Ketika SG Institute dan Perennial Institute Perkuat Literasi Jurnalistik, Kewirausahaan dan Digital di Lingkungan Seminari dan Perguruan Tinggi Sedaratan Flores

Oleh Walburgus Abulat (Wartawan Senior dan Pegiat Literasi)

332
Kopdit Pintu Air, Dari Rotat Nian Tana Sikka Untuk Nusantara
Walburgus Abulat. Penulis.

 

DIKENAL boleh, dilupa jangan. Demikian satu adagium tua untuk mengingatkan kita pada aksi sekelompok orang muda Manggarai Raya yang tergabung dalam Stefanus Gandi (GS) Institute dan Perennial Institute
(PI) dalam satu kegiatan bertajuk Roadshow literasi Kewirausahaan, jurnalistik dan digital di era disrupsi dalam bingkai Kebangsaan.

Kegiatan ini digagas oleh Sekretaris Eksekutif Perennial Institute, Dr. Mantovanny M. Tapung, S.Fil, M.Pd, serta didukung penuh oleh Direktur GS Institute, Stefanus Gandi, S.Ab; dan Jurnalis Senior/Asesor Jurnalis Nasional Emanuel Dewata Oja Edo.

Ya, Kirab Literasi atau roadshow ini menyasar anak muda yang tengah bergumul di bangku pendidikan Menengah Atas dan Tinggi saat ini. Kirab literasi ini sedang dan akan terus berlangsung dari tanggal 14 Januari hingga 28 Januari 2022.

Tim Roadshow ini dalam waktu dua minggu yang telah diagendakan ini, tim SGI dan PI telah, sedang, dan akan mengadakan kegiatan di puluhan titik yang sebagian besarnya dilangsungkan di lingkungan seminari dan Perguruan Tinggi.

Ada pun kronologi persiapan dan kegiatannya.

Pertama, pada Jumat 14 Januari 2022, tim gabungan Stefanus Gandi Institute dan Perenial Lembaga mengadakan rapat konsolidasi dan persiapan yang dipimpin
oleh Stefanus Gandi dan Mantovanny Tapung. bertempat di Pluvia Hotel, Labuan Bajo.

Kedua, pada Sabtu, 15 Januari 2022 dilanjutkan rapat persiapan yang dipimpin pembentukan konsorsium Persatuan Wartawan Indonesia, Regio Manggarai Raya yang menghadirkan para jurnalis dan pelaku media cetak maupun online dari tiga Kabupaten di Manggarai Raya yang dilakukan oleh Emanuel Dewata Oja. Rapat yang sama juga dilanjutkan dengan persiapan Harian Jurnalis Tabloid Tani yang turut berpartisipasi dalam roadshow.Rapat yang menghadirkan 30 orang wartawan lokal dan nasional ini berlangsung di Hotel Flores, Labuan Bajo.

Ketika SG Institute dan Perennial Institute Perkuat Literasi Jurnalistik, Kewirausahaan dan Digital di Lingkungan Seminari dan Perguruan Tinggi Sedaratan Flores
Rektor Unipa Indonesia, Dr. Ir. Angelinus Vincentius, M.Si (Baju Batik) didampingi Sekretaris Eksekutif Perennial Institute, Dr.
Mantovanny M. Tapung, S.Fil, M.Pd (ke-3 dari kanan depan), Direktur SG Institute, Stefanus Gandi, S.Ab (baju biru),Wakil Rektor 1 Unipa Indonesia Dr. Jonas K.G. D. Gobang, S.Fil, M.A (ke-2 dari kanan) dan Jurnalis Senior/Asesor Jurnalis Nasional Emanuel Dewata Oja Edo (berkaca mata di belakang) berpose bersama beberapa dosen dan mahasiswa Unipa, usai Seminar, Selasa (25/1/22). Foto Walburgus Abulat

 

