Saat Lantunan Lagu “Maumere Manise” dan Musik Kampung Sikka Menggema Hingga Ke Filipina dan Laos di Ajang Menoken Regional Youth Summit Asia Pasifik

Oleh Walburgus Abulat (Wartawan Pojokbebas.com)

364
Saat Lantunan Lagu “Maumere Manise” dan Musik Kampung Sikka Menggema Hingga Ke Filipina dan Laos di Ajang Menoken Regional Youth Summit Asia Pasifik
Wartawan Pojokbebas.com Walburgus Abulat. (Foto selfie)

 

PANTAI Bethesda Krokowolon, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka atau sekitar 10 km arah Timur Ibu Kota Kabupaten Sikka, Provinsi NTT  pada Sabtu 20 November 2021 pukul 11.00 Wita rada panas. Suhu udara saat itu menunjukkan angka 32 derajat Celcius.

Meski lokasi itu bertumbuh aneka pohon, nampak hawa masih panas. Maklum kabut awan kecoklatan menipis menghiasi udara di atas kawasan itu siang itu. Angin sepoi yang biasanya memanjakan pengunjung yang
bertandang ke sana tak tampak menerpa dedaunan pohon.

Tak heran puluhan peserta yang mengikuti Kegiatan  berskala internasional yang siap-siap mengikuti kegiatan pembukaan virtual dan terkoneksi hingga ke Laos dan Filipina yang berlangsung di bawah salah satu rindangan pohon di pantai itu tampak menunjukkan gestikulasi tubuh yang menunjukkan suhu udara tidak bersahabat. Untuk menyegarkan tubuh, ada peserta yang menggunakan tisu atau secarikan kerta sekadar untuk mendapatkan tiupan angin buatan.. “Udara cukup panas,” kata Elisabeth Mardat salah seorang peserta dari dari Komunitas Pecinta Bola (Celtic).

Keluhan serupa disampaikan dua peserta kegiatan lainnya dari Komunitas Jalan Kaki (KJK) Chen Chabarezy dan Albert. “Suhu udara sangat panas,” kata Chen Khabarezy yang juga penyiar Radio Suara Sikka.

Meski udara kurang bersahabat, namun panitia kegiatan di bawah Koordinator Ketua Panitia Lokal Adriana Ance dan Direktur PAPHA.

Perwakilan Pemuda Menoken Regio Maumere di bawah komando Jedison Joseph (ke-2 dari kanan) sedang melantunkan lagu Maumere Manise diiringi Musik Kampung di sela-sela Kegiatan Menoken Regional Youth Summit 2021 Tingkat Asia Pasifik secara virtual ke seluruh region Menoken di seluruh Asia Tenggara _ untuk Regio Maumere bertempat di Pantai Bethesda Krokowolon, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka Sabtu (20/11/2021). Foto Walburgus Abulat

 

Maumere Bernardus L. Hayon, S.Fil serta dalam koordinasi Perwakilan The Samdhana Institute Yuniken Mayangsari tampak  tuntas menyiapkan segala fasilitas peralatan termasuk layar lebar untuk zoom pembukaan
Kegiatan  Menoken Regional Youth Summit 2021 Tingkat Asia Pasifik secara virtual yang dibuka oleh Executive Director The Samdhana Institute Cristi Nozawa.

Tampak puluhan  kaum muda utusan  13 komunitas yakni Komunitas Jalan Kaki {KJK}, Komunitas Cheltik, Komunitas Kreatif Muda, Komunitas Musik Kampong, Komunitas PKBM Restorasi, Komunitas Karang Taruna Waioti, Komunitas Baca Kejarlah Aku, Komunitas Lepo Baca  Akar Teka Anak, Komunitas Taman Baca Masyarakat Restorasi, Komunitas Teman Tuli, Komunitas Kolisia B, Komunitas SMK Yohanes XXIII, dan Komunitas Presisi begitu antusias mengikuti acara dimaksud.Antusiasme juga ditunjukkan tiga pemuda yang menyandang tunarungu  yakni Muhammad Jaka Saputra (21 tahun) asal Beru, Kecamatan Alok Timur, Nona asal Waioti, dan  Hendrik.

Disaksikan media ini, jalannya acara pembukaan  dipandu pihak The Samdhana Institute dan acara ini terhubung dengan 9 regio Menoken yang ada di Indonesia serta terkoneksi langsung dengan Komunitas Menoken di Laos, dan Markas Pusat The Samdhana Institute yang bermarkas di Filipina.

