Literasi Spater Maumere Jadi Jembatan Emas Menggapai Prestasi Gemilang Membangun Peradaban Budaya, Kemanusiaan, dan Sastra di Sikka

Oleh Walburgus Abulat (Wartawan Pojokbebas.com)

296
Literasi Spater Maumere Jadi Jembatan Emas Menggapai Prestasi Gemilang Membangun Peradaban Budaya, Kemanusiaan, dan Sastra di Sikka
Wartawan Pojokbebas.com Walburgus Abulat (kiri) didampingi Guru Bahasa Indonesia SMPK Frater Maumere, Adrianus Bareng, S.Pd (kanan) mendapatkan penjelasan dari siswa SMPK Frater Maumere-penjaga pameran terkait cerpen dan buku-buku karya siswa lembaga pendidikan ini saat meninjau pameran cerpen di Kampus SMPK Frater Maumere, Sabtu (27/11/2021) malam. Foto Istimewa.

 

KAMPUS SMPK Frater Maumere yang terletak di Jalan Kimang Buleng, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT pada Jumat 26 November hingga  Sabtu 27 November 2021 rada ramai.

Ribuan warga baik pelajar dari pelbagai SD di Kota Maumere, para lumni SMPK Frater Maumere, dan elemen warga, termasuk orang nomor dua di Kabupaten Sikka Wakil Bupati (Wabup) Romanus Woga bertandang ke lembaga pendidikan milik Yayasan Mardi Wiyata Pusat Malang ini.

Tak hanya Wakil Bupati, juga ada beberapa pejabat penting lainnya menyempatkan diri untuk berada di lingkungan pendidikan ini, di antaranya Plt. Kadis Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO)
Kabupaten Sikka Marthen Luther Adji; Rektor Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Dr. Ir. Angelinus Vincentius, M.Si; Anggota DPRD Sikka Benediktus Lukas Raja, para suster, pastor, dan elemen warga
lainnya.

Kedatangan tamu yang luar biasa  ke lembaga pendidikan itu bertujuan untuk melihat dari dekat pelbagai karya-karya yang dihasilkan 1.025 siswa SMPK Frater yang selama Bulan Bahasa Tahun 2021 tepatnya sejak 25 Oktober hingga 25 November 2021 telah menghasilkan puluhan karya-karya kreatif dan inovatif pada 15  bidang kreasi dan budaya seperti  Akustik, Perkusi/Orkestra, Musikalisasi Puisi, Story Telling,
Drama Bahasa Indonesia, Drama Bahasa Inggris, Demonstrasi Sains/KIR, Ciptakan puisi dan cerpen, Mading, Seni Lukis, Tarian Kreasi,  Stand up Comedy, Film Pendek, Master of Ceremony/Public Speaking.

Literasi Spater Maumere Jadi Jembatan Emas Menggapai Prestasi Gemilang Membangun Peradaban Budaya, Kemanusiaan, dan Sastra di Sikka
Dua siswa penulis cerpen unik dan fenomenal yang mendapatkan voucher berpose dengan Guru Bahasa Indonesia Adrianus Bareng, S.Pd di Ruang Pameran Cerpen SMPK Frater Maumere, Sabtu (27/11/2021). Foto Walburgus Abulat

 

Disaksikan media ini, selama dua hari kegiatan bertajuk “Merdeka Belajar Nyalakan Masa Depan Anak  Anak Indonesia”, sebanyak 1.025 siswa SMPK Frater yang dibagi dalam 5 kelompok ikut secara aktif dalam
kegiatan pameran dan pementasan. Para siswa yang berpartisipasi aktif selama kegiatan pameran terlibat
aktif dalam  kegiatan pameran 518  cerpen karya siswa selama Bulan Bahasa sejak 25 Oktober hingga 25 November 2021; pameran puisi, pameran desain poster, karya ilmiah remaja (KIR), film pendek, dan
majalah dinding (Mading).

Sementara dalam ajang  pementasan, para siswa mementaskan pelbagai kreativitas seni dan budaya seperti Akustik, Perkusi/Orkestra, Musikalisasi Puisi, Story Telling, Drama Bahasa Indonesia, Drama Bahasa Inggris, Tarian Kreasi,  Stand up Comedy, Film Pendek, Master of Ceremony/Public Speaking.

