Pemerintah Beri Penghargaan kepada 11.000 Pejuang Eks Timor-Timur

213
Jika Pemilu Dilakukan Hari Ini, Prabowo Terpilih Jadi Presiden dengan 14,9% Suara
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto|Foto istimewa

 

ATAMBUA, Pojok Bebas.Com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan RI memberi penghargaan dan pin bela negara kepada 11.000 pejuang eks Timor-Timur, Kamis (44/11).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jendral Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Dadang Hendrayudha yang dilaksanakan di Stadion Haliwen Atambua.

Acara tersebut juga dihadiri Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM. Acara tersebut diawali dengan upacara yang dihadiri ribuan patriot bela negara yang dirangkai dengan penyerahan penghargaan dan penyematan pin patriot oleh Dirjen Pothan Kemenhan, Sekda Provinsi NTT dan Bupati Belu kepada 23 perwakilan penerima.

Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto dalam sambutannya yang dibacakan oleh Dirjen Pothan Kemenhan, Mayjen TNI Dadang Hendrayudha mengatakan  pemberian penghargaan dan pin bela negara ini merupakan salah satu wujud penghargaan negara kepada warga negara Indonesia yang berjasa dalam usaha menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

 

Menhan Prabowo Subianto berharap kegiatan ini dapat dijadikan momentum untuk menumbuh-kembangkan semangat bela negara yang bukan hanya tugas TNI dan Polri, bukan hanya tugas petinggi negara namun merupakan tugas dan kewajiban kita semua sebagai warga negara Indonesia.

“Saya mengajak kita semua untuk menjalankan tugas dan kewajiban kebangsaan serta bersama-sama berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara sesuai dengan peran dan profesi kita masing-masing,” pesan Menhan Prabowo.

Pemerintah Beri Penghargaan kepada 11.000 Pejuang Eks Timor-Timur, Prabowo Subianto: Ini Bentuk Perhatian Atas Pengorbanan dan Kesetiaan Kepada NKRI
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan RI memberi penghargaan dan pin bela negara kepada 11.000 pejuang eks Timor-Timur, Kamis (44/11). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jendral Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Dadang Hendrayudha yang dilaksanakan di Stadion Haliwen Atambua. Acara tersebut juga dihadiri Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM. (Foto: prokopim Belu)

 

Pada kesempatan itu, Menhan Prabowo juga mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan dan pin patriot bela negara.

“Saudara sebagai kader Bela Negara Provinsi NTT yang menerima penghargaan pada hari ini. Kalian adalah warga negara Indonesia yang telah berjuang mempertahankan Timor-Timur dari tahun 1975 sampai dengan pasca jajak pendapat pada tahun 1999. Kesetiaan saudara-saudara kepada NKRI diwujudkan dengan memilih untuk tetap menjadi warga negara Indonesia pasca referendum pada tahun 1999 yang membuat Provinsi Timor-Timur lepas dari Indonesia menjadi negara Timor Leste,” ujar Menhan Prabowo.

 

Diakhir sambutannya, Menhan mengatakan bahwa setiap warga negara Indonesia yang telah membela dan mempertahankan kedaulatan NKRI berhak menerima penghargaan.

“Penghargaan ini diberikan Kementerian Pertahanan berupa piagam dan pin bela negara, ini merupakan bentuk komitmen dan perhatian atas pengorbanan kesetiaan kepada NKRI,” ucapnya.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Ir. Benediktus Polo Maing menyampaikan apresiasi dan proficiat atas penganugerahan penghargaan bela negara dan penghargaan PIN bela negara bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.

“Saya atas nama Gubernur dan Pemerintah Nusa Tenggara Timur menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertahanan melalui Bapak Dirjen yang berkenan hari ini memberikan penghargaan dan pin patriot bela negara,” ungkapnya.

Lanjut Gubernur NTT bahwa dengan bermodalkan sikap dan jiwa patriot, Pemerintah mengharapkan dukungan dan peran semuanya untuk bersama-sama menghadapi tantangan dan persoalan kebangsaan di daerah ini khususnya dalam membangun daerah ini.

 

“Pemerintah terus dengan berbagai program berusaha bersama masyarakat meningkatkan kemajuan anak bangsa. Tidak kurang dari 1,1 juta warga masyarakat NTT yang masih berada dibawah garis kemiskinan, dan ini menjadi tugas pemerintah, masyarakat dan semua pihak termasuk para patriot bela negara,” terangnya.
Terkait Covid-19, Gubernur NTT menyampaikan saat ini memang orang-orang yang terpapar cenderung menurun tetapi kita tidak boleh lengah, dan bentuk konkrit yang bisa kita lakukan adalah disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Diakhir sambutannya, Gubernur NTT mengajak para patriot Bela Negara untuk tetap tampil sebagai tokoh di lingkungan masing-masing dengan memberi keteladanan sebagai pekerja keras yang terus membangun diri dan keluarga.

“Penghargaan serta pin yang disematkan didada bukan sebuah simbol yang tidak ada arti, simbol itu menunjukkan ketokohan. Oleh karena itu kami harapkan tetap tampil sebagai tokoh di lingkungan masing-masing serta menjadi perpanjangan tangan, penyuluh swadaya, agen pemerintah, dan semua pihak yang bergerak di dalam pembangunan ini,” ajak Laiskodat.*(Edit. Pb-7 /@prokompimbelu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.