Presidential Threshold Digugat, Puan Maharani: UU Pemilu Tidak Akan Dibahas Lagi

121
Presidential Threshold Digugat, Puan Maharani: UU Pemilu Tidak Akan Dibahas Lagi
Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan bahwa Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu tidak akan dibahas lagi alias sudah final|Foto ist

 

JAKARTA, Pojokbebas.com – Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan bahwa Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu tidak akan dibahas lagi alias sudah final. Pernyataan Puan terkait adanya desakan untuk merevisi ambang batas pencapresan atau Presidential Threshold (PT) dari 20 persen menjadi 0 persen.

“Di DPR revisi undang-undang sudah final, tidak akan dibahas lagi. Itu sesuai kesepakatan yang ada,” tegas Puan di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/12/2021).

Dengan demikian, lanjut putri Ketua Umum PDIP itu, kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) pada 2024 mendatang akan tetap merujuk pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu UU Nomor 7 Tahun 2017 tersebut.

Ketua DPP PDIP ini berharap semua pihak bisa menghormati kesepakatan antara pemerintah dan DPR tersebut. “Kita berharap keputusan yang sudah dilaksanakan tersebut bisa dihormati semua pihak,” ujar mantan Menko PMK.

Sebagaimana diketahui, Pasal 222 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum mengatur ketentuan ambang batas pencalonan presiden. Dikatakan dalam pasal tersebut bahwa pasangan calon diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada Pemilu anggota DPR sebelumnya.

Pasal ini dinilai oleh para penggugat tidak adil dan tidak mencerminkan semangat demokratis. Karena itu, ada beberapa pihak yang mengajukan gugatan antara lain petinggi Partai Gerindra Ferry J Yuliantono dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. (Pb-6)

BACA JUGA :  Golput Pilkada 2020 Diprediksi Meningkat, Ini Penyebabnya
kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.