Beberapa pentasan menyedot perhatian pengunjung di antaranya  penampilan dari Idol Spater Speqsanter English Club Kupang_Helda Banbera Spater Mof; penampilan Drama Pendek Berjudul “Generasi Muda
Tampil  Percaya Diri”;  Wacana Dance; Story Telling berjudul The Legend of  Tangkuban Perahu dari Echa; penampilan dari Ovalangga Dance; dan beberapa acara menarik lainnya yang antara lain dipandu MC
Baptista S. Ledian Ngeta.

 

Pantauan media ini rangkaian acara pentas seni dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Sikka, Romanus Woga, yang terpusat  di lembaga pendidikan itu pada Jumat (26/11) malam. Sementara pameran
karya siswa dibuka oleh Plt. Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka pada Jumat (26/11) pagi.

Siswa Tampil Prima

Disaksikan media ini, selama dua hari kegiatan bertajuk “Merdeka Belajar Nyalakan Masa Depan Anak  Anak Indonesia”, sebanyak 1.025 siswa SMPK Frater yang dibagi dalam 5 kelompok ikut secara aktif dalam kegiatan pameran dan pementasan.

Para siswa yang berpartisipasi aktif selama kegiatan pameran terlibat dalam  pameran ratusan cerpen karya siswa selama Bulan Bahasa sejak 25 Oktober hingga 25 November 2021; pameran puisi, desain poster, karya ilmiah remaja (KIR), film pendek, dan mading.

Sementara dalam ajang  pementasan, para siswa mementaskan pelbagai kreativitas seni dan budaya seperti Akustik, Perkusi/Orkestra, Musikalisasi Puisi, Story Telling, Drama Bahasa Indonesia, Drama Bahasa Inggris, Tarian Kreasi,  Stand up Comedy, Film Pendek, Master of Ceremony/Public Speaking.

BACA JUGA :  Transformasi Teknologi 5G, Infrastruktur, dan Masa Depan Anak Cucu (Catatan Ketua MPR RI)

Beberapa pentasan menyedot perhatian pengunjung di antaranya penampilan dari Idol Spater Speqsanter English Club Kupang_Helda Banbera Spater Mof; penampilan Drama Pendek Berjudul “Generasi Muda
Tampil  Percaya Diri”;  Wacana Dance; Story Telling berjudul The Legend Of  Tangkuban Perahu dari Echa; penampilan dari Ovalangga Dance; dan beberapa acara menarik lainnya yang antara lain dipandu MC
Baptista S. Ledian Ngeta.

Penampilan para siswa ini mengundang decak kagum para penontong/undangan di antaranya Dion Ngeta, Yurika Sugiyono, dan sejumlah undangan dan alumni lainnya. “Saya sangat terhibur dengan pelbagai atraksi hasil kreasi para siswa SMPK Frater Maumere ini,” kata Dion Ngeta.“Anak-anak Spater sangat kreatif. Mereka telah menghasilkan karya yang unik dan fenomenal,” kata  Yurika Sugiyono.

Literasi Spater Maumere Jadi Jembatan Emas Menggapai Prestasi Gemilang Membangun Peradaban Budaya, Kemanusiaan, dan Sastra di Sikka
Siswi Spater Jessica Cheryl Hartono penulis dua buku PENA GADING AJAIB sebuah kumpulan Cerpen dan Buku BINTANG KEHIDUPAN Gadis Kecil Pengidap Kanker, dan penerima voucher tertinggi karena berhasil menulis dua cerpen yang sangat unik dan fenomenal berpose dengan Guru Bahasa Indonesia Adrianus Bareng, S.Pd di Ruang Pameran Cerpen SMPK
Frater Maumere, Sabtu (27/11/2021). Foto Walburgus Abulat

 

Literasi Jadi Jembatan Emas Meraih Kesuksesan

Pantauan media ini, salah satu pameran yang menyedot perhatian pengujung adalah pameran cerpen dan buku-buku  karya siswa yang berlokasi di salah satu ruang kelas SMPK Frater Maumere.

