kominfo iklan

Pastor, Suster dan Ribuan Umat Ikuti Jalan Sehat Emas Paroki St. Thomas Maumere

373
Para suster dan ribuan umat  tampak antusias mengikuti jalan sehat untuk memaknai perayaan emas Paroki SantoThomas Morus, Sabtu (24/9/2022). Foto Walburgus Abulat

 

MAUMERE, Pojokbebas.com – Para pastor,puluhan suster dari pelbagai kongregasi yang ada di Kota Maumere serta ribuan umat, Sabtu (24/9/2022) mengikuti jalan sehat untuk memaknai Perayaan Emas atau 50 tahun usia Paroki Santo Thomas Morus Maumere.

Jalan sehat yang dibuka secara resmi oleh Pastor Paroki Santo Thomas Morus RD. Laurens Noi didampingi Pastor Rekan RD. Quirinus Galmin dan RD. John Bajo  itu dimeriahkan oleh penampilan Marching Band dari siswa SMK Yohanes XXIII dengan mayoret Dominikus Kolins F, Mario,  Yustin dan Intans Sadipun.

Rute jalan sehat dimulai di Lapangan Kota Baru Maumere menuju Jalan Ahmad Yani, lalu ke Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Hasanudin, Jalan Ikan Bandeng, Jalan Moat Toda, lalu menuju Mapolres Sikka, dan selanjutnya Jalan Ahmad Yani untuk kemudian kembali ke Lapangan Kota Baru.
Turut hadir dalam jalan sehat ini di antaranya Pastor Paroki Santo Thomas Morus RD. Laurens Noi, Pastor Rekan yang juga Moderator OMK RD. Quirinus Galmin, Pastor Paroki Ili yang juga imam asal Paroki Thomas Morus, RD. John Bajo;  Pater Paskalis P.H. Leuwayan,SVD; Ketua Pelaksana II Panitia Emas Alfridus Aeng; Ketua Pelaksana III Germanus Goleng; Direktur RSUD Maumere, dr. Clara Yosephine Francis, MPH; Sekretaris Panitia Lambertus  Lama, Frater yang sedang menjalankan Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Paroki Thomas Morus, Fr. Yoseph Pehe; para pengurus DPP Paroki Santo Thomas Morus, Pengurus Stasi dan lingkungan, dan utusan elemen umat.

Marching Band SMK Santo Yohanes XXIII memeriahkan jalan sehat untuk memaknai perayaan emas Paroki Santo Thomas Morus, Sabtu (24/9/2022). Foto Walburgus Abulat

 

Sementara dari pihak sekolah yang hadir di antaranya para siswa SMK Yohanes XXIII Maumere, SMK Sint Gabriel Maumere, SMA Swasta Katolik Bhaktyarsa, SMPN I Maumere, SMPK Virgo Fidelis Maumere, SMPK Yapenthom I, SMPK Yapenthom II, dan beberapa sekolah lainnya.Para siswa didampingi para kepala sekolah dan para pembina sekolah.

Pantauan media ini, sepanjang jalan yang dilalui para peserta jalan sehat tampil semangat. Sebagian besar peserta mengenakan baju kaus bergambar Santo Thomas Morus dengan tulisan agak mencolok di bagian belakangnya yakni 50 Tahun Paroki Santo Thomas Morus Keuskupan Maumere 1972-2022.Sementara para pelajar dari pelbagai sekolah mengenakan baju olahraga seragam sekolah.

BACA JUGA :  Dua Hari Jokowi di Labuan Bajo, Kuliner Pondok Flores Raup Rp200 Juta

Menari Bersama

Seusai mengikuti jalan sehat, peserta mengikuti menari dan bergoyang ria bersama yang dilangsungkan di Jalan depan Kantor Pos dan Giro dan Gereja Kalvari Maumere. Di bawah panduan Dede Ola para peserta termasuk RD. Laurens Noi, RD. Quirinus Galman menampilkan tiga tarian kreasi sesuai dengan tiga lagu yang diputarkan saat itu yakni Gustavo V, Mata Pompa, dan Mundur Kiri-Kanan.

Mereka tampak bergembira ria dalam suasana persaudaraan, kekeluarga, dan spiritualitas Santo Thomas Morus yang terkenal dengan kesaksiannya The Kings good Servant, But God’s First (Aku adalah abdi raja yang setia, tetapi di atas segalanya aku adalah Abdi Allah.

Pastor Paroki Santo Thomas Morus, RD. Laurens Noi (tengah) didampingi Pastor Rekan RD. Quirinus Galmin (kiri) dan Wartawan Pojokbebas.com Walburgus Abulat (kanan) mengepalkan tangan untuk menyatakan kesiapan menyukseskan acara puncak  perayaan emas Paroki Thomas Morus yang akan dilaksanakan pada Kamis (29/9/2022). Foto Istimewa.

 

Siap Sukseskan Acara Puncak

Pastor Paroki Santo Thomas Morus Maumere, RD. Laurens Noi kepada media ini usai mengikuti jalan sehat mengemukakan bahwa dalam upaya memaknai perayaan Emas Paroki Santo Thomas Morus, Panitia telah menjalankan beberapa kegiatan di antaranya pertandingan bola voli putra dan putri pertandingan futsal, kuis kitab suci, dan lomba paduan suara.

obor ormas

Sementara pada acara puncak pada tanggal 29 September 2022 nanti, lanjut Romo Laurens, dimaknai dengan Perayaan Ekaristi yang akan dipimpin Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, dilanjutkan dengan launching Buku Emas Thomas Morus, dan kemasan acara hiburan yang dibawakan pelbagai elemen umat.Panitia sudah siap menyukseskan perayaan puncak Emas Paroki Santo Thomas Morus, kata Romo Laurens.

