Uskup Maumere Minta OMK Harus Kreatif, Inovatif, dan Berani Bertolak ke Tempat yang Dalam

358
Uskup Maumere Minta OMK Harus Kreatif, Inovatif, dan Berani Bertolak ke Tempat yang Dalam
Pengurus OMK Paroki Thomas Morus dan OMK Quasi Paroki St. Gabriel Waioti berpose bersama Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu didampingi RD. Laurens Noi, RD. Quin Galmin, dan RP. Wens, MGL usai misa pelantikan di Gereja Thomas Morus Maumere, Minggu (8/5/2022). Foto Walburgus Abulat

 

MAUMERE, Pojokbebas.com – Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu atau yang akrab disapa Uskup Ewald meminta Orang Muda Katolik (OMK) untuk selalu kreatif, inovatif,optimisme, dan berani bertolak ke tempat yang dalam (Duc In Altum) dalam menjalankan tugas sebagai OMK entah di Paroki, Stasi, Lingkungan atau pun Komunitas Basis Gerejawi (KBG).

Permintaan Uskup Ewald ini disampaikannya dalam homili saat misa pelantikan 183 pelayan pastoral Orang Muda Katolik Paroki Santo Thomas Morus Maumere, dan Kuasi Paroki Santo Gabriel Waioti, serta OMK 4 stasi dan 22 lingkungan pada dua paroki ini dan dalam sambutannya di Gereja Santo Thomas Morus Maumere, Minggu (8/5/2022).

Mereka yang dilantik ini di antaranya Ketua OMK Paroki Santo Thomas Morus Maumere, Yopi Henrille dan Ketua OMK Quasi Paroki St. Gabriel Waioti Theresia Benedikta Dua Moning atau yang akbar disapa Nona Anya.

Uskup Ewald dalam homilinya saat Minggu Panggilan dan pelantikan itu menitipkan 3 pesan penting untuk pengurus OMK pada dua paroki itu.

Pertama, panggilan tidak lahír dalam hal-hal besar dan spektakuler. la lahir dalam keheningan dan bertumbuh dalam cinta dan persaudaraan, dalam hal-hal yang biasa, namun dimaknai dengan hati yang luar biasa.Kita pun diajak untuk selalu berkisah tentang keseharian kita yang biasa, panggilan hidup yang tidak lari jauh dari kearifan hidup yang sering kita jalankan. Marilah menumbuhkan panggilan itu dari dalam keluarga kita, OMK kita dan KBG serta paroki kita. Bertumbuhlah dalam kasih Allah dalam pengalaman hidup yang nyata setiap hari.

Kedua, hayatilah panggilan hidup dengan penuh iman, tanggung Jawab iman, yang kelak akan kita kembalikan kepada Allah, sebagai sumber segala berkat dan rahmat. Bagi panggilan khusus, kejujuran dan ketulusan amatlah penting untuk memaknai panggilan hidup kaum berjubah dewasa ini, atau kita tidak sedang bermain-main dengan jubah suci yang Tuhan sematkan lebih dalam di hati para imam, biarawan-biarawati dan kaum berjubah. Cinta Tuhan Juga dicurahkan dalam panggilan hidup berkeluarga di tengah hidup kita, menjadi suami dan istri yang setia, menjadi anak-anak yang tekun dan ulet. Bagi kehidupan OMK, hayatilah panggilan orang muda dengan penuh kreativitas dan kesederhanaan orang muda yang energik dan penuh vitalitas.

Ketiga, Gereja Keuskupan Maumere, kita semua hendak menjadikan karya panggilan kita sebagai karya kerasulan untuk meneguhkan dan menguatkan umat Allah yang ketiadaan harapan dan terjerumus dalam sikap putus asa dan bunuh diri. Kita hendak mengatakan, betapa tidak ada kesulitan yang tak bisa diselesaikan, dan kita hendak menyelesaikannya dalam kekuatan iman akan Kristus. Marilah kita bangkit di tengah kelesuan hidup Gereja kita, seraya membangkitkan harapan dan optimisme baru dalam Kristus. Gereja Keuskupan Maumere mengajak OMK paroki ini menjadí pilar perkembangan OMK paroki-paroki lain, dalam jejaring solidaritas serta kesatuan rasa iman betapa orang muda di Keuskupan Maumere ini mau berubah, bergerak dan berbuah seperti pesan Paus Fransiskus.
“Akhirnya, selamat merayakan hari minggu panggilan, di tengah keluarga-keluarga kita, di tengah komunitas hidup paroki dan membiara. Selamat merayakan panggilan sebagai OMK yang kreatif, inovatif dan bersaudara. Semoga Tuhan memberkati panggilan di paroki ini, dan terutama panggilan kasih OMK kita,” kata Uskup.

BACA JUGA :  Uskup Ewald Minta Imam Keuskupan Maumere Harus Jeli Hidup di Zaman yang Dikendalikan Internet dan Media Sosial
Uskup Maumere Minta OMK Harus Kreatif, Inovatif, dan Berani Bertolak ke Tempat yang Dalam
Pengurus OMK Paroki Thomas Morus dan OMK Quasi Paroki St. Gabriel Waioti dengan lilin di tangan berjanji di hadapan Uskup Maumere untuk setia menjalankan tugas sebagai OMK di Paroki saat acara pelantikan oleh Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus di Gereja Thomas Morus Maumere, Minggu (8/5/2022). Foto Florida Celvia Susana.