Executive Director The Samdhana Institute Cristi Nozawa dalam sambutannya antara meminta kaum muda yang tersebar di sejumlah region di Indonesia dan di Asia Tenggara, termasuk Filipina untuk terus berinovasi dalam upaya menjaga keutuhan lingkungan dan terwujudnya iklim yang bersahabat bagi manusia.

Executive Director The Samdhana Institute Cristi Nozawa juga meminta kaum muda untuk tetapi krisis memanfaatkan teknologi dengan sasaran akhir untuk kebaikan manusia, khususnya kaum muda, dan keutuhan
lingkungan sekitar yang bersahabat.

Usai kegiatan dibuka dilanjutkan dengan acara perkenalan sekilas peserta kegiatan dari 9 regio Menoken di seluruh Indonesia yakni

Komunitas Menoken Regio Maumere,  Regio Kupang-Timor, NTT; Regio Landak, Kalimantan Barat; Regio Jawa Barat, Regio Pekalongan Jawa Tengah, Regio Gowa, Sulawesi Selatan;  Regio Bali; Regio Jayapura, Papua; Regio Merauke Papua; dan Regio Dombrai, Papua Barat.

Jedison Joseph dari anggota Komunitas Karang Taruna Waioti yang mewakili Regio Menoken Maumere dalam presentasinya menjelaskan secara detail tentang tahapan  pengolahan botol bekas menjadi sofa yang berawal dari kegiatan pelatihan pembuatan sofa oleh dengan mentor berpengalaman asal Kecamatan Nelle yang difasilitasi oleh LSM Perkumpulan Aktivis Peduli Hak Anak (PAPHA) Maumere beberapa bulan lalu.

Saat Lantunan Lagu “Maumere Manise” dan Musik Kampung Sikka Menggema Hingga Ke Filipina dan Laos di Ajang Menoken Regional Youth Summit Asia Pasifik
Executive Director The Samdhana Institute Cristi Nozawa yang berkedudukan di Filipina membuka Kegiatan Menoken Regional Youth Summit 2021 Tingkat Asia Pasifik secara virtual, Sabtu (20/11/2021). Foto Istimewa.

 

“Setelah mendapatkan pelatihan yang difasilitasi PAPHA, kami berhasil memproduksikan satu perangkat sofa terdiri dari 4 buah kursi dan satu meja yang dibuat dari 107 botol bekas. Seperangkat  sofa yang sudah
dibuat itu langsung kami pasarkan. Saat ini, kami sedang memproduksikan sofa dari botol bekas dan siap dipasarkan,” kata Jedison.

Jedison mengakui selain untuk alasan meningkatkan ekonomi Karang Taruna, upaya memproduksi sofa dari olahan botol aqua bekas juga bertujuan untuk mencegah terjadinya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD)
yang kasusnya selama tahun 2019/2020 mengalami peningkatan drastis, bahkan masuk kategori tertinggi di Indonesia.

“Kami memungut sampah botol bekas dan mengolahnya menghasilkan sofa. Selain itu, langkah pengolahan sampah ini bisa mencegah kasus DBD,”kata Jedison.

Dalam sesi pendalaman presentasi produksi sofa dari botol aqua bekas, Jedison Joseph menegaskan bahwa Komunitas Menoken Maumere cq Karang Taruna Kelurahan Waioti akan terus berkomitmen untuk memproduksi soda dari botol bekas dan siap memasarkan produknya secara luas. “Kami juga siap membeli botol aqua bekas dari warga untuk kepentingan pembuatan sofa dimaksud,” kata Jedison.

Penoken asal Filipina Southern usai mendengar presentasi pembuatan sofa dari botol aqua bekas yang dibawakan Perwakilan Menoken Regio Maumere, Jedison Joseph menyampaikan apresiasinya ”Kami menyampaikan apresiasi atas inovasi pembuatan sofa dari botol aqua bekas,” kata Southern.

Sementara penoken asal Kalimantan Barat, Jonathan dan salah satu penoken asal  Tana  Timor selain menyampaikan apresiasi, juga keduanya menanyakan kendala yang dialami selama proses pengolahan sofa dari botol aqua bekas.

Menanggapi pernyataan dimaksud, Jedison menjelaskan salah satu kendala yang dihadapi Karang Taruna Kelurahan Waito ada keterbatasan botol aqua bekas, dan rendahnya kesadaran warga  dalam hal mencegah DBD dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat. “Kendala yang kami alami di antaranya adanya keterbatasan botol aqua bekas, dan kesadaran warga untuk melakukan bakti sosial cegah DBD masih rendah, dan warga tetap membuang sampah di sembarang tempat,” kata Jedison.

