kominfo iklan

Pihak Prudential Belum Juga Mengembalikan Uang, Nasabah Bank Pemilik Kartu Kredit BCA Merasa Ditipu

264
Klarifikasi Pihak Prudential atas Video Viral Nasabah Gebrak Meja Sambil Berteriak “Tukang Tipu”
Kantor PT Prudential Jakarta. (Foto istimewa)

 

JAKARTA, Pojokbebas.com – Pemegang Kartu Kredit sebuah bank atas nama Yohanes mengaku kecewa terhadap pihak Asuransi Prudential karena hingga hari ini belum mengembalikan uang miliknya yang ia klaim diambil Prudential melalui cara-cara mirip penipuan berkedok pegawai Bank. Hal itu disampaikan Yohanes ke Redaksi Pojokbebas.com, Selasa (22/02/22).

“Ya, saya kecewa, hingga saat ini pihak Prudential tidak punya itikad baik mengembalikan uang yang diambil melalui cara-cara yang tidak pantas dilakukan oleh sebuah badan Asuransi,” kata Yohanes.

Ya, pengakuan merasa ditipu oleh agen Prudential memang telah diungkapkan Yohanes, warga Jonggol, Bogor. Menurut pengakuannya kepada Redaksi Pojokbebas.com hal itu bermula ketika seseorang menghubunginya melalui nomor handphonenya pada Jumat, 11 September 2020.

Kepada Yohanes orang tersebut mengaku sebagai orang BCA pusat, lalu menanyakan terkait Kartu Kredit BCA yang dipegang Yohanes, apakah ada masalah atau tidak.

“Ini dari Bank BCA Pusat Bapak Yohanes. Kami menghubungi bapak selaku nasabah kami pemilik Kartu Kredit BCA ya Pak Yohanes. Billing tagihan yang dikirim oleh kami, BCA, setiap bulan, masih diterima dengan baik, dan tidak ada keterlambatan Pak Yohanes?,” yang dijawab “masih” oleh Yohanes.

“Dipastikan lancar tidak ada kendala ya Pak Yohanes ya?” disahut lancar oleh Yohanes.

Lalu pihak yang mengaku dari BCA pusat itu juga menyampaikan beberapa saran terkait penggunaan Kartu Kredit BCA secara bijak.

“Informasi yang kedua, ini yang wajib kami sampaikan ke Pak Yohanes, saat ini BCA sudah bisa memberikan kepercayaan lebih kepada Pak Yohanes, untuk lebih bijaksana dalam menggunakan kartunya. Karena,  maaf, namanya Kartu Kredit, banyak nasabah kami menggunakan Kartu Kredit sebatas konsumtif, belanja ritaile atau pengeluaran ya Pak Yohanes. Tapi kartu kredit yang sudah bapak gunakan di Bank BCA sudah diperluas ya Pak Yohanes, sudah bisa bapak gunakan sebagai sarana dalam penyimpanan uang atau pengumpulan dana,” tutur pihak yang mengaku orang BCA pusat tersebut.

Pria yang mengaku dari Bank BCA pusat itu juga menyampaikan terkait Yohanes dipilih oleh BCA Pusat karena dipercaya oleh pihak BCA untuk membuat tabungan program perlindungan di BCA yang menurutnya sama sekali tidak ada pemotongan satu rupiah pun bila dibandingkan dengan bentuk tabungan di bank yang ada pemotongan administrasi. Dan itu berlangsung selama lima tahun. Dana itu, menurutnya, akan diambil dengan cara auto debit Kartu Kredit setiap akhir bulan. Jadi, dia memang berlagak sebagai pegawai Bank BCA.

BACA JUGA :  Pegiat Konservasi Desa Nanga Bere Lepasliarkan 422 Tukik Penyu

“Pak Yohanes dipilih oleh BCA Pusat karena dipercaya oleh pihak BCA untuk membuat tabungan program perlindungan di BCA yang sama sekali tidak ada pemotongan satu rupiah. Kalau dalam bentuk tabungan di bank kan ada pemotongan administrasi ya pak. Dan itu berlangsung selama lima tahun. Dana itu akan diambil dengan cara auto debit dari Kartu Kredit pak Yohanes setiap akhir bulan,” terangnya melalui nomor telepon 089529873852.

