Terkait Gelar Doktor HC UNNES, Agum Gumelar: Saya Salut Dengan Nurdin Halid

321
Nurdin Halid Mendapat Gelar DR HC UNNES
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PSSI Nurdin Halid berdialog dengan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar periode 1998-2003 yang didampingi Sekjen Tri Goestoro dalam sebuah acara PSSI di Jakarta. (Foto: dok. The Nurdin Halid Institute) | foto istimewa

Jakarta, Pojokbebas.com –  Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar menyatakan salut dengan sosok dan sepak terjang Nurdin Halid dalam membangun industri sepakbola di Indonesia. Karena itu, mantan Komandan Kopassus itu mengapresiasi gelar Doktor Honoris Causa Bidang Industri Olahraga yang diterima Nurdin Halid dari Universitas Semarang.

Hal itu dikatakan Agum Gumelar dalam video testimoninya terkait penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa yang diberikan Universitas Negeri Semarang kepada Nurdin Halid, di Gedung Prof. Wuryanto Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes), Kamis (11/2/2021). Demikian keterangan tertulis ‘The Nurdin Halid Institute’ yang diterima, Sabtu (13/2/2021). Dalam upacara penganugerahan itu, hadir sejumlah pejabat negara, termasuk Ketua MPR Bambang Susatyo dan Menpora Zainudin Amali.

Agum Gumelar mengaku mengenal baik sosok dan kiprah sukses Nurdin Halid membangun industri sepakbola, sejak menjadi manajer PSM Makassar hingga menjabat ketua Umum PSSI. Karena itu, Agum Gumelar menilai Nurdin Halid pantas mendapat penghargaan karena telah telah berperan pentig dalam memajukan sepakbola nasional.

“Saya  merasa bersyukur sekaligus berterima kasih kepada Universitas Negeri Semarang yang menganugerahi Nurdin Halid gelar Doktor Honoris Causadi bidang industri olahraga,” kata Agum Gumelar dalam video testimoni tokoh yang ditayangkan dalam upacara penganugerahan Doktor HonorisCausa kepada Nurdin Halid oleh Rektor Unnes, Prof. Dr. Fathur Rokhman.

Mantan Menko Polhukam RI itu mengatakan Nurdin Halid itu seorang ‘gila’ bola yang sukses. Saat menjadi manajer PSM Makassar, kata Agum Gumelar, Nurdin Halid berhasil membawa Tim Juku Eja ke final Liga Indonesia tahun 1995/1996 dan juara tahun 2001. Agum Gumelar juga mengaku puas dengan kinerja Nurdin Halid ketika menjadi manajer Timnas PSSI dan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PSSI.

“Saya mengenal baik kiprak sukses Pak Nurdin saat menjadi manajer PSM Makassar. Saya juga puas dengan kinerja beliau waktu saya memintanya menjadi manajer Tim Nasional dan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi. Dan, industri sepakbola di Indonesia justru dimulai saat Pak Nurdin Halid memimpin PSSI,” demikian Agum Gumelar yang juga mantan Menteri Perhubungan RI di masa Presiden Megawati Soekarnoputri.

BACA JUGA :  Sejenak Bersama RP. Ernst Waser, SVD  Pencetus Misionaris Fidei Donum Flores ke Swiss dan Eropa

Dalam sambutannya, Fathur Rakhman mengatakan, gelar kehormatan itu diberikan berdasarkan hasil kajian akademik atas gagasan dan karya-karya Nurdin Halid selama 15 tahun berkiprah di industri olahraga sepakbola. Dijelaskan, pihak Unnes memberikan gelar Doktor Honoris Causaitu melalui mekanisme dan proses akademik yang ketat sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1980 dan Permendikbud Nomor 21 Tahun 2013 tentang Penganugerahan Doktor Kehormatan.

“Bapak Nurdin Halid telah menunjukkan terobosan yang memberikan dampak besar dalam perkembangan sepakbola di Tanah Air. Pemikiran dalam bidang industri olahraga telah diimplementasikan dengan baik ketika Bapak Nurdin Halid menjadi manajer klub PSM Makasar, manajer klub Pelita Jaya, Manajer Tim Nasional, Ketua Umum PSSI, dan pengurus asosiasi sepakbola Asia,” demikian Fathur yang juga bertindak selaku co-promotorbersama Prof. Dr. Zaenuri, M.Si.SE.Akt dengan Prof.Dr. Tandiyo Rahayu selaku ketua promotor.

Fathur Rakhman menjelaskan, pemberian gelar kehormatan ini merupakan apresiasi, dorongan, sekaligus pintu pembuka agar perguruan tinggi dan pelaku industri olahraga dapat bersinerji memajukan olahraga nasional. Karena kemajuan industri olahraga tidak bisa dipisahkan dari ilmu pengetahuan dan industri. Dalam hal ini, perguruan tinggi dapat menjadikan industri olahraga sebagai laboratorium. Di sisi lain, pelaku olahraga perlu diberi ruang yang cukup dalam dialektika akademik di perguruan tinggi.

“Dialektika itulah yang antara lain dibuka dan dipelihara dengan memberikan penghargaan khusus kepada pelaku industri olahraga yang memiliki pemikiran maju. Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan berbagai pemikiran, peran, dan karya-karya nyata dalam memajukan industri olahraga sepakbola di Indonesia, Universitas Negeri Semarang dengan bangga menganugerahkan Doktor Kehormatan Honoris CausaBidang Industri Olahraga kepada Drs. Nurdin Halid,” Fathur Rakhman menegaskan.

