TNI-Polri Redam Bentrok 2 Suku di Wouma Jayawijaya

24
TNI-Polri Redam Bentrok 2 Suku di Wouma Jayawijaya
TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya dan 1 SSK dari Yonif 756/WMS disiagakan untuk membantu Polres Jayawijaya dalam meredam bentrokan antar masyarakat, Minggu (9/1/2022).|Foto istimewa

 

JAYAWIJAYA, Pojokbebas.com Dua suku di Distrik Wouma, Jayawijaya, Papua terlibat bentrok pada Minggu (9/1/2022) kemarin. Beruntung, TNI dan Polri bertindak sigap meredam bentrok antar suku Lanny Jaya dengan Suku Nduga tersebut. Sebanyak 1 SSK personel TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya, dan 1 SSK dari Yonif 756/WMS turut membantu Polres Jayawijaya hingga pertikaian berhasil dicegah.

Dandim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf. Budi Arif Situmeang dalam keterangan tertulis kepada media mengatakan, pihaknya turun langsung ke area bentrok dalam rangka menghalau kelompok massa untuk mencegah meluasnya area bentrokan antar suku tersebut. Baca juga: Sowan ke Wapres Ma’ruf, Panglima TNI Lapor Perkembangan Keamanan di Papua

Bentrok itu sendiri terjadi pada Sabtu (8/1/2022). “Kejadian tersebut dipicu oleh dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh warga dari Lanny Jaya, terhadap warga Nduga, atas nama Yonas Kelnea (48). Korban diduga dibunuh akibat permasalahan keluarga,” kata Budi Arif dalam keterangannya kepada media, (10/1/2022).

Pada bentrokan tersebut, lanjut dia, kedua kubu saling serang menggunakan alat perang tradisional. “Namun pihak TNI dan kepolisian yang bersiaga berhasil membubarkan massa,” ungkapnya. Baca juga: Rapat Koordinasi MPR RI, Kemenko Polhukam, Polri, TNI, Dan BIN, Bamsoet: Rebut Hati Masyarakat Papua Cara Terbaik Pulihkan Kondisi Damai Di Papua

Akibat bentrok itu, lanjut Budi Arif, satu orang tewas, 22 orang mengalami luka-luka, 35 unit rumah habis terbakar,empat unit honai terbakar, 35 unit rumah habis terbakar, dua unit mobil dan empat unit motor terbakar.

Saat ini, aparat keamanan dari Kodim 1702/JWY, Yonif 756/WMS, dan Polres Jayawijaya, terus melaksanakan siaga di tempat kejadian, dan berupaya untuk mengimbau kedua belah pihak untuk menahan diri. Baca juga: Menko Polhukam Mahfud MD Klaim 90 Persen Warga Papua Akui NKRI

BACA JUGA :  Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat: Natal Bangkitkan Nilai Tolerasi

“Pendekatan dengan tokoh masyarakat dari masing-masing kelompok yang bertikai, juga telah dilakukan. Para kepala suku dan panglima perang juga sudah diajak untuk meredakan kelompoknya,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi bentrokan, serta penyelesaian masalah secara tuntas dan menyeluruh, Minggu (9/1/2022) malam, Dandim 1702/JWY, Letkol Inf. Arif Budi Situmeang, bersama Danyonif 756/WMS, Letkol Inf. Tommy; dan Wakapolres Jayawijaya, Kompol Ferdinand mengadakan pertemuan dengan Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, serta Bupati Lanny Jaya, Befa Jigibalom.(Pb-6)

kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.