Uskup Edwaldus Minta Pastor Paroki Permudah Akses Difabel di Rumah Ibadat dan Fasilitas Publik di Keuskupan Maumere

217
Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Gelorakan Semangat Juang Kemerdekaan Bersatu Perangi Covid-19
Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu (kiri) dan Wartawan Pojokbebas.Com Walburgus Abulat (kanan). Foto Istimewa

 

MAUMERE, Pojokbebas.com-Keuskupan Maumere di bawah kepemimpinan Uskup Mgr. Edwaldus Martinus Sedu memiliki komitmen kuat untuk menjadikan Keuskupan itu sebagai Keuskupan Inklusi atau Keuskupan setara untuk semua umat, termasuk kaum disabilitas.

Uskup Edwaldus dalam pelbagai kesempatan, termasuk saat rapat dengan para pastor paroki dan para imam di Sea World Club Kewapante, pekan lalu meminta para pastor paroki di Keuskupan yang dipimpinnya untuk membangun fasilitas yang memudahkan akses kaum difabel di gereja dan fasilitas publik lainnya seperti pastoran, dll.“Saya minta para pastor untuk mempermudah akses kaum difabel di Gereja dan tempat publik lainnya,” pinta Uskup Edwaldus.

Uskup  Edwaldus  mendukung  sepenuhnya langkah yang dilakukan Komisi PSE Caritas Keuskupan Maumere yang selama ini concern memberdayakan para difabel.“Saya sangat mendukung terwujudknya  gereja yang aksesibel di wilayah  Keuskupan Maumere,” kata Uskup Edwaldus.

Tim PSE Caritas dan PUPR Lakukan Survei

Sementara Tim dari Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE)-Caritas Keuskupan Maumere dan Tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah, sedang, dan akan gencar melakukan survei di  sejumlah paroki/gereja untuk melakukan  pemasangan fasilitas RAM atau bidang miring untuk dilalui para difabel saat hendak ke gereja atau lembaga publik lainnya sejak tanggal 12 November 2021, hingga 26 November 2021.

Data menunjukkan bahwa tim PSE Caritas Keuskupan Maumere dengan personel Andreas Akiles, Margaretha Helena, dan Getrudis Sadipun; serta tim PUPR dengan personel Beni Ballu, Apri dan Yansen sudah melakukan survei untuk di sejumlah  paroki/gerea pada tanggal 12 November 2021.

Ada pun paroki/gereja dan tempat publik yang sudah didatangi tim gabungan itu pada 12 November 2021 untuk disurvei untuk pembangunan RAM  yakni Kantor Candraditya Maumere, Paroki Katedral Maumere,  Paroki Misir,  Paroki Santo Thomas Morus Maumere,  Gereja Sentrum,  Gereja Waioti, Paroki Bolawolon, Paroki Habi, dan Paroki Ili.

Tim gabungan ini juga telah mengagendakan untuk survei pembangunan RAM pada sejumlah paroki/gereja pada tanggal 19 November 2021 yakni Paroki Magepanda, Paroki Nangahure, Gereja Stasi Wailiti, dan Gereja Waturia.

Sedangkan, survei untuk   Paroki Nita,  Paroki Koting, Paroki Nelle, Paroki Bloro,  Paroki Tilang, Paroki Lela, Paroki Sikka, Paroki Wairpelit, Paroki Lekebai, dan paroki Mauloo akan diagendakan pada  tanggal 26 November 2021.

 Latar Belakang

Direktur PSE Caritas Keuskupan Maumere, RD Kanis Mbani dalam rilisnya menjelasan latar belakang dilakukan survei dan pembangunan RAM di sejumlah paroki/gereja dan tempat publik di Keuskupan Maumere.

Dijelaskannya, Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi –Caritas Keuskupan Maumere saat ini melalui program  rehabilitas bersumber daya masyarakat aktif melakukan kampanye dan sosialisasi  pemenuhan hak-hak disabilitas di Kabupaten Sikka. Diakuiya, pemenuhan hak-hak disabilitas  ini sebagaimana  yang diatur di dalam Undang-Undang  Nomor 8 Tahun  2016 tentang Penyandang Disabilitas .

Di dalam UU Nomor 8 Tahun  2016 ini, urainya,  ada 22  hak disabilitas yang disebutkan yakni  hak hidup, hak bebas dari stigma, hak privasi,  hak keadilan dan perlindungan hukum,  hak pendidikan; hak pekerjaan, kewirausahaan, dan koperasi; hak kesehatan, hak politik, hak keagamaan, hak keolahragaan; hak kebudayaan dan pariwisata,  hak kesejahteraan sosial,  hak aksebilitas, hak pelayanan publik, hak perlindungan dari bencana,  hak habilitasi dan rehabilitasi, hak konsensi, hak pendataan,  hak hidup secara mandiri  dan dilibatkan dalam masyaraat,  hak berpindah tempat dan kewarganegaraan; hak bebas dari tindakan diskriminasi, penelantaran, penyiksaan, dan  eksploitasi.

Saat ini di Kabupaten Sikka, lanjutnya,  pembangunan fasilitas publik yang ramah untuk disabilitas belum menjadi perhatian serius dari para pengambil kebijakan.  Ini dapat dibuktikan dengan mendatangi  kantor-kantor pemerintahan dan fasilitas publik  seperti rumah sakit, pasar,  pertokoan, hotel,  gedung atau hall untuk penyewaan. “Dari fisik bangunan sudah terlihat bahwa disabilitas ditolak di ruang  publik, belum lagi penerimaan sosial/masyarakat,” katanya.

Sebagai lembaga yang sudah bekerja  selama kurang lebih  8 tahun mendampingi  anak/orang/keluarga dengan disabilitas, lanjut RD Kanis Mbani, PSE Caritas Maumere  memandang perlu  melakukan advokasi  Hak Aksesibilitas  kepada semua pemangku kepentingan.

“Gereja sebagai salah satu institusi publik  yang berada langsung di bawah hierarki Keuskupan  harus menjadi contoh untuk yang lain.Oleh karena itu, PSE Caritas Maumere  melalui koordinasi dan komunikasi  yang intens kepada dinas pekerjaan umum  dan perumaham rakyat  membangun kerja sama kemitraan untuk mendesain dan membuat RAB. Koordinasi dan komunikasi ini  mendapat respons positif dari bidang perencanaan dan pembangunan PUPR di Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana  yang ada di BPBD Kabupaten Sikka,” katanya.

RD Kanis Mbani berharap agar keterlibatan dari semua  organisasi perangkat  daerah  untuk perlindungan dan pemenuhan hak-hak disabilitas sesuai tupoksinya masing-masing dapat terwujud. “Sebab, Pemerintah Daerah mewakili negara  yang hadir di tengah masyarakat  atau umat harus benar-benar  menunjukkan bahwa negara  benar bertanggung jawab  melindungi masyarakat atau umatnya.”

Tujuan

Staf PSE Caritas Keuskupan Maumere, Margaretha Helena menjelaskan tujuan kegiatan itu antara lain sebagai kampanye fasilitas  publik yang ramah  disabilitas, dan agar Gereja di wilayah Keuskupan Maumere  menjadi contoh  gereja Inklusi atau Gereja yang setara.

“Sementara hal yang diharapkan agar fasilitas publik  di Kabupaten Sikka  yang dibangun mulai memperhatikan  aspek aksesibilitas, dan Keuskupan Maumere menjadi keuskupan Inklusi,” katanya.* (Walburgus Abulat)

Leave A Reply

Your email address will not be published.