Soal Dugaan Ada Aliran Dana Korupsi Bakti Kominfo ke Partai, Surya Paloh: Periksa Seluruh Kemungkinan

80
Soal Dugaan Ada Aliran Dana Korupsi Bakti Kominfo ke Partai Nasdem, Surya Paloh: Periksa Seluruh Kemungkinan
Johnny G. Plate jadi Tersangka dan Ditahan Terkait Kasus Korupsi BTS 4G BAKTI Kominfo. Foto istimewa.

 

JAKARTA, Pojokbebas.com  – Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh langsung bereaksi menanggapi kabar bahwa ada dugaan aliran dana korupsi Menkominfo yang menyeret Johnny G. Plate masuk ke partai-partai. Surya Paloh menghendaki agar adanya transparansi seutuhnya terkait adanya dugaan aliran dana tersebut. Nasdem, diakui Paloh, membuka pintu bagi Kejaksaan Agung untuk melakukan pemeriksaan kepada elit Partai Nasdem atau kepada instansi lainnya.

“Soal aliran dana, ini memang yang dikehendaki partai ini. Partai ini menghendaki transparansi yang seutuhnya. Sekali lagi, transparansi yang seutuhnya.  Periksa seluruh yang kemungkinan. Dari ujung kiri ke ujung kanan, dari Barat-Timur, atas-bawah, siapa saja yang terlibat. Periksa Juga seluruh unsur yang ada di institusi manapun termasuk di Partai Nasdem ini. Nasdem welcome itu, kita menyambut itu,” kata Surya Paloh saat konfrensi pers yang disiarkan secara live di Metrotv, Kamis (18/5/2023).

Ketua umum Partai Nasdem ini juga meminta agar diberikan hukuman setimpal bagi semua pihak yang terbukti terlibat sesuai aturan tanpa ada lex spesialis dalam pengertian previlese tertentu.

“Dan berikan juga hukuman setimpal, tanpa ada lex spesialis dalam pengertian previleage dalam arti si A boleh diperiksa, si B tidak boleh diperiksa, semakin sedih lagi kita. Tapi kalau transparansi itu dilakukan, yang bebas dari internvensi siapapun, dan kepentingan politik dari manapun, kenapa kita tidak berikan dukungan sepenuhnya? Totalitas kita akan beri dukungan, kita tuntaskan,”  lanjut Paloh.

Namun, menanggapi rumor bahwa kasus BTS 4G BAKTI Kominfo yang menjerat Johnny G. Plate ada intervensi penguasa, Paloh mengatakan siapa yang menjamin kasus ini tidak ada intervensi dari penguasa.

Jawaban Paloh sekaligus menanggapi rumor yang muncul bahwa ditangkapnya Johnny ada kaitannya dengan pencapresan Anies Baswedan oleh Nasdem hingga mematikan Partai Nasdem di Pemilu 2024.

BACA JUGA :  Pada Perayaan Imlek, Wapres Ma'ruf Amin: Kerukunan Faktor Menjaga Keutuhan Bangsa

“Siapa yang garanted bahwa kasus ini tidak diintervensi, mungkin saat ini, sekarang tidak. Besok? Lusa? Minggu Depan? Bisa saja terjadi,” kata Paloh.

Terkait kapasitasnya sebagai Ketua Umum Nasdem, Paloh berjanji akan mendalami kasus ini termasuk memberikan bantuan hukum kepada Johnny G. Plate selaku mantan Sekjen Partai Nasdem.

“Sebagai Sekretaris Jendral dan saya berkapasitas sebagai Ketua Umum, tentu saya wajib mendalami kasus ini,” kata Paloh.

Kemungkin ada tersangka baru

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana dalam siaran live di TV One, Kamis (18/5/2023) menjelaskan bahwa dalam kasus BTS 4G BAKTI Kominfo kemungkin akan ada tersangka baru.  Tetapi apakah tersangka itu berasal dari Partai atau tidak, tidak dijelaskan oleh Ketut.

“Kalau tersangka baru tidak menutup kemungkinan itu akan terjadi ke depannya,” kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana.

Namun Ketut membantah kabar bahwa ditangkapnya Johnny G. Plate ada kaitannya dengan kepentingan politik atau ada intervensi kekuasaan terkait Pemilu.

“Ini yang perlu saya terangkan kepada masyarakat. Perkara ini adalah murni penegakan hukum.  Ada beberapa alasan, ini proyek nasional yang dibutuhkan masyarakat, yang nota bene yang belum mempunyai akses 4G di Indonesia Timur yang terluar, terdepan, dan terdalam. Kemudian penyelidikan kasus ini sudah hampir setahun. Ketiga, perkara ini mendapat kerugian siginifikan, dari 10 Triliun hampir 8 Triliun kerugian negara. Ini merupakan proyek yang kita lakukan tindakan represif. Terakhir, proyek ini untuk kepentingan rakyat banyak,” kata Ketut.*(Pb-7)

hanura

Leave A Reply

Your email address will not be published.