Pihak Keluarga  Korban Tolak Lakukan Autopsi Jenazah

1.340
Pihak Keluarga  Korban Tolak Lakukan Autopsi Jenazah
Petugas medis Puskesmas Rekas saat membawa jenazah RH menuju ruang pemeriksaan visum. Foto/Robert Perkasa

 

MBELILING | Pojokbebas.com | Alfonsius Sahu atas nama keluarga korban membenarkan keluarganya menolak autopsi terhadap korban dan menolak laporan polisi.  Alfons menjelaskan alasan penolakan karena berdasarkan kesepakatan keluarga.

“Kami keluarga sudah sepakat untuk menolak autopsi dan menolak membuat laporan polisi. Kami menerima peristiwa ini dengan ikhkas”, ungkap Alfons Sahu yang ditemui Wartawan di halaman  rumah duka, Kampung Ranong, Selasa (28/6/2022) petang Wita.

dr. Ardina F. Purba, dokter Puskesmas Rekas menjelaskan hasil pemeriksaan visum. Dijelaskan, pemeriksaan  visum mulai dari kepala hingga kaki korban. Hasil pemeriksaan, dokter menemukan lebam di beberapa bagian tubuh korban. Dari lebam tersebut, dokter menyatakan korban meninggal dunia sekitar kurang lebih 12 jam (sebelum pemeriksaan visum dilakukan Selasa pukul 14.30 Wita).

“Tadi dibawa ke sini oleh keluarga dan  pihak kepolisian juga. Pasien ditemukan di kebun. Hasil pemeriksaan visum di Puskesmas Rekas, dari kepala hingga kaki ditemukan lebam di sekitar dada depan dan belakang. Kemudian lebam di sekitar paha dan lebam di  kaki. Terdapat juga kaku mayat di tangan dan di kaki”, jelas dr. Ardina ketika dikonfirmasi Wartawan di Puskesmas Rekas.

“Dari lebam dan kaku mayat tersebut, kita bisa memperkirakan kematian korban sekitar kurang lebih 12 jam”, ujar dr. Ardina usai melakukan pemeriksaan visum terhadap jenazah korban, Selasa (28/6/2022) pukul 15.02 Wita.

Kendati demikian, dr. Ardina tidak bisa memastikan penyebab kematian korban.  Dia menjelaskan, untuk memastikan penyebab kematian korban harus dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Namun, kata dia, pihak keluarga menolak  autopsi terhadap jenazah korban.

“Pihak keluarga tidak bersedia melakukan autopsi. Kita tidak bisa memastikan penyebabnya apa, karena untuk memastikan penyebab kematian harus melakukan autopsi. Akan tetapi tadi korban keluar cairan dari hidung dan mulut.  Kemungkinan minum racun, tapi kita tidak bisa pastikan. Kalau lakukan autopsi kan jelas penyebab kematiannya apa. Tadi kita sudah edukasi pihak keluarga korban dan memberikan penjelasan”,tutur dr. Ardina Purba.

BACA JUGA :  PM Netanyahu Sebut Normalisasi Hubungan Arab-Israel Pemenuhan Nubuat Alkitab

Senada, Kepolisian Sektor (Polsek) Sano Nggoang menghentikan penyidikan kasus penemuan jenazah di Dusun Ranong, Desa Golo Damu, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat.

Kapolsek Sano Nggoang, Ipda Juharis menjelaskan, penghentian penyidikan kasus tersebut karena pihak keluarga korban menolak autopsi jenazah dan tidak mau membuat laporan polisi. Pihak keluarga korban juga telah menandatangani surat pernyataan yang isinya  tidak  mempersoalkan lagi kasus kematian korban. Mereka dengan ikhlas menerima kematian korban  sebagai takdir Yang Maha Kuasa.

Menanggapi penolakan keluarga korban, Kapolsek Juharis mengatakan  menghargai keputusan pihak keluarga. Dengan demikian, kata dia, kepolisian menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarganya untuk melakukan pemakaman jenazah.

“Tindakan lanjutan kami  seharusnya melakukan autopsi  di RS Komodo Labuan Bajo. Tetapi dari pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Sehingga kami pun menghargai pendapat pihak keluarga  yang menolak autopsi dan sekaligus mereka tidak ingin membuat laporan polisi”, kata Kapolsek Juharis saat diwawancara Wartawan di sekitar rumah duka, Kampung Ranong, Selasa (28/6/2022) petang.

“Untuk menguatkan tindakan kami harus dibuatkan surat pernyataan penolakan oleh keluarga bahwa tidak akan mempersoalkan  lagi kasus penemuan jenazah ini. Karena pihak keluarga tidak membuat laporan polisi, maka kami pun tidak melakukan tindakan penyelidikan. Kami serahkan jenazah kembali ke pihak keluarga untuk melakukan pemakaman jenazah”, jelas Kapolsek Juharis.

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga yang ditemui di rumah duka, jenazah RH akan dikuburkan di TPU Kampung Ranong, Rabu (29/6/2022) besok. *(Robert Perkasa).

kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.