Sekretaris Uskup Apresiasi Terobosan Peduli Foundation Lakukan Inovasi Pembiakan Babi di Keuskupan Maumere

403
Sekretaris Uskup Apresiasi Terobosan Peduli Foundation Lakukan Inovasi Pembiakan Babi di Keuskupan Maumere
Ketua Peduli Foundation,Agustinus Sarifin, S.Fil, M.H. (Foto istimewa)

 

Maumere, Pojokbebas.com-Sekretaris Uskup Maumere RD. Ephyvanus Markus Nale Rimo, S.Fil, SH, M.H menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Ketua Peduli Foundation, Agustinus Sarifin, S.Fil, M.H. yang mengembangkan pembiakan babi di daratan Flores, khususnya di Keuskupan Maumere.

“Apresiasi kepada Ketua Peduli Foundation yang telah melakukan terobosan mengembangbiakan bagi bagi elemen warga Flores, khususnya Kabupaten Sikka di tengah kondisi terdampak Covid-19 dan pascamewabahnya Demam Babi Afrika (ASF)  yang menyebabkan matinya jutaan babi di Flores dalam empat tahun terakhir,” kata RD. Ephi Rimo  usai acara pemberkatan dan peletakan batu pertama pembangunan kandang babi di RT 006/RW 002, Kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok, Selasa (21/6/2022).

Menurut RD. Ephi terobosan yang dilakukan alumnus STFK Ledalero Gusti Sarifin patut diapresiasi karena bisa menggairahkan ekonomi umat di Keuskupan Maumere yang mengalami kesulitan ekonomi dan ketiadaan modal dalam memajukan usaha.

Sekretaris Uskup Maumere RD. Ephyvanus Markus Nale Rimo, S.Fil, SH, M.H  memberkati lokasi yang akan dibangun kandang babi di RT 006/RW 002, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Selasa ini (21/6/2022). Foto Walburgus Abulat

 

“Usaha pembiakan babi ini sangat membantu elemen warga untuk menggairahkan ekonomi mereka. Apa yang dilakukan Peduli Foundation ini patut didukung dan direspons positif oleh elemen warga,” katanya.

Dosen Hukum pada Prodi Hukum Universitas Nusa Nipa (Unipa) menyampaikan terima kasih kepada Ketua Peduli Foundation, manajemen, dan para peternak yang proaktif memulai usaha pembiakan babi ini dan telah menandatangani kerja sama lahan kandang babi, perjanjian kerja sama peternakan babi, dan telah memulai realisasi tahapan pembuatan kandang.“Saya menyampaikan terima kasih kepada Ketua Peduli Foundation  dan Manajemennya,” kata RD. Ephi Rimo.

Bantu Banyak Orang

Sementara Pastor Rekan Paroki Nangahure, RP. Polce Menge, CP dalam sepata kata dua usai memberkati lokasi dan peletakan batu pertama pembangunan kandang babi di RT 020/RW 003, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Selasa (21/6/2022) selain menyampaikan terima kasih, ia juga menilai terobosan yang dilakukan Peduli Foundation ini sangat membantu banyak orang.

BACA JUGA :  Logu Senhor: Dari Paroki St. Ignatius Loyola Sikka, Keuskupan Maumere untuk Indonesia dan Dunia

“Terima kasih banyak Ketua Peduli Foundation , Bapak Agustinus Sarifin, S.Fil, MH yang sudah membantu kami untuk mengadakan usaha peternakan babi di sini. Apa yang dilakukan ini bisa membantu banyak orang,” kata RP. Polce.

Warga Sangat Antusias

Disaksikan media ini, para peternak yang menjadi anggota pembiakan babi dampingan  Peduli Foundation dengan penuh antusias bahu membahu mengikuti tahapan pembangunan kandang babi.

Di RT 006/RW 002, Kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok, misalnya, para anggota dampingan Peduli Foundation di antaranya Fransiskus Xaverius, Yohanis Nong Yongki, Fransiskus Aryono, Fabianus Luer, Maximus Firginus, Veronika Warni, Maria Herni, dan beberapa anggota lainnya mengambil bagian secara aktif dalam pengerjaan kandang babi seperti menggali tanah untuk pondasi kandang, mengangkut pasir dan batu untuk diletakan di galian pondasi dan tahapan pembangunan pondasi lainnya.

Pemandangan serupa dipraktikan anggota kelompok usaha pembiakan babi di RT 020/RW 003, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat. Anggota usaha babi di kelompok ini di antaranya Alfridus Hempi, John Orlando, Kristoforus Suka, Yosef Oktavianus, Yohanes Roso, Athanasius Bhako, Marselinus Kornelius, Wellyanus Usdianto, Adrianus Hengky, Nikolaus Alexander Thobias, Yoseph Herbon dan Satria Onsa bahu membahu mengikuti tahapan pembuatan kandang babi.