Dari dialog di telepon selama dua puluhan menit itu, baru di beberapa menit terakhir dia mengatakan bahwa dengan mengikuti program ini Yohanes menjadi nasabah Prudential, yang diucapkannya dengan volume suara yang lebih kecil.

Mendengar kalimat itu Yohanes mengaku sempat terkejut dan menanyakan lagi sebagai nasabah apa. Lalu dengan manis dijelaskan oleh pihak yang mengaku orang BCA pusat tersebut.  “Penjaminya Prudential yang Rp250 Juta itu ya pak Yohanes, kalau saat ini kami langsung dari Bank BCA pusat ya pak. Cuma yang namanya pihak bank kan gak bisa mengeluarkan yang namanya perlindungan tadi ya pak Yohanes. Penjaminnya asuransi terbaik di Asia Tenggara, Prudential,” jelasnya.

Lalu Yohanes diberitahu bahwa ia mempunyai hak setelah membaca program polis selama 14 hari sejak polis diterima. “Apabila dalam waktu tersebut ada perubahan keputusan maka perlindungan ini akan dikembalikan lagi ya pak. Dan Kartu Kredit BCA sebagai pembayar preminya,” tuturnya.

Saat polis diterima, dimana tidak ada nama BCA dalam surat yang diterima Yohanes, ia mengaku membukanya lalu tertera tulisan Pernyataan Transaksi Polis Prudential dan pemberitahuan dari Prudential soal pembayaran premi melalui Autodebit Kartu Kredit BCA.

Juga dalam surat dengan Prihal Perubahan Cara Pembayaran Premi/Kontribusi  tersebut terdapat tulisan bernada pemberitahuan “Apabila Bapak mengajukan Surat Kuasa Pendebitan Kartu Kredit (SKPKK) bersamaan dengan Surat Pengajuan Asuransi Jiwa (SPAJ), maka surat ini merupakan konfirmasi bahwa cara pembayaran polis sudah kami proses sesuai Surat Kuasa Pendebitan Kartu Kredit (SKPKK) yang diajukan oleh Bapak.” Padahal Yohanes mengaku hanya melalui telepon dengan orang yang mengaku dari BCA pusat yang oleh orang BCA Pusat sendiri saat dikonfirmasi melalui telepon menyatakan bahwa orang yang menghubungi Yohanes tersebut bukan orang BCA melainkan orang Prudential.

BACA JUGA :  Jokowi Minta Pemda Gunakan APBD untuk Atasi Masalah Akibat Kenaikan Harga BBM

Karena itu, lantaran melihat ada hal yang janggal, termasuk soal surat-menyurat yang diminta Yohanes agar dikirim ke kantor tapi malah dikirim ke rumah, Yohanes pun berubah pikiran. Ia memutuskan untuk tidak mengikuti program yang ditawarkan tersebut. Yohanes pun menyimpan dan mendiamkan dua surat kiriman dari Prudential tersebut dengan pemikiran kalau tidak ia tanda-tangani toh ia tidak jadi mengikuti program yang ditawarkan kepadanya.

obor ormas

Tapi di luar dugaan Yohanes, rupanya wawancara melalui telepon tersebut sudah menjadi bukti bahwa Yohanes menjadi nasabah Prudential. Dan pada akhir bulan Oktober Kartu Kredit Yohanes terdapat tagihan Rp460-an yang belakangan diketahui untuk membayar premi asuransi Prudential.

Lalu Jumat, 29 Oktober Yohanes menelepon ke Halo BCA 1500888. Costumer Service BCA ketika itu menjelaskan tiga poin. Satu, yang menghubungi Yohanes bukan orang BCA tapi orang Prudential. Pihak BCA tidak tahu menahu soal itu; dua, pendebitan dilakukan atas permintaan Prudential; tiga, Kartu Kredit BCA memang ada kerja sama dengan Prudential untuk pendebitan premi asuransi.