Ketiga, pada Minggu 16 Januari 2022 tim SGI dan PI melakukan dua kegiatan mengunjungi Paroki Kerahiman Ilahi, Sok Rutung Labuan Bajo dengan agenda Temu wicara dengan Pastor Paroki dan Utusan Pengurus Dewan Stasi dan Dewan Paroki. Pada kesempatan ini, Stefanus Gandi menyumbangkan 100 sak semen sebagai bantuan sosial bagi pembangunan salah satu Gereja Stasi pada pukul 11.00 hingga 13.00 Wita; dan pada pukul 14.00-15.30 Pimpinan SGI dan PI, Stefanus Gandi dan Mantovanny Tapung bertatap muka informal dengan Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat yang salah satunya untuk meminta restu Bapa uskup terkait agenda Roadshow dan pembicaran lain terkait bantuan material untuk pembangunan atau pembangunan gedung gereja di nomor Paroki atau bantuan sosial lain untuk kelompok kategorial gerejani di
bawah asuhan Keuskupan Ruteng.

Ketiga, pada Senin, 17 Januari 2022, Tim SGI dan PI mengadakan seminar bertajuk “Literasi Kewirausahaan, Jurnalistik dan Digital di Era Disrupsi” di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swakarsa Ruteng pukul
08.30 hingga pukul 12.00 Wita; dan pada 15.00-16.00 Wita, tim SGI dan PI mengunjungi Provinsialat SVD Ruteng yang diterima oleh Provinsial SVD Ruteng RP. Dr Paulus Tolos, SVD. Pertemuan ini membahas sejumlah hal dan pemberian bantuan dana bagi pembangunan SVD dari Stefanus Gandi.

Keempat, pada Selasa, 18 Januari 2022, Tim SGI dan PI menggelar Seminar “Literasi Kewirausahaan, Jurnalistik dan Digital di Era Disrupsi” di hadapan para mahasiswa Fakultas Pertanian, Peternakan dan
Teknologi (Faperta) Unika Santo Paulus Ruteng.

Kelima, pada Rabu, 19 Januari 2022 tim PGI dan PI melakukan dua kegiatan yakni pada pukul 09.00-12.00 mengadakan seminar bertajuk “Literasi Kewirausahaan, Jurnalistik dan Digital di Era Disrupsi” di hadapan para mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Unika St Paulus Ruteng; dan pada pukul 16.00 hingga selesai mengikuti Misa dan Ramah Tamah Natal dan Tahun Baru Bersama
para ODGJ yang telah pulih bersama keluarganya bertempat di Coffee for Rest Borong. Pada kesempatan ini Tim Pimpinan SGI, Stefanus Gandi memberikan bantuan sembako untuk para ODGJ, dan bantuan dari Provinsi SVD Ruteng kepada keluarga penderita yang telah pulih.

BACA JUGA :  Rare Earth Elements (REE) & Rencana Tambang Gamping Di Kab. Matim

Keenam, pada Kamis, 20 Januari 2022 pagi, tim SGI dan PI menggelar seminar “Literasi Kewirausahaan, Jurnalistik dan Digital di Era Disrupsi” di hadapan para siswa SMA Seminari Menengah Pius XII Kisol,
dan pada sore pukul 16.00-selesai, rombongan Stefanus Gandi dan tim SGI dan sejumlah jurnalis mendatangi lokasi lahan persiapan perkebunan jahe merah di Soa, Bajawa seluas 10 Ha. Hadir pada saat itu ketua DPRD Kabupaten Ngada, Bpk Bernadinus (Berny) Dhey Ngebu.

Ketika SG Institute dan Perennial Institute Perkuat Literasi Jurnalistik, Kewirausahaan dan Digital di Lingkungan Seminari dan Perguruan Tinggi Sedaratan Flores
Para mahasiswa Unipa menggelar fashion show di hadapan peserta seminar bertajuk “Urgensi Literasi Jurnalistik, Kewirausahaan, dan Digital di Era Disrupsi” di Aula Lantai II Nawacita Unipa Indonesia, Selasa (25/1/22). Foto Walburgus Abulat

 

Ketujuh, pada Jumat, 21 Januari 2022 pukul 09.00 hingga 11.00 Wita, tim menggelar Seminar “Literasi Kewirausahaan, Jurnalistik dan Digital di Era Disrupsi” di hadapan mahasiswa/I Sekolah Tinggi Pertanian
Flores Bajawa; dan pada 13.00-15.30 dilanjutkan seminar bertema yang sama di Seminari KPA St. Paulus Mataloko; dan pada pukul 16.00-19.00 Wita dilanjutkan seminar dengan tema serupa di hadapan siswa/I SMA Seminari St. Yohanes Berchmans, Todabelu, Mataloko.