Betapa tidak. Di lokasi pameran ini, para pengunjung tidak saja menyaksikan 250 cerpen karya 74 siswa pegiat literasi/tulis menulis dalam sebulan terakhir, dan melihat pemajangan belasan buku karya siswa dan guru selama pandemi covid-19 saja. Tetapi di lokasi ini, para pengunjung bisa mendapatkan nilai lebih dari hasil karya cerpen dan buku. Karena para siswa yang ditugaskan untuk menerima pengunjung juga memberikan informasi plus kepada pengunjung karena petugas/siswa dan guru pendamping yang ditugaskan  bisa berdiskusi dan membedah tulisan-tulisan yang telah dihasilkan itu baik dengan cara menjelaskan pertanyaan pengunjung yang ingin mendapatkan penjelasan lebih lanjut terkait cerpen atau karya buku, maupun dengan menerima masukan, kritikan, dan saran dari pengunjung untuk penyempurnaan tulisan dimaksud.

Dalam konteks terakhir ini, maka lokasi pameran/pemajangan cerpen saat pameran dua hari itu berlangsung diberi nama  “Ruang Pameran, Diskusi, dan Bedah Cerpen”.

 

Pantauan media ini, beberapa petugas/pelajar yang ditempatkan di ruang ini di antaranya Jaquelyn Berylgilda Goenawan, Martina Yenika Mala, Yohanes Alexander Sepu, Raphael Francis Juan A., Joachima V. Monica
Bunga Botha, dan  The Ellen Kristin Hartman didampingi Guru Bahasa Indonesia SMPK Frater, Adrianus Bareng, S.Pd selalu aktif berdiskusi dengan pengunjung dan bahkan mereka membedah secara bersama beberapa cerpen yang dinilai unik dan fenomenal untuk didalami lebih lanjut atau sekadar berdiskusi menambah wawasan.

Beberapa cerpen unik dan fenomenal karya siswa di antaranya berjudul “Ada Pelangi Setelah Hujan,  Salah Kirim, Rasa yang Tak Pernah Datang, Pertemuan Tak Terduga, 14 Menit Terakhir, Buku Bersampul Coklat,  Aku dan Cerita Hidup;  Bingo; Mimpiku Harapanku; Berbagi Saat Malam Natal; Dendam Berdarah Ana dan ratusan cerpen lainnya.

Mengapa Mesti Cerpen

Guru Bahasa Indonesia SMPK Frater Adrianus Bareng, S.Pd yang juga Pendamping selama tahapan penggarapan cerpen kepada media ini menjelaskan bahwa dalam memaknai Bulan Bahasa Tahun ini, ia setelah berdiskusi dengan Kasek SMPK Frater Maumere dan Panitia memfokuskan kegiatan literasi selama Bulan Bahasa untuk fokus  mencipta/menulis cerpen. Ketika ditanya, mengapa mesti cipta  cerpen?

Adrianus memberikan alasan karena cerpen merupakan bagian dari produk peradaban perjalanan sastra Indonesia. Diakuinya, dalam cerpen mengandung nilai-nilai budaya untuk digali dan dikembangkan bagi
generasi penerus sastra masa depan bangsa. “Terdapat banyak fenomena hidup sekitar yang wajib direspon sekaligus wajib ditulis agar menjadi lebih kuat dan tidak hilang dalam peredaran sastra bangsa ini,”
katanya.

BACA JUGA :  Ketika Maumere Diver Community Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa di Dalam Laut Tanjung Kajuwulu
Literasi Spater Maumere Jadi Jembatan Emas Menggapai Prestasi Gemilang Membangun Peradaban Budaya, Kemanusiaan, dan Sastra di Sikka
Wakil Bupati Sikka Romanus Woga disaksikan Kasek SMPK Frater Maumere, Fr. M. Herman Yoseph, BHK, S.Pd (berjubah) dan perwakilan undangan/alumni membuka pementasan seni yang ditandai dengan pemukul gong pada Jumat (26/11) malam. Foto Walburgus Abulat

 

Pegiat literasi Spater/Sikka ini menggarisbawahi bahwa melalui kegiatan bulan Bahasa 2021 secara nasional dengan tema umum,”Berbahasa Indonesia Sehat, Indonesia Tangguh” maka peserta didik SMPK Frater
diberi ruang pelatihan untuk mengasah daya kreativitas sekaligus tumbuh dengan bahasa yang sehat dan segar untuk daerah dan bangsa supaya lebih baik melalui tema ”Pacu Karakter Baca – Tulis untuk
Menunjukkan Prestasi Siswa Melalui Inovasi yang Produktif dalam Bidang Cipta Cerpen”

Menurut Adrianus Bareng, peningkatan praktik baik berbahasa sehari-hari diwujudkan dalam Cipta Cerpen Berbahasa Indonesia. “Kurang lebih 75 siswa dengan 250 Cerpen Berbahasa Indonesia ikut mendukung
gerakan literasi sekaligus menjadikan Bahasa Indonesia bermartabat melalui menulis Cerpen,” katanya.

