Serahkan 500 Sertifikat Tanah kepada Masyarakat Tohe, Wabup Belu: Jangan Digadai untuk Pesta

26
Serahkan 500 Sertifikat Tanah kepada Masyarakat Tohe, Wabup Belu: Jangan Digadai untuk Pesta
Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM  saat menyerahkan 500 sertifikat tanah kegiatan Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria tahun 2021 di Halaman kantor Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kamis (18/11/2021). (Foto: @prokopim belu)

 

ATAMBUA, Pojokbebas.Com – Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM meminta kepada masyarakat Belu agar sertifikat tanah yang diterima masyarakat Tohe disimpan dengan baik sehingga tidak hilang. Selain itu, kalau pun hendak digunakan dihimbau untuk kegiatan-kegiatan tepat guna yang bisa meningkatkan ekonomi rumah tangga.

“Sertifikat ini jangan digadai untuk kegiatan yang tidak bermanfaat seperti pesta, acara adat dan lain-lain tetapi diperuntukan untuk hal-hal yang produktif,” kata Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM  saat menyerahkan 500 sertifikat tanah kegiatan Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria tahun 2021 di Halaman kantor Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kamis (18/11/2021).

Pada kesempatan tersebut Wabup yang juga didampingi Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Belu, Jose Marcus Fernando, S.SiT.,SH.,MPA, Camat Raihat, Drs. Tarsisius Edi, Sekretaris Dinas PMD, Delviana R. Beni dan Pj. Kades Tohe, Cyprianus Mau mengapresiasi kinerja Kepala Pertanahan Kabupaten Belu bersama stafnya karena telah bekerja secara maksimal dalam membantu masyarakat untuk memiliki sertifikat tanah sehingga kepemilikan tanah menjadi jelas.

“Wujud kepedulian pemerintah untuk mewujud-nyatakan kepemilikan atas tanah serta mengharapkan agar masyarakat selalu merespon dengan baik serta selalu duduk bersama untuk menyelesaikan masalah batas tanah sehingga saat petugas pertanahan melakukan pengukuran tidak terjadi gesekan di masyarakat” kata Wabup Alo Haleserens.

Tujuan Redistribusi Tanah adalah mengadakan pembagian tanah dengan memberikan dasar pemilikan tanah sekaligus memberi kepastian hukum hak atas tanah kepada subjek yang memenuhi persyaratan sehingga dapat memperbaiki serta meningkatkan keadaan sosial ekonomi subjek redistribusi tanah.

Lanjutnya, tanah yang telah memiliki sertipikat agar diolah untuk pertanian sehingga tidak dibiarkan terbengkalai dan juga kepada masyarakat dihimbau agar tidak melakukan penyerobotan tanah.

“Ingat, penyerobotan tidak boleh dilakukan, pasang pilar disetiap batas tanah dan jangan coba-coba geser, itu pidana,” tandas Wabup Belu.

Pada kesempatan tersebut Wabup juga menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap demam berdarah dangue dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan.

 

“Saat ini telah masuk musim penghujan sehingga kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dan waspada terhadap demam berdarah dan tidak lupa tetap waspada terhadap COVID-19,” kata Wabup.

Proses sertifikasi tanah di Desa Tohe diungkap Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Belu, Jose Marcus Fernando, S.SiT.,SH.,MPA tidak segampang yang dibayangkan dengan target yang diinginkan adalah 500 sertifikat.

“Dari proses awal saya standby mengawal ini siang dan malam serta terus melakukan pendekatan sampai pada berurusan di Polsek, tetapi ini dapat diselesaikan secara baik,” terangnya.

“Sesuai arahan Presiden Jokowi, kami mengharapkan dengan adanya sertifikat tanah ini masyarakat dengan jelas mengetahui kepemilikan tanahnya dan dapat digunakan untuk keperluan meningkatkan ekonomi keluarga,” lanjut Fernando.

“Simpan baik-baik sertifikat ini, dapat juga digunakan untuk pinjaman lewat program KUR di Bank karena Pertanahan sudah melakukan MoU. Tapi ingat, jangan digunakan untuk buat pesta, acara adat maupun kenduri. Satu lagi saya ingatkan agar sertipikat ini disimpan sehingga tidak hilang,” terangnya.

Senada, Kepala Kantor Pertanahan juga mengingatkan kepada masyarakat agar memasang pilar dimasing-masing batas tanahnya sehingga batas tanahnya menjadi lebih jelas serta kedepan tidak terjadi polemik.
Pj. Kepala Desa Tohe, Cyprianus Mau secara singklat memaparkan bahwa luas wilayah Desa Tohe adalah 1.666 km persegi, yang sudah bersertipikat 1.700 lahan dan yang belum bersertipikat sebanyak 2.500 lahan dengan jumlah penduduk 5.174 jiwa yang tersebar di 7 dusun, 14 RW dan 30 RT.

Dalam kesempatan itu dilakuan penyerahan sertipikat secara simbolis kepada 3 perwakilan yakni Agus Pramono, Melkhior Mauk, Jefriana Frida Leto.

Hadir mengikitu kegiatan ini Sekretaris Dinas PMD, Camat Raihat, TNI, Polri serta masyarakat penerima sertipikat.*(Edit. Pb-7 /@prokompimbelu)

Leave A Reply

Your email address will not be published.