Kedelapan, pada Sabtu, 22 Januari 2022, tim SGI dan PI menggelar Seminar “Literasi Kewirausahaan, Jurnalistik dan Digital di Era Disrupsi” di hadapan mahasiswa/I Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa,
Ende.

Kesembilan, pada Senin, 24 Januari 2022, tim SGI dan PI menggelar tiga kegiatan yakni pada pukul 09.00-12.00 Seminar bertema “Literasi Kewirausahaan, Jurnalistik dan Digital di Era Disrupsi” di hadapan para siswa Seminari Bunda Segala Bangsa, Maumere; pada pukul 14.00-15.00 , tim mengadakan kunjungan kebun percontohan “Pengembangan Teknologi Pertanian Modern dan bantuan dana dari Stefanus Gandi kepada Yance Maring, pelaku kreatif berbasis aplikasi digital; dan pukul 17.00-20.00 mengadakan Seminar
“Literasi Kewirausahaan, Jurnalistik dan Digital di Era Disrupsi” di hadapan para mahasiswa/Fratres gabungan Komunitas Ledalero dan Ritapiret di Aula Ritapiret.

Kesepuluh, pada Selasa, 25 Januari 2022 pukul 09.00 hingga 12.00 Wita, tim SGI dan PI mengadakan seminar “Literasi Kewirausahaan, Jurnalistik dan Digital di Era Disrupsi” di hadapan Mahasiswa/I
Universitas Indonesia Nusa Nipa, Maumere, dan pada pukul 16.30-19.30 menggelar seminar serupa di hadapan Siswa Seminari San Dominggo, Hokeng, Flores Timur.

Kedua belas, pada 26 Januari 2022, tim mengadakan dua kegiatan yakni Seminar “Literasi Kewirausahaan, Jurnalistik dan Digital di Era Disrupsi” di hadapan Mahasiswa/I Sekolah Tinggi Pastoral Reinha
Larantuka pukul 09.00 hingga 12.00 Wita, dan pukul 14.30, tim gabungan Roadshow kembali dari Larantuka menuju Labuan Bajo.

Ketika SG Institute dan Perennial Institute Perkuat Literasi Jurnalistik, Kewirausahaan dan Digital di Lingkungan Seminari dan Perguruan Tinggi Sedaratan Flores
Para mahasiswa Unipa sedang mementaskan Teater “Saksi Mata” saat kegiatan Seminar bertajuk “Urgensi Literasi Jurnalistik, Kewirausahaan, dan Digital di Era Disrupsi” di Aula Lantai II Nawacita Unipa Indonesia, Selasa (25/1/22). Foto Walburgus Abulat

 

Direktur GS Institute, Stefanus Gandi, S.Ab; dan Sekretaris Eksekutif Perennial Institute, Dr.Mantovanny M. Tapung, S.Fil, M.Pd dalam rilis yang diterima media ini, di Maumere usai mengikuti Seminar bertajuk
“Literasi Kewirausahaan, Jurnalistik dan Digital di Era Disrupsi” di Kampus Unipa Indonesia Maumere, Selasa (25/1/22) menjelaskan Roadshow literasi ini merupakan suatu gerakan sosial baru yang unik untuk
mengajak orang-orang muda terutama yang mengenyam bangku pendidikan untuk tidak hanya membaca tulis tapi juga melek menggunakan teknologi digital secara positif dan memberikan manfaat yang
ekonomis.

Dengan mengusung tema “Literasi Kewirausahaan, Jurnalistik dan Digital di Era Disrupsi”, lanjut Dr. Mantovanny maka roadshow ini merupakan langkah awal yang dipadu dengan aksi-aksi sosial kemanusiaan dan bantuan dana pembinaan pengembangan publikasi di sejumlah sekolah dalam menggunakan media digital secara kreatif dan inovatif.