Sementara Perwakilan  Regio Pekalongan Jawa Tengah mempresentasikan Gerakan Peduli Anak Difabel. Regio Jayapura, Papua mempresentasikan ‘Ikan Kuah Hitam dan Sagur Bakar.” Regio Kupang, Timor, Provinsi NTT
mempresentasikan pembuatan Soke atau batok/tempurung kelapa menjadi tempat minum dan tempat makanan. Sementara Regio Bali mempresentasikan menjaga kesucian kawasan hutan adat. Regio Kalimantan Barat
mempresentasikan tentang napak tilas nilai budaya leluhur; dan Regio Jawa Barat mempresentasikan Rumah Siput. Regio Goa, Sulawesi Selatan mempresentasikan Gerakan Pemuda Dalam Menata Perubahan Iklim.

Perwakilan The Samdhana Institute Yuniken Mayangsari didampingi Direktur PAPHA Bernardus L. Hayon, S.Fil menjelaskan kegiatan Menoken Regional Youth Summit 2021 Tingkat Asia Pasifik masih akan dilanjutkan
pada Minggu (21/11) dengan agenda penyampaian presentasi inovasi Menoken Filipina dan Laos.

Saat Lantunan Lagu “Maumere Manise” dan Musik Kampung Sikka Menggema Hingga Ke Filipina dan Laos di Ajang Menoken Regional Youth Summit Asia Pasifik
Perwakilan Menoken Regio Maumere, Provinsi NTT, Jedison Joseph (tengah) sedang mempresentasikan pembuatan sofa dari botol aqua bekas di hadapan peserta Kegiatan Menoken Regional Youth Summit 2021 Tingkat Asia Pasifik secara virtual, yang untuk Regio Maumere bertempat di Pantai Bethesda Krokowolon, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka Sabtu (20/11/2021). Foto Walburgus Abulat

 

Lantunan Lagu Maumere Manise dan Musik Kampung Hangatkan Situasi

Pantauan media ini, setelah mempresentasikan materi pembuatan sofa dari botol aqua bekas dan pendalaman materi, peserta Menoken Regio Maumere yang hadir di bawah koordinasi Jedison Joseph menghibur semua
peserta kegiatan ini baik yang ada di Indonesia, maupun di Laos dan Filipina yang mengikuti acara ini secara virtual, termasuk Deputy Executive Director, Martua T. Sirait dan Executive Director The Samdhana Institute Cristi Nozawa dengan menyuguhkan atraksi hiburan yang mengundang decak kagum banyak pihak.

Perwakilan pemuda utusan Maumere/Sikka saat itu langsung mengambil peralatan Musik Kampung seperti Teren Bas yang dimainkan oleh Ando, ukulele-juk yang dimainkan oleh Jedison Joseph dan Denis, serta kaho-gendang kecil yang dinahkodai oleh Finus Uye.

Kekompakan punggawa musik kampung yang memainkan peralatan yang ada secara serasi untuk mengiringi lagu “Maumere Manise” membuat peserta yang hadir dalam kegiatan ini, baik secara virtual maupun peserta dari Sikka yang hadir di Pantai Bethesda Krokowolon saat itu menunjukkan keceriaan yang luar biasa. Mereka bergoyang ria dari tempat masing-masing, dan tak sedikit dari mereka ini ada yang ikut menyanyikan   lagu yang syairnya sudah dikenal secara luas, baik di kalangan warga Indonesia, maupun di luar negeri.

Kegembiraan juga dialami Perwakilan The Samdhana Institute yang hadir di Pantai Bethesda Krokowolon saat itu, Yuniken Mayangsari. Bahkan, Niken demikian Yuniken Mayangsari tampak menunjukkan gestikulasi tubuh
yang sangat menyukai lagu favorit warga Sikka itu. “Saya sangat terhibur dan sangat bergembira mendengar alunan lagu dan musik kampung ini. Atraksi yang sangat terhibur” kata Niken.

Lantunan lagu indah dengan iringan Musik Kampung ini selain menghibur seluruh peserta yang hadir termasuk Deputy Executive Director, Martua T. Sirait dan Executive Director The Samdhana Institute Cristi Nozawa,
juga atraksi ini mengobati segala kegundahan hati peserta lantaran cuaca yang kurang bersahabat yang menebarkan hawa panas di awal pembukaan kegiatan itu. “Lantunan Maumere Manise dan iringan Musik
Kampung ini menjadi salah satu kado indah dari Nian Tana Sikka, selain kado aneka Sofa dari botol aqua bekas inovasi yang dihasilkan komunitas pemuda dampingan dan mitra PAPHA, ,” kata Direktur PAPHA Bernardus L. Hayon, S.Fil.***

Leave A Reply

Your email address will not be published.