabilitas dari pelbagai komunitas lokal.

Yuniken berharap agar melalui kegiatan ini, kaum muda dari pelbagai komunitas bisa meningkatkan kreativitas, inisiatif mereka untuk menciptakan hal-hal terkait perubahan iklim.“Harapan kami dari kegiatan ini bisa meningkatkan kreativitas,inisiatif mereka untuk menciptakan hal-hal yang terkait dengan perubahan iklim kemudian pemberdayan diri mereka kemudian pemahaman mereka mengenai penanaman kembali. Pokoknya apa saja yang mereka lakukan dengan tujuan akhirnya agar mereka merasa bahwa mereka memiliki satu sama lain. Setelah itu pasti mereka akan bergerak dengan lebih mudah, dan terutama mereka bahagia melakukan ini,” katanya.

Ketika Dua Pemuda Tuna Rungu Sikka Ikuti Regional Youth Summit Tingkat Asia Pasifik
Perwakilan The Samdhana Institute Yuniken Mayangsari (kanan) dan Direktur PAPHA Maumere Bernardus L. Hayon, S.Fil (berdiri belakang) berpose bersama grup penari dari SMK Yohanes XXIII Maumere dan panitia lokal kegiatan usai pembukaan kegiatan Menoken Regional Youth Summit 2021 Tingkat Asia Pasifik yang berlangsung di Pantai Bethesda Krokowolon, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Jumat (19/11/2021). Foto Walburgus Abulat

 

 Latar Belakang

Sementara Ketua Panitia Lokal Kegiatan Regional Youth Summit 2021 Adriana Ance dalam laporannya antara lain menjelaskan latar belakang diadakannya kegiatan yang diberi nama Regional Youth Summit 21 dan di
Indonesia diberi nama Tagline Menoken.

“Ajang dengan Tagline Menoken ini  merupakan  kegiatan untuk,oleh,dari orang orang muda untuk belajar memimpin,mengorganisir,dan mengelola kegiatan ini secara baik dan bijaksana,” kata Adriana.

Adriana mengakui bahwa  kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini, melibatkan Indonesia, Filipina, Laos, Myanmar, dan berbagai Negara di asia Tenggara. “Menoken sendiri berarti merajut berbagai komunitas, produk, pengetahuan, dan solidaritas. Dengan dasar filosofi Noken itu sendiri yaitu kasih, kerahiman, rajutan solidaritas,
kekuatan dan kelenturan, kedayagunaan, keterbukaan, memelihara kehidupan,” katanya.

Kegiatan menoken, lanjutnya merupakan kegiatan yang selalu bersifat informal, terbuka ,fleksibel,dan inklusif.”Menoken selalu mengutamakan persahabatan, berkumpul, bernyanyi, kemping dan bertukar cerita serta
pengetahuan baik sosial maupun budaya dengan menjalin semangat solidaritas di antara kalangan muda yang tergabung dalam komunitas yang ada di Kabupaten Sikka,” katanya.

 

Kegiatan Menoken, lanjutnya, juga  merajut hubungan dalam komunitas tanpa batas,masyarakat adat, para wirausahawan muda,para aktivis lingkungan sosial budaya,komunitas disabilitas,dengan berbagai latar
belakang.

“Kegiatan ini adalah kegiatan orang orang muda oleh karena itu dari lembaga Institute Samdhana Indonesia sebagai pendukung kegiatan bekerja sama dengan beberapa lembaga Swadaya masyarakat Indonesia yang
ada di beberapa Provinsi seperti NTT,Kalimantan,Bali,Papua,dan Merauke.Untuk wilayah NTT sendiri dipercayakan kepada 2 kabupaten sebagai tuan rumah penyelenggara yaitu Kabupaten Kupang,dan Kabupaten
Sikka. Untuk kabupaten Sikka dipercayakan kepada Perkumpulan Aktivis Peduli Hak Anak (PAPHA) Bekerja sama dengan beberapa teman teman muad di Kabupaten Sikka sebagai koordinator dan penyelenggara,” katanya.

Ketika Dua Pemuda Tuna Rungu Sikka Ikuti Regional Youth Summit Tingkat Asia Pasifik
Sekda Kabupaten Sikka Adrianus F. Parera (ke-2 dari kiri) didampingi Perwakilan The Samdhana Institute Yuniken Mayangsari (tengah ) dan Direktur PAPHA Bernardus L. Hayon, S.Fil (ke-2 dari kanan) menari bersama peserta usai pembukaan kegiatan Menoken Regional Youth Summit 2021 Tingkat Asia Pasifik yang berlangsung di Pantai Bethesda Krokowolon, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Jumat (19/11/2021). Foto Walburgus Abulat

 

Tujuan

Ketua Panitia Adriana Ance pada kesempatan ini menyebut ada tiga tujuan diselenggarakannya kegiatan ini,. Pertama,  mengumpulkan komunitas orang muda yang berbakat yang ada di kabupaten Sikka agar bisa berbagi ilmu baik itu pengalaman maupun hal hal yang bisa membangkitkan kreatifitas anak  muda dalam hal ekonomi, sosial maupun budaya.

Kedua, dapat merangsang semangat anak muda untuk melakukan usaha dalam hal ekonomi kreatif pasca Kegiatan Regional Youth Summit. Ketiga, memperkenalkan budaya dan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Sikka.

Apresiasi

Beberapa peserta kegiatan di antaranya Elisabeth Mardat, Chen Chabarezy dan Albert dari Komunitas Jalan Kaki menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya kegiatan berskala internasional ini. “Saya dan teman-teman sangat senang kegiatan ini. Kami saling membagi pengalaman seputar apa yang sudah kami lakukan di komunitas kami masing-masing,” kata Mardat.

Apresiasi serupa juga disampaikan perwakilan Komunitas Kreatif Muda Kewapante Mario Rifaldi, Patrisia Blaan, dan Kornelia Sareng; serta perwakilan SMK Yohanes XXIII Maumere: Abdonia  Yorensi Tahun, Familiar
Dua Loran, Oktaviana Dia Mitan, Maria Alita Pau, Margareth  Aryanti Rahayu, Theresia Stefania  Yuliance  Bella Gare, Yosephina Benedicta Angela, dan Yuliana Christin Nao menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya kegiatan berskala internasional ini. “Kami sangat senang mengikuti kegiatan ini. Kami saling membagi pengalaman seputar apa yang sudah kami lakukan di komunitas kami masing-masing,” kata Patrisia Blaan.

Kita berharap agar kegiatan yang antara lain bertujuan dapat merangsang semangat anak muda untuk melakukan usaha dalam hal ekonomi kreatif pasca Kegiatan Regional Youth Summit mampu memotivasi
anak—anak muda kita, termasuk para difabel, khususnya dua peserta tunarungu yang mengikuti kegiatan ini agar ilmu yang mereka timba selama kegiatan ini dapat memajukan ekonomi diri mereka sendiri, khusus nya, dan ekonomi Kabupaten Sikka umumnya, melalui aneka terobosan yang mereka sudah, sedang dan akan mulai di waktu-waktu yang akan datang di komunitas mereka masing-masing. Profisiat_ salut untuk PAPHA dan The Samdhana Institute. Tuhan memberkati. ***

Leave A Reply

Your email address will not be published.