Adri menggarisbawahi bahwa sebagai sekolah aktif Literasi Nasional dan selalu menjadi finalis dalam berbagai kegiatan kompetisi literasi baik daerah dan nasional saatnya, Spater Maumere selalu  membuktikan bahwa literasi menjadi jembatan emas menggapai prestasi yang gemilang.

“Bagi kami, Literasi merupakan  Jembatan Emas bagi SMPK Frater Maumere dalam upaya menggapai prestasi gemilang  untuk membangun peradaban budaya dan sosial yang Fenomenal di Sikka melalui karya-karya siswa di bidang cerpen dan penulis buku,” kata Adri optimistis.

Pernyataan Pegiat Literasi Spater ini bukan sekadar lip service atau ucapan pemanis mulut belaka. Sebab, lembaga pendidikan ini telah menunjukkan hasil nyata di mana selama masa pandemi covid-19 tepatnya
tahun 2020/2021 ini, para siswa dan dua guru di lembaga pendidikan ini telah menerbitkan belasan buku di antaranya  INDONESIAKU sebuah Antologi Puisi karya  Christian P.F.Lilimanak, dkk; PENA GADING AJAIB
sebuah kumpulan Cerpen  karya Jessica Cheryl Hartono yang disunting oleh Guru Bahasa Indonesia Adrianus Barang, S.Pd dengan Prolog Robert Fahik; LAWAN CORONA  Tanpa Menebar Kepanikan  sebuah Antologi Inspiratif; BALADA SURAT UNTUK MENTERI  sebuah antologi Puisi SMPK Frater Maumere; MENGGENDONG SUNYI karya Guru Bahasa Indonesia Adrianus Bareng, S.Pd;  SURAT UNTUK SAHABAT  sebuah antologi puisi pelajar SMPK Frater Maumere; GEMU FA  MI RE Tarian  Menyatukan Dunia sebuah
Antologi Cerpen  SMPK Frater; KATA MAMA  Karya Jocelyn Brinets Noya; dan SELIMUT SARUNG POLITISI karya Guru  Karolus Dolu Tien Toulwala, S.Pd.

Literasi Spater Maumere Jadi Jembatan Emas Menggapai Prestasi Gemilang Membangun Peradaban Budaya, Kemanusiaan, dan Sastra di Sikka
Para siswa sedang menampilkan pementasan perkusi/orchestra di panggung Halaman SMPK Frater Maumere, Sabtu (27/11) malam. Foto Walburgus Abulat

 

Karya buku ini pasti bertambah dalam waktu dekat, apalagi Spater Maumere saat ini sedang dalam proses penerbitan   lima buah buku karya siswa; dan dalam sebulan terakhir tepatnya sejak 25 Oktober hingga 25
November 2021,  sebanyak 74 siswa peminat literasi/sastra lembaga pendidikan ini didampingi Guru Bahasa Indonesia Adrianus Bareng, S.Pd telah dan sedang merampungkan  518 cerpen yang sangat unik dan fenomenal. Pantauan media ini, sebanyak 250 cerpen yang unik dan fenomenal karya siswa-siswi SMPK Frater selama bulan Bahasa tahun ini dipajangkan dalam pameran bertajuk “Merdeka Belajar Nyalakan Masa
Depan Anak  Anak Indonesia”  yang dilangsungkan di lembaga pendidikan itu pada Jumat (26/11/2021) hingga Sabtu (27/11/2021).

Tak hanya berhenti di ajang pameran. Menurut Guru Bahasa Indonesia/Pendamping Siswa dalam literasi, Adrianus Bareng menjamin bahwa mulai tahun 2020, karya-karya siswa di bidang sastra/cerpen itu akan dibukukan. “Kami sudah bertekad agar semua karya siswa ini dibukukan. Setiap tahun akan kami terbit 10  buku. Untuk menyukseskan penerbitan buku ini, maka mulai tahun depan kami sudah memiliki penerbitan sendiri,” kata Adrianus Bareng.

