Rusia Siapkan Serang Kilat ke Ukraina, PM Inggris Sebut Akan Jadi Malapetaka Buat Putin

207
Rusia Siapkan Serang Kilat ke Ukraina, PM Inggris Sebut Akan Jadi Malapetaka Buat Putin
Diperkirakan 100.000 tentara Rusia telah berkumpul di perbatasan Ukraina|Foto AFP

 

LONDON, Pojokbebas.com – Ketegangan antara Rusia dan Ukraina makin memanas. Dikabarkan, ada 60 kelompok pasukan tempur Rusia sudah berada di perbatasan Ukraina dan siap melakukan serangan kilat. Ditargetkan, invasi ini akan menaklukkan Ukraina dalam waktu singkat.

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson yang sebelumnya ragu dengan rencana itu, kini berbicara keras. Johnson mengingatkan Rusia bahwa langkah invasi akan menjadi mala malapetaka bagi pemerintahan Putin. Baca juga: Menlu AS Antony Blinken Kecam Rusia, Desak Bebaskan Tokoh Oposisi

“Intelijen sangat jelas bahwa ada 60 kelompok petempur Rusia di perbatasan Ukraina, rencana perang kilat yang dapat menghancurkan Kiev adalah salah satu yang dapat dilihat semua orang. Kita perlu menjelaskan kepada Kremlin, Rusia, bahwa itu akan menjadi langkah yang membawa malapetaka.” Johnson menambahkan bahwa Inggris berdiri “empat persegi dengan rakyat Ukraina”.

Johnson semakin yakin engan rencana invasi Rusia ketika beberapa staf kedutaan Inggris menginggalkan Ukraina. Terkait para diplomat yang angkat kaki, PM Johnson berkomentar bahwa situasinya cukup suram karena perang tidak dapat dihindari.

Johnson memastikan bahwa saat ini pemerintahannya sedang menyiapkan paket sanksi ekonomi terhadap Rusia, sebuh langkah yang berlum pernah terjadi. Selain itu, Inggris juga siap memasok persenjataan pertahanan ke Ukraina.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Senin malam, mengadakan konferensi video dengan para pemimpin Uni Eropa, sekretaris jenderal NATO dan Johnson. Baca juga: Intelijen Inggris Akui China Dan Rusia Ancaman Terbesar

Pihak Downing Street atau Kantor PM Inggris mengatakan para pemimpin sepakat bahwa jika serangan Rusia lebih lanjut terjadi, sekutu NATO harus memberlakukan tanggapan pembalasan yang cepat termasuk paket sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

BACA JUGA :  ASN Eks Napi Ikut Seleksi Jabatan Struktural, Pengamat Sebut Tak Pantas Secara Moral

NATO sendiri, seperti dikutip BBC, Selasa (25/1/2022) telah menempatkan pasukan dalam keadaan siaga. Pasukan sekutu NATO telah mengirim kapal perang dan jet tempur tambahan ke Eropa timur untuk memperkuat pertahanan dan meningkatkan pencegahan, sebagai respons atas peningkatan pasukan Rusia yang terus berlanjut.

Sementara itu, Rusia membantah memiliki rencana menginvasi Ukraina, tetapi diperkirakan 100.000 tentaranya telah berkumpul di perbatasan. Kremlin menuduh NATO meningkatkan ketegangan dengan langkah itu. Rusia menganggap aliansi itu sebagai ancaman, dan menuntut jaminan hukum bahwa aliansi itu tidak akan berkembang lebih jauh ke timur, termasuk ke Ukraina. (Pb-6)

kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.