Regulasi Pariwisata Manggarai Barat Perlu Dievaluasi

560
Ketua DPRD Manggarai Barat, Marten Mitar. Foto : Istimewa

 

LABUAN BAJO | Pojokbebas.com |
Peraturan Daerah tentang kepariwisataan Manggarai Barat segera dievaluasi. Evaluasi penting dilakukan untuk menjamin pelayanan yang prima  bagi wisatawan dan mendongkrak PAD Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Demikian pernyataan Ketua DPRD Manggarai Barat, Marten Mitar menanggapi kasus penipuan wisatawan yang kerap terjadi di Kabupaten pariwisata premium itu. Marten menegaskan kasus penipuan yang dilakukan travel agent ilegal mencoreng citra kepariwisataan Manggarai Barat.
Ia juga meminta Dinas Pariwisata  untuk menginventarisasi seluruh travel agent yang beroperasi di Mabar.

“Kejadian seperti ini menjadi catatan kritis bagi Dinas Pariwisata Mabar. Agar ke depan  tidak terjadi lagi kasus penipuan wisatawan, maka dipandang penting agar mengevaluasi semua regulasi yang mengatur kepariwisataan Mabar.  Regulasi yang tepat, dapat menjamin  kenyamanan  destinasi pariwisata premium”, ungkapnya.

Marten menegaskan, pariwisata premium harus dapat menjamin dua hal penting : pelayanan prima  bagi wisatawan dan peningkatan PAD Mabar.

“Untuk mewujudkan dua hal penting itu, Pemda, Dinas Pariwisata, DPRD dan para pelaku pariwisata perlu duduk bersama. Perda yang sudah ada perlu dievaluasi lagi agar kasus seperti ni tidak terulang lagi”, tandasnya.

Bentuk Satgas Pariwisata

Senada, pelaku pariwisata Labuan Bajo, Getrudis Naus  mengusulkan pembentukan Satuan tugas (Satgas) pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat.  Pemkab Mabar dan para pihakbterkait lainnya bersinergi dalam Satgas pariwisata ini.

“Dengan adanya kejadian seperti ini, kami mengusulkan bentuk Satgas pariwisata di Manggarai Barat. Di dalam Satgas itu ada perwakilan pelaku pariwisata dari HPI, Assita, Dinas Pariwisata, Pol PP, Polisi pariwisata dan stakeholders terkait lainnya saling bersinergi. Sehingga kita tidak membiarkan pelaku pariwisata berjalan sendiri, pemerintah jalan sendiri”, ujar Getrudis, pemilik Travel Agent ‘Getrudis Wela Sita’ yang berkantor di Labuan Bajo.

BACA JUGA :  Bicara di WEF, Jokowi Bongkar Taktik Indonesia Wujudkan Ekonomi Hijau

Ia menyebutkan, citra pariwisata Mabar sudah rusak karena perbuatan oknum-oknum traveler yang tidak bertanggungjawab.
Para traveler liar itu menjual paket wisata Labuan Bajo dengan harga murah  via instagram.

“Kita paham pariwisata digital. Tapi dunia digital itu bukan membiarkan orang liar. Dia harus ikut aturan. Dia daftarkan perusahaannya di Labuan Bajo. Kantornya di Labuan Bajo sehingga mudah dikontrol oleh pemerintah daerah”, kata Getrudis.

Tertibkan Travel Agent Ilegal

Sebelumnya, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Labuan Bajo, Sebastian Pandang meminta  Pemkab Manggarai Barat agar  mengambil sikap tegas  menertibkan Travel Agent ilegal yang beroperasi liar di Labuan Bajo.

“Pemerintah Daerah harus membuka mata untuk menertibkan  hal-hal yang terus terjadi seperti ini. Seharusnya Pemerintah mewajibkan semua pelaku pariwisata, mulai dari Travel Agent dan Tour Guide wajib terpusat di Labuan Bajo”, tegasnya.

Sebastian menambahkan, apabila Pemerintah Daerah tidak mengambil sikap tegas atas kejadian penipuan yang terus menimpa wisatawan, maka dipastikan Travel Agent ilegal serta Tour Guide bodong akan terus merajalela di bumi Pariwisata Labuan Bajo. *(Robert Perkasa)

kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.