BACA JUGA :  Saya Aktivis HAM dan Beriman (Tanggapan Atas Opini Marianus Gaharpung)

Terobosan SMPK Frater untuk memajukan literasi di lembaga pendidikan itu, patut diberikan apresiasi. Sebab, lembaga pendidikan ini tak hanya mendorong siswa untuk menghasilkan cerpen, dan buku; tetapi juga pihak pengelola sekolah bahkan memberikan penghargaan kepada pegiat literasi.

Misalnya, dalam ajang penulisan cerpen selama Bulan Bahasa Tahun 2021 ini, misalnya, Kasek SMPK Frater Maumere dan Panitia memberikan vocher berupa uang sebesar Rp350.000 kepada lima siswa yang menghasilkan enam cerpen yang agak unik dan fenomenal.

Kelima siswa itu adalah Jessica Cheryl Hartono (dua cerpen unik dan fenomenal) mendapatkan voucher Rp700.000; dan empat siswa lainnya penerima voucher lainnya:Joachima Vedruna Monica Bunga Botha,  The Ellen Kristin Hartman, Bernadetha  Varty  Carnelia  Chains  (7D), dan George Louis  Lelang masing-masing mendapatkan voucher Rp350.000. “Saya sangat meminati literasi khususnya menulis cerpen dan buku.Bagi saya, Literasi merupakan jembatan emas dalam menggapai prestasi gemilang  untuk membangun peradaban bangsa melalui goresan tulisan cerpen, novel, buku baik di bidang sastra, budaya, bidang kemanusiaan, dan bidang-bidang lainnya,” kata siswi Spater Jessica Cheryl Hartono penulis dua buku PENA GADING AJAIB  sebuah kumpulan Cerpen dan Buku BINTANG KEHIDUPAN  Gadis Kecil Pengidap Kanker.

 

Apresiasi

Sementara Kepala SMPK Frater Maumere, Fr. M. Herman Yoseph, BHK,. S.Pd dalam sambutannya saat penutupan pameran dan pementasan seni dan kreativitas siswa di halaman lembaga pendidikan itu, Sabtu (27/11) malam antara lain menyampaikan terima kasih kepada semua pihak di antaranya Pemkab Sikka, Wakil Bupati Sikka, Plt. Kadis PKO Sikka, orang tua siswa, panitia, para siswa dan semua pihak yang turut
mengikuti acara pameran dan pementasan seni.

“Saya atas nama SMPK Frater Maumere menyampaikan terima kasih atas partisipasi kita semua dalam menyukseskan acara pameran dan pementasan seni ini,” kata Frater Herman Yoseph.

Frater Herman Yoseph secara khusus menyampaikan apresiasi kepada kelompok siswa pegiat literasi yang telah menghasilkan belasan buku dan ratusan cerpen. “Saya menyampaikan apresiasi kepada semua siswa
Spater yang telah mengharumkan lembaga pendidikan ini, termasuk para siswa yang telah menerbitkan buku dan ratusan cerpen selama Bulan Bahasa tahun ini,” kata Kasek Fr. M. Herman Yoseph, BHK.

Demikianlah karya-karya unik dan fenomenal yang dihasilkan ribuan siswa SMPK Frater selama Bulan Bahasa Tahun 2021 ini. Karya-karya mereka telah dinikmati leh pengunjung yang menghadiri acara pameran
dan pementasan seni dari pelbagai pelosok Kabupaten Sikka pada Jumat dan Sabtu (26-27/11/2021) lalu.

Kiranya terobosan SMPK Frater ini dan karya-karya mereka menjadi inspirasi bagi elemen warga lainnya agar terus melahirkan terobosan di bidang apa saja, terutama di bidang literasi, budaya, sains, dan
bidang-bidang kemanusiaan lainnya.

Bersama pegiat literasi SMPK Frater Maumere, kita mengafirmasi bahwa literasi merupakan  jembatan emas bagi kita semua dalam upaya menggapai prestasi gemilang  demi cita-cita bersama membangun peradaban bangsa melalui budaya, inovasi terapan sains, kemanusiaan dan bidang-bidang lainnya yang unik, fenomenal dan mengandung masa depan bagi Indonesia umumnya, dan SMPK Frater/Sikka  khususnya dalam
upaya menjawab kebutuhan lembaga di pelbagai bidang ilmu, baik sastra, sains, budaya, maupun bidang-bidang kemanusiaan lainnya yang selaras zaman.Proficiat SMPK Frater. Sukses selalu. ***

kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.