“Stefanus Gandi Institute yang mendanai seluruh kirab literasi dan kemanusiaan lintas Flores ini, bersama Perennial Institute menjadi kepedulian dengan gerakan literasi dan kemanusiaan,” kata Mantovanny, seraya mengaku dalam roadshow ini, tim menemukan begitu banyak masalah yang melingkupi masyarakat, khususnya dalam konteks regional Flores pada era disrupsi sebagai impas dari lompatan kemajuan
teknologi digital dewasa ini.

BACA JUGA :  Api Lalap 1 Unit Rumah Kontrakan di Maumere, Uang Rp12 Juta Persiapan Sambut Baru Ludes Terbakar, dan Keluarga Penghuni Tersisa Pakaian di Badan

Tujuan

Doktor Mantovanny menjelaskan bahwa Gerakan Literasi mau mengajak agar orang muda peduli dan mahir pada kewirausahaan (entrepreneurship), keterampilan belajar, dan keterampilan jurnalistik dalam ranah
kepedulian terhadap realitas kebangsaan.

Doktor Mantovanny menyebut beberapa tujuan dari roadshow literasi ini.

Pertama, untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan produktivitas ekonomi sosial budaya di kalangan generasi muda.

Kedua, memperkuat mindset dan kesadaran untuk memiliki keterampilan belajar abad 21, yaitu: Berpikir Kritis, Berpikir Kreatif, Berkolaborasi dan Berkomunikasi.

Ketika SG Institute dan Perennial Institute Perkuat Literasi Jurnalistik, Kewirausahaan dan Digital di Lingkungan Seminari dan Perguruan Tinggi Sedaratan Flores
Para mahasiswa Unipa Indonesia menampilkan tarian kreasi di hadapan peserta Seminar bertajuk “Urgensi Literasi Jurnalistik, Kewirausahaan, dan Digital di Era Disrupsi” di Aula Lantai II Nawacita Unipa Indonesia, Selasa (25/1/22). Foto Walburgus Abulat

 

Ketiga, meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam memahami jurnalisme warga demi menjaga eksistensi kebangsaan.

Pimpinan SGI Stefanus Gandi menggarisbawahi bahwa generasi muda usia sekolah menengah dan tinggi saat ini merupakan kelompok sosial yang paling rentan dan masifnya penggunaan media sosial dan digital dewasa ini.

“Jika tidak diarahkan dan dibangun sikap kritisnya, serta mengubah pola pikir bisnisnya maka mereka akan memainkan peran terbatas pengguna yang memerlukan energi besar tetapi meminimalkan manfaat. Ini sangat konsumtif dan pada kondisi tertentu akan merusak bangunan hidup ekonomi, politik, sosial dan budaya masyarakat kita sendiri,” tutur Direktur Indojet Stefanus Gandi yang saat ini hampir di seluruh proses
operasional bisnisnya berbasis teknologi digital.

Di Seminari Maria BSB Maumere. (Dari kanan ke kir) Dr. Mantovanny Tapung, S Fil, M.Pd; Direktur SG institute Stefanus Gandi, Praeses Seminari Maria BSB, RD. Raymond Minggu, S.Fil, M.Pd saat kegiatan Literasi, Kewirausahaan, dan Digital, Senin (24/1/22). Foto Istimewa

 

Stefanus Gandi mengakui bahwa membaca dan menulis, tentunya menjadi pemahaman umum tentang literasi. “Akan tetapi dalam perkembangannya, paham itu lebih daripada dibandingkan dengan melek huruf. Ia menjadi bagian penting dari proses intelektual untuk beradaptasi dengan kemajuan.

Pandangan dominan di dunia pendidikan menyatakan bahwa literasi merupakan alat untuk mencerdaskan bangsa dan mengubah tatanan sosial menjadi lebih modern. Masyarakat dengan budaya literasi yang baik
merupakan masyarakat yang mengembangkan kemajuan,” katanya.

