Uskup Edwaldus dan Pastor Paroki Katedral Maumere Bergoyang Jai Meriahkan Natal Bersama di SMPK Frater Maumere

450
Uskup Edwaldus dan Pastor Paroki Katedral Maumere Bergoyang Jai Meriahkan Natal Bersama di SMPK Frater Maumere
Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu ((masker putih depan) didampingi Pastor didampingi Kasek SMPK Frater Maumere Fr. Herman Yoseph, BHK, S.Pd bergoyang jai bersama yang diikuti siswa-siswi SMPK Frater Maumere di Aula Mardi Wiyata Maumere, Selasa (11/1/22). Foto Walburgus Abulat

 

MAUMERE, Pojokbebas.com – Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, didampingi Pastor Paroki Katedral Santo Yosef Maumere RD. Yohanes Satu Ndopo dan Kasek SMPK Frater Maumere Fr. Herman Yoseph, BHK, S.Pd berbaur bersama para guru dan siswa SMPK Frater Maumere  goyang ria jai untuk memeriahkan acara syukuran Natal 2021 dan Tahun Baru Bersama Spater Maumere di Aula Mardi Wiyata  Maumere, Selasa (11/1/22).

Disaksikan media ini, Uskup Edwaldus dan RD. Yohanes Satu Ndopo dan Kasek Spater Fr. Herman Yoseph, BHK; dan Kasek SMAK Frateran Maumere, Fr. Florentinus M. Nua, BHK, S.Pd, M.M berbaur dengan para guru dan siswa dalam tarian jai dengan gerakan khas tandak ala Ngada.Berkali-kali, YM Uskup Edwaldus mengikuti semua gerakan Jai yang dipandu salah seorang Guru SMPK Frater Maumere.

Titipkan Dua Pesan Natal

Sementara dalam khotbahnya saat perayaaan Ekaristi Syukuran Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 bertema “Cinta Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan” yang berlangsung di Aula Mardi Wiyata Maumere, Uskup
Edwaldus menitipkan dua pesan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 kepada keluarga besar SMPK Frater (Spater) Maumere.

Pertama, Natal sebagai warta sukacita batin, pikiran dan tindakan setiap murid Yesus. Tidak ada Natal tanpa rahmat Allah, dan kita mensyukuri pertama-tama rahmat itu, dan dalam renungan batin yang dalam, kita membawa pengalaman Betlehem dalam hati kita, tugas-tugas kita, dan bahkan dalam impian dan cita-cita kita.
Kedua, Natal sebagai kesempatan untuk menyatakan belas kasih dan pertolongan bagi orang orang yang susah dan sangat membutuhkan uluran tangan kita. Kita tidak bisa hidup dalam kemewahan dan keangkuhan hati
lantas kita tidak terbuka hati untuk menolong sesama yang berkekurangan. Sebaliknya seperti pesan rasul Petrus, kita terpanggil untuk tetap bersaudara dalam semangat cinta Kristus sendiri.

Uskup Edwaldus dalam khotbahnya yang diinspirasi  Injil  Lukas 2:1-14 juga menyebut dua sudut pandang yang indah tentang kelahiran Yesus.

BACA JUGA :  Menhub dan Panglima TNI Tinjau Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

Pertama, sudut pandang Maria dan Yosef, yang melihat kepasrahan diri mereka sebagai bentuk keyakinan pada sebuah janji yang tidak akan pudar. Perjumpaan cinta mereka sejak awal sudah harus ditantang oleh arti kemurnian, makna kesetiaan dan dalamnya harapan yang bertahan entah hingga kapan. Berjalan bersama bermodalkan pesan malaikat, mereka pergi ke Betlehem, untuk membuktikan janji malaikat Tuhan kepada mereka.