Tak hanya antusias ikuti tahapan pembuatan kandang babi,  kelompok ini juga rela merogoh saku masing-masing sebesar Rp400.000 per anggota untuk membeli pipa PE ¾ dim sepanjang 250 meter, tandon air 1100 dim, dan dinamo air untuk pemenuhan kebutuhan air demi  kelancaran dan kesehatan usaha babi yang mereka kembangkan.

Diberitakan media ini sebelumnya,  Peduli Foundation  menggelar pertemuan di Ndona, Ende pada  Jumat (3/6/2022). Pertemuan ini untuk membicarakan pengembangan pembiakan babi di sejumlah kabupaten di Flores.

BACA JUGA :  Tarian Vera Masuk Nominasi API, Bupati Matim Minta Dukungan Masyarakat
Pastor Rekan Paroki Nangahure, RP. Polce Menge, CP (kiri) memberkati lokasi kandang babi yang dibangun  di  RT 020/RW 003, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Selasa (21/6/2022). Foto Walburgus Abulat

 

Dalam pengembangan pembiakan babi ini, Peduli Foundation menyiapkan fasilitas pembuatan kandang, menyiapkan babi sebanyak dua ekor untuk setiap peternak yang tergabung dalam satu kelompok minimal 10 orang, , menyiapkan obat-obatan dan sumber daya manusia (SDM) berupa dokter hewan dan sarjana peternakan, dan membantu pemasaran. Sedangkan kelompok peternakan menyiapkan lahan  terpusat untuk pembuatan kandang babi (dengan catatan hibah selama 30 tahun), dan menyiapkan makanan lokal untuk babi peliharaan mereka.

Ketua Peduli Foundation, Agustinus Sarifin, S.Fil, M.H.  atau yang akrab disapa Gusti Sarifin menjelaskan bahwa program yang dikembangkan lembaga yang dipimpinnya itu  berawal dari keprihatinannya terhadap fakta di mana sebagian besar hewan peliharaan babi di Flores menjadi korban keganasan African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika sehingga banyak babi di Flores dan Lembata mati.

“Kondisi ini menyebabkan ekonomi warga terganggu. Sementara babi merupakan salah satu hewan peliharaan warga yang tidak saja bernilai secara ekonomi, tetapi juga terkait erat dengan adat istiadat di Flores,” kata Gusti alumnus Program S1 Filsafat pada STFK Ledalero ini.

Atas pertimbangan di atas, lanjut Gusti, maka pihaknya bersama tim teknis telah mempertimbangkan secara matang untuk mengembangkan usaha pengembangbiakan babi di Flores dengan pola kerja, dengan beberapa ketentuan di mana Peduli Foundation menyiapkan babi dengan jumlah dua ekor untuk setiap peternak dengan pola pembiakan secara terpusat di satu lokasi di mana lokasi disiapkan oleh peternak yang dihibahkan kepada YPF selama 30 tahun untuk usaha babi.

Anggota kelompok usaha babi antusias berpartisipasi aktif dalam tahapan pembangunan kandang babi di RT 006/RW 002, Kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok, Selasa (21/6/2022). Foto Walburgus Abulat

 

“Di atas lokasi yang sudah disiapkan, Peduli Foundation akan membangun kandang yang sesuai standar kesehatan babi. Semua fasilitas kandang disiapkan oleh Peduli Foundation, namun kandang itu dikerjakan/dibangun oleh peternak di bawah pengawasan tim teknis,” kata alumnus Program Magister Hukum pada Universitas Tarumanagara Jakarta Barat ini.

BACA JUGA :  Rumah Warga Dusun Tado Nyaris Ambruk

Setelah kandang disiapkan, lanjut Gusti, maka pihak Peduli Foundation akan menyalurkan babi ke setiap kelompok. “Babi yang didrop selanjutnya dipelihara oleh peternak, dan peternak menyiapkan makanan lokal. Sementara upaya pengobatan dan kesehatan babi menjadi tanggung jawab Peduli Foundation di bawah koordinasi oleh dokter hewan, Sarjana Peternakan dan staf teknis lainnya,” katanya.

Gusti menggarisbawahi bahwa dalam sistem kerja sama pembiakan babi ini, dibuat ketentuan di mana setiap babi beranak, maka diatur 2 ekor dari babi yang lahir dari satu induk akan diserahkan kepada Yayasan, sementara sisanya untuk peternak sendiri. “Misalnya, kalau satu ekor babi memiliki anak 12 ekor, maka dua ekor diserahkan ke Peduli Foundation  sementara 10 ekor lainnya untuk peternak sendiri. Anakan babi yang diperoleh oleh peternak dari hasil peliharaannya bisa dijual kepada masyarakat luas dan kepada Peduli Foundation,” kata Gusti.* (Walburgus Abulat)

kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.