Sebagai contoh, lanjutnya, negara Jepang dan Jerman yang terkenal dengan budaya literasinya yang tinggi. “Kedua negara tersebut merupakan negara maju yang penuh dengan inovasi dan perkembangan ilmu
pengetahuan. Apa realitas yang terjadi di Indonesia atau NTT khususnya?” tanyanya retoris.

Sementara Dr. Mantovanny menambahkan bahwa berdasarkan studi “World’s Most Literate Nation” yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016 lalu diketahui bahwa Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara minat membaca. Kondisi ini jelas terlihat dalam konteks literasi, apalagi bila meneropong konteks regional dan lokal di NTT.

Ketika SG Institute dan Perennial Institute Perkuat Literasi Jurnalistik, Kewirausahaan dan Digital di Lingkungan Seminari dan Perguruan Tinggi Sedaratan Flores
Rektor Unipa Indonesia Dr.Ir. Angelinus Vincentius, M.Si (kiri) dan Sekretaris Eksekutif Perennial Institute, Dr. Mantovanny Tapung, S.Fil, M.Pd di Aula Nawacita Unipa Indonesia, Selasa (25/1/22). Foto Walburgus Abulat.

 

Dikatakannya, masyarakat kita saat ini sebagian masih memandang literasi hanya sebatas Kemelekan dalam membaca dan menulis. Padahal pemahaman tentang literasi Cakupannya lebih luas dan memiliki fungsi
lanjutan yang menyangkut banyak aspek dan segmen kehidupan. Menurut Pahl dan Roswell, dalam buku mereka Literacy and Education (2005:3), literasi disediakan satu set keterampilan netral yang kita miliki dan
kembangkan melalui pengajaran dan pembelajaran bahasa.

Namun, literasi selalu tersituasi di mana saja, dan terlebih literasi tidak dapat dipisahkan dari praksis sosial. Oleh karena itu, diperlukannya kesadaran dan pemahaman literasi sebagai praktik sosial yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.

“Saat ini, teknologi yang menawarkan kemudahan untuk mendapatkan informasi telah menjadi jalan pintas di saat membaca media cetak yang terasa membosankan, ditambah lagi membaca bermakna belum menjadi
budaya yang tertanam kuat. Sehingga pengguna sering ‘gagap membaca media informasi’ yang ditandai dengan kurangnya sikap kritis dalam memilah dan menerapkan akurasi informasi, kurangnya pemahaman terhadap informasi, atau menggunakan informasi untuk tujuan menghasut merusak. Oleh karena itu perlu ditanamkan pemahaman mengenai fungsi dan makna literasi dalam kehidupan sosial seseorang sejak dini, lebih khusus lagi di kalangan orang muda techsavvy,” ungkap Gandi, usahawan muda yang juga pengamat kebijakan publik itu.

Dalam buku hasil kolaborasi berjudul Situation Literacies, Barton dan Hamilton (2000:9) memberikan beberapa konsep penting untuk memahami literasi sebagai sosial-kemanusiaan. Menurut mereka, literasi
dimaknai sebagai pertimbangan praktik sosial, yang bisa dirunut dari berbagai peristiwa di mana teks tertulis dan sebagian orang yang terlibat di dalamnya. Dalam hal ini, menurut keduanya, praktik literasi memiliki tujuan tertentu dan berkaitan erat dengan tujuan sosial, ekonomi, politik dan praktik budaya secara umum. Literasi terkait dengan kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi dan menyampaikan informasi secara kritis tanpa terjebak dalam informasi palsu atau kabar bohong.

BACA JUGA :  Mengendus Fenomena Tanah Bergerak di Dusun Tado
Ketika SG Institute dan Perennial Institute Perkuat Literasi Jurnalistik, Kewirausahaan dan Digital di Lingkungan Seminari dan Perguruan Tinggi Sedaratan Flores
Direktur SG Institute Stefanus Gandi. (Foto: Walburgus Abulat)

 

“Literasi merupakan integrasi keterampilan mendengarkan, berbicara, menulis, membaca, dan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif. Tingginya tingkat literasi seseorang akan menjadikan orang tersebut mampu melakukan fungsi-fungsinya dalam kehidupan. Hal itu terlihat dari kemampuan seseorang dalam berbicara, memahami sebuah informasi dengan baik sehingga akhirnya mampu menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam hidup dan akhirnya literasi bisa menjadi cara untuk mencapai tujuan hidup,”
ungkap Dr. Mantovanny Tapung, selaku Sekretaris Eksekutif Perennial Lembaga yang juga menjadi penggagas gerakan literasi ini.