Kedua, sudut pandang orang-orang sederhana dalam diri para gembala di padang, ketika mereka dalam kepolosan dan ketulusannya, menerima rahmat dan berkat Tuhan pada malam yang sunyi dan hening itu. Mereka tidak tahu carut marut keangkuhan istana kerajaan Herodes dan intrik keluarganya.Mereka juga tidak terlalu tahu tentang ekspansi kekuasaan Romawi yang hebat, namun mereka mengalami sungguh kerahiman dan belas kasih Allah dalam peristiwa pesan malaikat bahwa seorang juruselamat telah lahir. Pesan yang sama pun bila tersampaikan pada hati yang congkak dan penuh dengki, tidak akan membuka hati manusia itu untuk
bisa bersukacita dan meneruskan sukacita itu kepada dunia.

Cinta Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan

Uskup Edwaldus dalam khotbahnya juga menggarisbawahi peran cinta kasih Kristus yang mampu menggerakkan persaudaraan semua insan dunia. Mengawali khotbahnya, Uskup Edwaldus mengutip sepenggal pesan Natal Paus Fransiskus pada Hari Natal Tahun 2021 demikian bunyinya “Hari ini semuanya terbalik. Tuhan datang ke dunia dalam kekecilannya, pemberian-Nya. Mari kita bertanya pada diri kita sendiri dapatkah kita
menerima cara Tuhan dalam melakukan sesuatu? Inilah tantangan Natal. Tuhan mengungkapkan dirinya, tetapi kaum pria dan wanita gagal untuk mengerti. Dia menjadikan dirinya kecil di mata dunia. Sementara kita
terus mencari hibah di mata dunia, mungkin, bahkan atas namaNya. Tuhanmerendahkan diriNya saat kita berusaha menjadi hebat.”

Uskup Edwaldus dan Pastor Paroki Katedral Maumere Bergoyang Jai (2)
Beberapa frater BHK dan para guru Spater Maumere berpose bersama Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu (tengah depan) didampingi Pastor Paroki Katedral Santo Yosef Maumere RD. Yohanes Satu Ndopo(ke-2 dari kanan) dan Kasek SMPK Frater Maumere, Fr. Herman Yoseph, BHK (ke-2 dari kiri) usai perayaan misa Syukuran Natal 2021 dan Tahun Baru Bersama Spater Maumere di Aula Mardi Wiyata Maumere, Selasa (11/1/22). Foto Walburgus Abulat 

Uskup  Edwaldus bahwa inilah sepenggal pesan Paus  Fransiskus-sebuah untuk memperjuangkan kerendahan hati dalam hidup murid-murid Yesus. “Sebuah pesan yang sangat dalam tentang makna pertobatan Natal dari
kemewahan dan kebutuhan berebut gelar dan nama besar, pada sebuah jalan hidup yang hening, untuk bertumbuh sebagai pribadi yang telah dibaharui oleh kelahiran Yesus. Ada sebuah pembalikkan dari sebuah
kenyataan hidup yang mewah dan elitis, pada sebuah perjuangan untuk hidup sederhana, tulus dan solider pada orang-orang kecil dan orang-orang yang terpinggirkan dan yang tersisihkan oleh ketidakadilan dunia,” kata Uskup.

BACA JUGA :  Menko Perekonomian Airlangga Hartarto : UU Cipta Kerja Mudahkan Masyarakat Membuka Usaha Baru

Uskup Edwaldus mengakui bahwa dengan amat lantang Paus Fransiskus menantang sikap hidup orang beriman yang telah terseret arus globalisasi ketidakpedulian. “Sebuah sikap tidak peduli yang massal
dan berjamaah, tidak peduli pada situasi hidup konkret, lebih mementingkan kesenangan diri dan mempublikasikannya di tengah jeritan tangis saudara-saudari yang menjadi korban perang, korban bencana dan
korban kekejaman kejahatan dunia,” katanya.

Menurut Uskup Edwaldus, pesan natal ini menggugah setiap hati untuk membangun persaudaraan sejati dalam cinta kasih Kristus, sebagaimana ditegaskan Rasul Petrus dalam suratnya yang pertama 1:22. “Karena
kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus Ikhlas, hendaknya kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu,” katanya.

