Pria 32 Tahun Warga Sikka Tewas Gantung Diri di Ranting Pohon Asam Ketinggian 2,40 Meter

1.156
Seorang Duda Warga Waiblama Kabupaten Sikka Tewas Gantung Diri di Pohon Mete Miliknya
Kasubag Humans Polres Sikka Iptu Margono, SE. (Foto: istimewa)

 

MAUMERE, Pojokbebas.com – Seorang pria berusia 32 tahun  bernama Yulius Beni Anwar warga Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT ditemukan meninggal dalam posisi menggantungkan diri di salah satu ranting pohon asam dengan ketinggian 2,40 meter dari tanah di kebun milik  Dinas Perkebunan tepatnya di Dusun Likonggete, Desa, Nangahale, Kecamatan Talibura, Sabtu (13/11) pukul 09.00 Wita.

Demikian rilis resmi yang diterima media ini dari Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Sikka, Iptu Margono, S.E. pada Sabtu (13/11/2021) petang.

Iptu Margono menjelaskan untuk mendapatkan informasi terkait kasus ini, polisi telah meminta keterangan 4 saksi yakni Bernadus Baduk (42 tahun), Rovinus Abdon (39 tahun), Yohanes Jeng (46 ahun), dan Wilhelmus Wadon (33 tahun) semuanya warga Likonggete, Desa Nangahale, Kecamatan Talibura.”Polisi sudah meminta keterangan 4 saksi ini,” kata Iptu Margono.

 

Kronologi

 

Iptu Margono menjelaskan kronologi gantung diri, di mana pada   Jumat  12 November 2021, sekitar Jam 16.30 Wita, korban meninggalkan rumah tanpa pamit. “Karena  tidak pulang kemudian mama dari korban  memberitahu saksi Rovinus Abdon,lalu saksi ini menyampaikan hal itu kepada saksi Bernadus Baduk,   Yohanes Jeng, dan Wilhelmus Wadon, serta keluarga. Sekitar jam 20.00 Wita, keempat saksi ini bersama dengan keluarga pergi mencari korban namun korban tidak ditemukan,” kata Iptu Margono.

Pada Sabtu 13 November 2021  sekitar jam 08.00 Wita, lanjut Iptu Margono, keempat saksi bersama dengan keluarga melanjutkan pencarian di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). “Sekitar jam 09.00 Wita , para saksi menemukan korban tergantung di ranting pohon asam dengan seutas tali Nilon warna biru dengan ketinggian sekitar 2,40 meter, dan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” kata Iptu Margono.
Atas kejadian tersebut, lanjut Iptu Margono, maka para saksi melaporkan kejadian itu ke Pospol Talibura dan selanjutnya Kepala Pospol  Talibura menginformasikan kejadian tersebut kepada Kapolsek Waigete.

 

Setelah menerima laporan, lanjut Iptu Margono, maka tim Identifikasi Polres Sikka yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Waigete Ipda I Wayan Artawan, S.H. dan Paur Identifikasi Polres Sikka Bripka Kristoforus Suri melakukan oleh TKP.

“Dokter Puskesmas Watubaing atas nama dr. Debora Nathalia telah melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban. Menurut keterangan dr. Debora bahwa pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda – tanda kekerasan dan kejadian tersebut murni gantung diri. Keluarga korban menolak dilakukan autopsi terhadap korban dan keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan keluarga korban telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi,” katanya.

Iptu Margono menambahkan bahwa dari keterangan keluarga korban diketahui korban selama ini menderita gangguan jiwa. “Korban selama ini menderita gangguan jiwa. Saat ini korban disemayamkan di rumah duka, di Likongete, Desa Nangahale Kecamatan  Talibura,” katanya.*(Walburgus Abulat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.