Pemkab Mabar Kucurkan Rp 9,2 Miliar Bangun Sentra IKM di Lembor

685
Pemkab Mabar Kucurkan Rp 9,2 Miliar Bangun Sentra IKM di Lembor
Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Manggarai Barat, Danggur Gayetanus, SP saat ditemui Wartawan di ruangan kerjanya, Selasa (21/6/2022). Foto/Robert Perkasa

 

LABUAN BAJO | Pojokbebas.com | Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) mengucurkan anggaran sebesar Rp 9.200.723.312 untuk pembangunan infrastruktur sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Poco Rutang, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Pembangunan infrastruktur sentra IKM tersebut bersumber dari dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2022. Dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana PT. Haberka Mitra Persada, Konsultan Pengawas CV. Brometer Entete dan Konsultan Perencana CV. Galaksi Permai Konsultan dengan jangka waktu pelaksanaan 195 hari kalender.

Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Manggarai Barat, Danggur Gayetanus, SP menjelaskan sentra IKM itu dibangun di atas lahan seluas 35 m x 110 m (3.850 meter persegi). Sekira 100 meter sebelum pintu masuk kantor Camat Lembor, tepatnya di samping lapangan sepak bola Kaka Botek, Desa Poco Rutang.

Gayetanus menyebutkan ada 5 unit bangunan sentra IKM yang dikerjakan. Dua unit berlantai dua. Sentra IKM ini dilengkapi dengan ruangan produksi, beragam peralatan tenun sebanyak 20 unit, mesin jahit, galeri untuk menyimpan hasil produksi tenun ikat yang siap dipasarkan, ruangan kantor dan area parkir.

Infrastruktur IKM itu serupa balai latihan kerja untuk meningkatkan kapasitas para penenun yang tersebar di sekitar sentra Industri tersebut melalui pelatihan intensif  berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa Dinas Perindagkop telah lama mendampingi puluhan kelompok penenun di Desa Poco Rutang dan beberapa Desa sekitarnya. Kelompok penenun itu sudah lama memproduksi  kain tenun. Pelatihanan intensif dilakukan untuk meningkatkan keterampilan para penenun serta mampu berdaya saing dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat kelompok IKM.

“Kelompok IKM kita sudah siapkan dan sudah lama mereka memproduksi kain tenun. Kain tenun itu ke depannya diprediksi semakin menjanjikan dan sangat diminati berbagai kalangan masyarakat, seperti tenun songket dengan variasi motif-motif yang menarik. Dengan adanya sentra IKM ini dapat memacu motivasi para pengrajin tenun di Kecamatan Lembor untuk menciptakan produk yang mengikuti tren dan selera konsumen saat ini,” jabar Gayetanus saat ditemui Wartawan di ruang kerjanya, Selasa (21/6/2022).

BACA JUGA :  Pimpin KTT ASEAN-AS, Jokowi: Hentikan Perang di Ukraina Sekarang Juga
Pemkab Mabar Kucurkan Rp 9,2 Miliar Bangun Sentra IKM di Lembor

Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Manggarai Barat, Danggur Gayetanus, SP didampingi sejumlah staf saat memantau lokasi proyek pembangunan gedung sentra Industri Kecil Menengah di Desa Poco Rutang, Kecamatan Lembor, Senin (20/6/2022). Foto/Istimewa

 

Daya Tarik Wisata

Gayetanus juga menjelaskan, sentra IKM itu nantinya tidak hanya sebagai tempat pelatihan untuk kelompok tenun, tetapi juga didesain menjadi salah satu Daya Tarik Wisata (DTW) atau spot wisata baru di Manggarai Barat.

Para wisatawan yang datang tidak hanya disuguhkan  dengan beraneka jenis kain tenun hasil produksi kelompok tenun, tetapi juga mereka melihat secara langsung proses produksinya di tempat itu.

“Sentra IKM tenun ikat ini nantinya dapat juga menjadi salah satu objek wisata tenun yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Untuk tamu wisatawan lokal maupun mancanegara nanti kita arahkan ke sana agar mereka bisa lihat langsung produksi tenun ikat mulai dari proses awal hingga hasilnya,” kata Gayetanus optimis.

Ia berharap agar Kontraktor Pelaksana dapat mengerjakan gedung tersebut  tepat waktu yang telah ditentukan dalam kontrak kerja, yaitu mulai tanggal 14 Juni hingga selesai September 2022.

“Saya berharap pekerjaan tersebut harus tepat waktu, karena sesuai dengan SPK (Surat Perintah Kerja) itukan penetapan tanggal kerja yaitu sejak tanggal 14 Juni 2022 dan akan berakhir pada tanggal 27 September. Pihak kontraktor harus bekerja sungguh-sungguh dan tidak boleh main-main,” tegasnya. *(Robert Perkasa)

kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.