Konteks pesan ini, lanjut Uskup, adalah situasi Gereja di Asia Kecil, yang mengalami penindasan dan penganiayaan, dan pada situasi seperti ini, Petrus mengajak setiap Jemaat untuk memandang wajah Yesus
Kristus, sebagai teladan ketulusan dan kerendahan hati, serta seorang saudara dan sahabat yang telah berkurban hingga mati di kayu salib.

“Di tengah situasi kritis Gereja, Petrus mengajak jemaat untuk membangun persaudaraan sejati, dan cinta kasih Kristus-lah yang menggerakkan persaudaraan itu. Petrus tahu betapa dalam cinta Kristus yang sangat dalam sajalah, kita dapat membangun sebuah persaudaraan untuk bertahan hingga akhir sebagai orang-orang Kristen, dan jemaat di Asia Kecil terpanggil untuk bersaudara, agar terus saling menguatkan dan meneguhkan satu sama lain,” katanya.

SMPK Frater Harumkan Nama Gereja

Uskup Edwaldus pada kesempatan ini juga mengakui bahwa Kongregasi Frater BHK dengan yayasannya dikenal karena karya-karya pastoralnya di tengah masyarakat Maumere. “Salah satu  karya yang sangat mengharumkan nama Gereja adalah dunia persekolahan atau bidang pendidikan. Ada karunia dan karisma yang luar biasa, yang tidak saja karena prestasi tingkat nasional dan tingkat internasional, tetapi karena kesetiaan
pada jalan-jalan kecil yang dilaluinya, pada setiap lorong keheningan yang dimaknai pada Frater BHK dalam kerja sama dengan para guru, orang tua murid dan peserta didik,” kata Uskup.“ Kita bersukacita karena
Tuhan senantiasa lahir dalam kesetiaan para Frater sebagai orang dalam biara ini serta lahir dalam kepatuhan dan ketaatan para guru sebagai gembala awam terbaptis yang tangguh dan punya dedikasi tulus,” katanya.

BACA JUGA :  9 Kelompok Tani di NTT Dapat Bantuan Rp450 Juta
Uskup Edwaldus dan Pastor Paroki Katedral Maumere Bergoyang Jai Meriahkan Natal Bersama di SMPK Frater Maumere
Kasek SMPK Frater Maumere, Fr. Herman Yoseph, BHK (kiri) dan Fr. M. Dismas, BHK berpose dengan Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu usai usai perayaan misa Syukuran Natal 2021 dan Tahun Baru Bersama Spater Maumere di Aula Mardi Wiyata Maumere, Selasa (11/1/22). Foto Walburgus Abulat

 Terima Kasih

Kepala SMPK Frater Maumere, Fr.  Herman Yosep, BHK, S.Pd dalam sambutannya antara lain menyampaikan terima kasih kepada YM Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Pastor Paroki Katedral Santo Yosep Maumere RD. Yohanes Satu Ndopo yang berkenan hadir dan memimpin misa Natal dan Tahun Baru Bersama Keluarga Besar SMPK Frater Maumere.

Kasek Herman Yosep juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Mardi Wiyata Malang, para guru SMPK Frater Maumere, para koor, dan semua pihak yang turut menyukseskan pelaksanaan Natal dan Tahun Baru bersama SMPK Frater Maumere.“Saya dari hati yang tulus menyampaikan terima kasih atas dukungan kita semua,” kata Frater Herman Yoseph.

Meriah

Disaksikan media ini acara Natalan dan Tahun Bersama ini berlangsung meriah. Kemeriahan ditandai dengan kemasan acara liturgis yang disiapkan secara baik, dan penampilan koor SMPK Frater Maumere yang
dipimpin Ibu Maria Oktaviani.

Turut hadir dalam perayaan ini di antaranya Kasek SMAK Frateran Maumere, Fr.  Florentinus M. Nua, BHK, S.Pd., M.M; Fr. M. Dismas, BHK, beberapa frater BHK lainnya; para guru dan pegawai, serta siswa-siswi
Spater Maumere.*(Walburgus Abulat)

kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.