Karena merasa ditipu, ketika itu juga Yohanes meminta agar BCA mengembalikan uang yang sudah lari ke rekening Asuransi Prudential tersebut.

Atas permintaan Yohanes tersebut pihak BCA pada hari itu juga meminta pihak Prudential untuk menghubungi Yohanes. Tapi saat dikonfirmasi beberapa hari kemudian, hal itu tidak dilakukan pihak Prudential.

Lalu Yohanes kembali menelepon ke BCA pada Kamis (5/11) dengan customer line BCA ketika itu adalah ibu Rose guna menanyakan perkembangan pengaduannya beberapa hari sebelumnya. Pihak BCA memberitahu Yohanes terkait langkah pihak BCA di tanggal 29 Oktober tersebut di atas.

Lalu lagi-lagi Yohanes menanyakan soal apakah  benar pihak BCA Pusat yang meneleponnya untuk mengikuti program tabungan perlindungan di BCA dengan penjaminnya adalah Prudential. Customer line BCA menerangkan kepada Yohanes begini, “Seharusnya itu dari pihak asurasi  (yang menghubungi bapak-red), kami tidak tahu-menahu mengenai itu.”

BACA JUGA :  2 Anak Pemimpin Junta Myanmar dan 6 Perusahaannya Disanksi AS

Yohanes lalu menghubungi pihak Prudential pada Rabu (11/11) dan tersambung dengan ibu Mieke. Berbeda dengan keterangan pihak BCA, ibu Mieke menerangkan bahwa yang menelepon Yohanes adalah orang BCA Pusat.

“Orang BCA yang telepon bapak, tapi mereka (bank-red) gak mengeluarkan asuransi. Tapi memang kerja sama dengan Prudential,” ungkap Ibu Mieke kepada Yohanes, Rabu (11/11) melalui sambungan telepon.

Ada Kejanggalan

Dalam kasus ini ada beberapa kejanggalan yang dirasakan oleh Yohanes.

Satu, dari awal dialog orang yang mengaku pihak BCA Pusat tersebut tidak bicara soal asuransi dan premi asuransi tapi dalam surat yang diterima Yohanes, baru terang semuanya bahwa pembicaraan samar-samar program tabungan di BCA terebut rupanya adalah asuransi yang dalam polisnya hanya tertera “perlindungan finansial bagi bapak dan keluarga.”

Dua, orang yang mengaku dari BCA pusat menanyakan soal Kartu Kredit lalu bicara soal program tabungan di BCA, tapi ujung-ujungnya mengarahkan dan memutuskan bahwa Yohanes menjadi nasabah Asuransi Prudential.

Ketiga, polis Asuransi Prudential bisa langsung dicetak tanpa konfirmasi terlebih dahulu dengan nama yang tertera dalam Polis dan tidak memerlukan tanda-tangan. Artinya, pihak yang mengaku orang BCA pusat tersebut menggunakan data lama milik Yohanes di Prudential dimana sebelumnya ia pernah manjadi anggota asuransi tersebut tapi kemudian berhenti.

Keempat, pihak yang mengaku orang BCA memainkan peran sebagai orang BCA Pusat agar nasabah BCA pemilik Kartu Kredit bisa dengan mudah menyatakan setuju untuk proses autodebit kartu kredit guna membayar program tabungan yang ujung-ujungnya adalah premi asuransi.

Kelima, pihak yang mengaku orang BCA Pusat tersebut adalah orang Prudential yang menggunakan nama Bank BCA untuk memuluskan aksinya menjerat pemilik Kartu Kredit di BCA sehingga menjadi nasabah Prudential.

Hingga berita ini diturunkan, Yohanes mengaku belum ada niat baik pihak Prudential untuk mengembalikan uang yang sudah di-autodebit dari kartu kredit BCA-nya.

Dan Redaksi Pojokbebas.com juga belum berhasil menghubungi pihak Humas pihak Asuran Prudential untuk dimintai klarifikasi.*(Pb-7)

 

knpi
hanura
1 Comment
  1. Ver says

    Percis seperti kejadian saya, ngakunya irang BCA dan mereka punya data alamat penagihan CC BCA saya

Leave A Reply

Your email address will not be published.