Dalam spektrum berpikir dan semangat yang sama, ketiga lembaga ini kolaborasi dalam kegiatan roadshow dalam bingkai seminar dan workshop literasi ini. Terbangunnya kesadaran kritis bersama, khususnya di kalangan insan pendidikan, untuk menyadari terhadap menguatnya pengaruh arus informasi publik yang memasuki ranah privat maupun ranah pendidikan. Maka roadshow ini pada langkah awal melakukan kegiatan literasi di sejumlah lembaga pendidikan di daratan Flores.

Dalam gerakan literasi ini, SGI dan PI jauh sebelumnya telah membangun komunikasi dengan berbagai lembaga pendidikan menengah dan Tinggi. “Untuk tahap awal ini, gerakan ini merupakan semacam
proyek percontohan sesuai kesepakatan kedua lembaga untuk menyasar jumlah Seminari Menengah dan Sekolah Tinggi atau Universitas yang ada di daratan Flores,” demikian Sekretaris PI menjelaskan.

Sebagaimana yang diterangkan di atas, roadshow ini menyasar beberapa Seminari yang telah dan akan menggelar Seminar/Lokakarya dalam rangkaian kegiatan kirab literasi ini antara lain: Seminari Kisol,
Seminari KPA Mataloko, Seminari Yohanes Berchmans Mataloko, Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere, dan Seminari Hokeng. Sementara itu beberapa Universitas yang telah dan akan menggelar acara yang sama
tentu dengan konten yang relevan, antara lain: Universitas Katolik Indonesia St. Paulus Ruteng, Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa, Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Sejumlah Kelompok Mahasiswa STFK Ledalero, Universitas Indonesia Nusa Nipa Maumere, dan Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka.

Ketika SG Institute dan Perennial Institute Perkuat Literasi Jurnalistik, Kewirausahaan dan Digital di Lingkungan Seminari dan Perguruan Tinggi Sedaratan Flores
Dr..Mantovanny Tapung,. S.FIl, M.Pd (kiri) dan Direktur SG Institute, Stefanus Gandi. (Foto: Walburgus Abulat)

 

Kita berharap melalui gerakan awal ini, unit-unit kreatif kewirausahaan dan jurnalistik di sekolah-sekolah yang kita libatkan dalam gerakan literasi ini akan mendorong untuk secara positif dan konstruktif menggunakan perangkat media yang mereka miliki, bukan hanya untuk tujuan edukatif, tapi juga untuk membangun usaha mandiri atau belajar ekonomi kreatif berbasis digital.

Tentu tidak serta-merta penyelesaiannya dalam roadshow singkat ini, karena yang paling penting adalah terbangunnya pola pikir baru yaitu mindset digital, bahwa berwirausaha tidak harus dimulai dengan modal besar atau penyediaan sarana prasarana fisik, semisal gudang atau pasar jual beli konvensional. Dunia virtual pun adalah tempat atau pasar paling efektif dan efisien dalam berbisnis. Apa dan bagaimana caranya, inilah yang menjadi domain kami dalam membangun minat dan kesadaran bermedia dan memanfaatkan media aplikasi digital untuk usaha mandiri bagi adik-adik yang saat ini ada di bangku pendidikan,”  kata Stefanus Gandi yang menerangkan pikiran awal terkait konsep kegiatan literasi ini.

Kita berharap agar roadshow literasi, kewirausahaan,dan digital yang diselenggarakan SGI dan PI dan menyasar sejumlah tempat pendidikan calon imam dan perguruan tinggi sedaratan Flores ini mampu melahirkan generasi muda bangsa dan gereja yang mahir di bidang  literasi, kewirausahaan, dan digital. Kita berdoa agar misi mulia ini senantiasa dirahmati Tuhan. Soli Deo Gloria. ***

kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.