Dalam acara penganugerahan tersebut, Nurdin Halid menyampaikan orasi ilmiah dengan judul: “Penguatan Industri Olahraga Berbasis Koperasi Multi-Pihak – Sebuah Pendekatan Ekonomi Terapan dan Manajemen Kodeterminasi.” Bertindak selaku promotor Prof.Dr. Tandiyo Rahayu, M. Pd dengan co-promotor Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum bersama Prof. Dr. Zaenuri, M.Si.SE.Akt.

BACA JUGA :  Golkar Manggarai Siap Kawal Jalannya Pemerintahan Hery-Heri

Dalam paparannya, Nurdin Halid mengemukakan dalil bahwa penguatan dan pengembangan industri olahraga nasional harus berbasis pengetahuan dan teknologi serta manajemen kodeterminasi. Dalam manajemen kodeterminasi, semua komponen pencipta nilai pasar olahraga harus diposisikan setara yang sama-sama berperan sentral. Manajemen kodeterminasi perlu dilembagakan dalam bentuk koperasi multi-pihak atau koperasi multi-stakeholders yang saling terkait dalam ekosistem industri olahraga.

Orang ‘Gila’ Bola

Dr. HC. Nurdin Halid menyampaikan Orasi Ilmiah Dalam upacara peanugerahan Doktor Honoris Causadi Gedung Prof. Wuryanto Universitas Negeri Semarang, Kamis (11/2/2021).

Nurdin Halid
Foto istimewa

Dalam testimoni berdurasi 6 menit itu, Agum Gumelar bercerita tentang  kehebatan Nurdin Halid membawa klub PSM Makassar menembus final Liga Indonesia tahun 1995/1996 yang membuat seluruh masyarakat Sulawesi Selatan bangga. Hal itu terjadi karena di akhir musim kompetisi sebelumnya, PSM berada di papan bawah Wilayah Timur. Dan, Nurdin Halid sendiri baru pertama kali menangani klub sepakbola.

“Saya sampai mengajak Muspida seperti Gubernur Palaguna, Kapolda, Pangkoops, dan Ketua DPRD Sulsel untuk sama-sama ke Jakarta mendukung PSM bertarung melawan Bandung Raya di final. Meski hasilnya kalah, kami semua bangga melihat tim yang dipimpin Pak Nurdin Halid memiliki spirit bertanding yang tinggi dan sportif,” Agum berkisah.

Kisah sukses menangani PSM itulah yang membuat Agum Gumelar ketika menjabat ketua umum PSSI, mengangkat Nurdin Halid menjadi manajer tim nasional. Sukses menangani tim nasional, Agum Gumelar kemudian mempromosikan Nurdin Halid menjadi Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PSSI yang membawahi semua kategori tim nasional sepakbola.

“Ketika saya menjadi ketua umum PSSI menggantikan Pak Azwar Anas, saya teringat kiprah Pak Nurdin waktu menangani PSM. Maka, saya pun mengajak beliau untuk menjadi manajer timnas. Kemudian berkembang, saya meminta beliau menjadi ketua bidang Pembinaan Prestasi PSSI. Walaupun timnas kita belum masuk level atas Asia, timnas kita sudah disegani di Asia dan beberapa kejuaraan tingkat ASEAN timnas kita keluar sebagai juara,” ujar Agum Gumelar.

BACA JUGA :  Nurdin Halid Menang Gugatan PTUN, Prof Jimly Asshiddiqie Sampaikan Pesan Ini

Ketika Agum Gumelar terpilih menjadi ketua umum KONI akhir tahun 2003, Nurdin Halid kemudian maju dalam Kongres PSSI untuk merebut kursi ketua umum. Dia bersaing dengan Menteri Tenaga Kerja RI Jacob Nuwawea dan anggota DPR yang juga tokoh sepakbola Jawa Tengah, Sumaryoto.

“Yang bersaing ketat, Pak Jacob dan Pak Nurdin. Dan, saya bersyukur karena akhirnya Pak Nurdin yang terpilih. Mengapa? Karena Pak Nurdin itu orang bola. PSSI harus dipimpin oleh orang yang mengerti sepakbola. Orang yang gila bola. Dan suatu kenyataan, di bawah kepemimpinan Pak Nurdin,  kompetisi kita memiliki nilai jual yang tinggi. Jadi, awal berkembangnya industri sepakbola di Indonesia, itu adalah di zaman kepemimpinan Pak Nurdin,” demikian pengakuan Agum Gumelar.

Agum Gumelar juga menyatakan senang dan salut melihat kiprah Nurdin Halid di tiga bidang sekaligus dan semuanya mulai dari tangga terbawah. “Saya senang melihat bagaimana Pak Nurdin menggeluti berbagai bidang mulai dari bawah. Semuanya mulai dari bawah, sepakbola, Koperasi, dan sepakbola. Itu yang membuat saya salut dengan Pak Nurdin,” demikian Agum.

Di akhir testimoninya, Agum Gumelar menyampaikan ucapan selamat kepada Nurdin Halid atas gelar Doktor Honoris Causa yang diterimanya. Agum berharap, gelar kehormatan ini memotivasi Nurdin Halid untuk terus berkarya bagi masyarakat, bangsa, dan negara melalui tiga bidang yang digelutinya yaitu olahraga (sepakbola), koperasi, dan politik.

“Saya dan keluarga tentunya mengucapkan ‘Selamat’ kepada Pak Nurdin Halid atas anugerah ini. Saya sangat yakin, Pak Nurdin tidak akan mengecewakan kepercayaan dan kehormatan ini. Harapan saya, Pak Nurdin lebih membaktikan dirinya lagi bagi bangsa dan negara melalui berbagai bidang yang digelutinya selama ini, sepakbola, Koperasi, dan politik,” pungkas Agum Gumelar. (pb-8)

kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.