Para suster  tampak antusias mengikuti jalan sehat untuk memaknai perayaan emas Paroki Santo Thomas Morus, Sabtu (24/9/2022). Foto Walburgus Abulat

 

Sekilas Santo Thomas Morus

Thomas Moore atau Thomas Morus adalah martir Inggris, negarawan dan pengacara terkenal. Ia menjadi lambang kebanggaan para pengacara. Ia lahir di London pada tanggal 6 Februari 1478. Ayahnya Sir John Moore adalah seorang pengacara dan hakim pada Mahkamah Kerajaan. Ibunya Agnes Granger adalah seorang ibu yang saleh.

BACA JUGA :  Tiga Pemuda Asal NTT DiKriminalisasi, Kapolres Jakarta Selatan Terancam Dipecat

Ketika memasuki usia remaja, Thomas memulai pendidikannya di Sekolah Santo Antonius di London. Kira-kira pada tahun 1490, ia menjadi pelayan Kardinal John Morton, Uskup Agung Carterbury. Di sana ia mendapat pelajaran Bahasa Yunani di bawah bimbingan William Grocyn. Setelah itu ia memasuki pendidikan dalam bidang hukum di London. Setelah menyelesaikan studi hukum itu, ia menjadi anggota Parlemen pada tahun 1504.

Minatnya pada sastra klasik sangat besar. Oleh karena itu ia belajar lagi karya-karya klasik dari Aristoteles dalam bahasa Yunani. Selain mahir dalam bahasa Yunani, Thomas pun mahir berbahasa Latin dan Prancis, serta ahli di bidang sejarah, ilmu pasti dan musik. Keahlian-keahliannya ini membuat dia menjadi seorang pengacara yang populer tetapi juga orang yang ragu-ragu akan panggilan imamat yang sudah lama bergolak dalam batinnya. Atas nasihat Pastor John Colet, pembimbing rohaninya, Thomas akhirnya mengambil keputusan untuk tetap menjadi awam Katolik yang berkecimpung dalam bidang politik.

la kemudian menikah dengan Jane Colt pada tahun 1505. Tuhan mengaruniakan kepadanya tiga orang putri dan seorang putra. Sepeninggal istrinya Jane Colt pada tahun 1511, Thomas menikah lagi dengan Alice Maddleton seorang janda. Thomas benar-benar seorang awam Katolik yang beriman. Hidupnya sangat sederhana. Ia tidak pernah menerima uang semir untuk semua perkara yang ditanganinya. la bahkan berhasil memberantas korupsi dan kemalasan di dalam kantor Pengadilan Kerajaan. Sampai akhir hidupnya, ia tetap setia menjalankan tapa, doa dan renungan setiap hari. Seluruh anggota keluarganya setiap pagi diajaknya berdoa pagi dan malam. Pada waktu makan siang, mereka mendengarkan bacaan Kitab Suci atau riwayat Orang-orang Kudus. Dia sendiri setiap hari Jumat merenungkan sengsara Tuhan serta berbuat amal kepada orang-orang yang berkesusahan.

Keahliannya di bidang hukum dan sastra klasik membuat dia dikenal banyak orang hingga di luar negeri. Rumahnya ramai dikunjungi orang dan menjadi tempat pertemuan para ilmuwan dan seniman dari berbagai negara. Rakyat jelata sangat menyegani dan menghormatinya. Oleh karena itu, demi keberhasilan usahanya untuk memisahkan Gereja Inggris dari pengaruh Roma, Raja Henry VIII mengangkat dia menjadi Kanselir Kerajaan. Demi menunjukkan kepatuhannya kepada raja, Thomas menerima tugas ini.

BACA JUGA :  Mgr Hubertus Leteng, Pr Tutup Usia

Tetapi tiga tahun kemudian ia mengundurkan diri sebagai protes terhadap tindakan Raja Henry VIII yang ingin kawin lagi secara tidak sah dan ingin mengangkat dirinya sebagai Kepala Gereja di Inggris. Ia mengasingkan diri ke pedalaman. Karena tidak menghadiri perkawinan raja dengan selirnya maka Thomas ditangkap. Namun beberapa hari berikutnya ia dibebaskan lagi. la dipanggil untuk mengucapkan sumpah setia kepada raja dan semua tindakannya, terutama sumpah untuk mengakui raja sebagai Kepala Gereja di Inggris. la bersama Uskup John Fischer menolak untuk bersumpah. Bersama Uskup John Fischer, Thomas dipenjarakan lagi. Harta milik keluarganya disita.

Keluarganya sangat menderita karena peristiwa itu. Mereka meminta Thomas agar mengikuti saja kehendak raja seperti dilakukan banyak Uskup. Tetapi Thomas menolak permintaan keluarganya itu dan tidak mau ikut main sandiwara. la dengan setia mengikuti bisikan suara hati dan keyakinannya. Atas pertanyaan hakim: Apakah engkau menganggap dirimu lebih bijaksana dan jujur daripada uskup-uskup dan pembesar-pembesar kerajaan ini?, Thomas dengan tegas menjawab: Meski uskup-uskup tidak sependapat dengan aku, ada ratusan orang kudus yang mendukung aku, meski parlemen tidak sependapat dengan aku, aku didukung oleh konsili-konsili umum yang telah berkali-kali diadakan, meski seluruh kerajaan tidak sependapat dengan aku, seluruh kerajaan Kristen sependapat dengan aku. Karena ketegasan dan pendiriannya itu, kepalanya dipenggal pada tanggal 6 Juli 1535. la mati sebagai seorang martir, seorang awam Katolik yang beriman. *** (Walburgus Abulat)***

knpi
hanura

Leave A Reply

Your email address will not be published.