 

Pencarian Makna yang Tiada Henti

Sementara dalam sambutannya usai misa pelantikan, Uskup mengingatkan umat yang hadir bahwa hidup ini adalah sebuah pencaharian makna yang tiada pernah berhenti, dan kita bersyukur betapa di dalam Tuhan Yesus, kita perlahan-lahan menemukan makna hidup dalam wajah Allah yang rahim dan berbelas kasih.

“Tuhan Yesus tidak saja hadir sebagai Allah yang jauh dan akbar, tetapi juga hadir sebagai sahabat yang dekat, karib dan akrab, di dalamnya kita semakin menyadari kehadiran-Nya sebagai Gembala yang adalah jalan, kebenaran dan kehidupan. Betapa mengagumkan mengalami dicintai dan dikasihi oleh Yesus, dengannya hidup semakin dicintai dan dimaknai diri bagi pertumbuhan sebagai pemberian dan perkembangan kehidupan orang lain,” kata Uskup.

Uskup mengakui bahwa kita terpanggil untuk menjadi orang muda yang kreatif, inovatif dan bersaudara satu sama lain, di tengah dunia dengan gejolak kebingungan nalar batin pada aneka kemajuan dengan sejuta satu tawaran pilihannya.

“Kita merasa dipermudah oleh sarana teknologi dan kemajuan zaman lainnya, tetapi kita malah merasa terasing dari kehidupan dan diri kita sendiri, kita malah terbuang dari kenyataan masyarakat yang sibuk dengan dirinya sendiri dan kenikmatan penggunaan sarana ponsel pintar dan media sosialnya. Panggilan untuk menjadi sahabat seperjalanan kini membawa OMK kita ke tengah tantangan hidup baru, yakni meneguhkan dan menguatkan satu sama lain, agar masa muda dan keceriaannya sungguh mendatangkan berkat melimpah,” katanya.

Uskup Ewald pada kesempatan ini meminta OMK Paroki Thomas Morus untuk menjadi OMK yang asyik karena saling meneguhkan dan menguatkan, untuk membangun sebuah optimisme dan sukacita batin di tengah keterasingan dunia dalam segala kemajuannya.

“Teladan Paulus untuk mewartakan kebangkitan Tuhan ke segala bangsa, menjadi petunjuk betapa OMK Thomas Morus ini harus melampaui sekat-sekat budaya dan kepentingan politik, dan masuk pada persaudaraan lintas batas dengan kekuatan pada Yesus sendiri. Saya menyatakan apresiasi pada OMK Paroki ini, dan saya mendukung setiap niat dan gerakan positif dari segenap adik-adik OMK, serta mengajak anak muda, untuk bergabung dalam wadah OMK ini. saya percaya Gereja Keuskupan Maumere memiliki orang-orang muda yang punya spirit maju dan terus bangkit untuk hidup yang lebih positif dan semakin beriman,” katanya.

Uskup menyampaikan selama dan apresiasi kepada pastor moderator, pastor paroki, frater TOP dan segenap perangkat DPP, terutama Seksi Kepemudaan dan jajarannya, serta jejaring orang muda lintas agama, budaya dan lintas profesi.“Semoga Tuhan memberkati kita sekalían dan OMK semakin bertolak ke tempat yang dalam (Duc in Altum),” katanya.

BACA JUGA :  Joko Widodo:  Regulasi Berbelit Menghambat Birokrasi Melakukan Eksekusi dan Inovasi

OMK Keren

 Sementraa Pastor Paroki Santo Thomas Morus dan Pastor Quasi Paroki St. Gabriel Waioti, RD. Laurens Noi mengawali sambutannya mengajak semua OMK untuk meneriakan yel-yel OMK yakni OMK KEREN yakni Heren Hatinya, Keren Otaknya, dan Keren Tingkahnya.

Sementara dalam  sambutannya Romo Laurens antara lain menggarisbawahi pesan Paus pada Hari Minggu 21 November 2021, pada hari pemuda sedunia ke-36 yang meminta semua OMK Sedunia yang merujuk pada Kis 26:16 “Bangunlah. Aku mengangkatmu sebagai saksi dari apa yang telah kamu lihat.Orang-orang muda terkasih.Sekali lagi, saya ingin menggandeng tangan anda dan berjalan bersama anda  dalam ziarah spiritual yang mengarah pada Hari Pemuda Sedunia 2023 di Lisbon.”

Romo Laurens juga mengangkat pesan Paus Fransiskus pada tahun 2020 yang mengacu pada perikop Injil Lukas 7:14 sesaat sebelum pandemi merebak  bertema “Anak  Muda, Saya Berkata Kepadamu, bangkitlah.” “Seruan Bapa Paus adalah seruan peneguhan dan harapan bagi OMK,” kata Romo Laurens.

Romo Laurens juga mengingatkan OMK untuk senantiasa menyimak pesan Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu dalam surat Gembalanya pada Advent Tahun 2021  yang meminta OMK untuk sama-sama berperan aktif di Keuskupan kita ini. “OMK berperan aktif untuk  bersama-sama semakin bertolak ke tempat yang lebih dalam __Duc In Altum,” kata Romo Laurens mengutip pesan Uskup Ewald.

Mengakhiri sambutannya, Romo Laurens lagi-lagi mengutip pesan Paus Fransiskus  yang intinya “Agar kaum muda semuanya, tinggalkan jejak di bumi ini, jejak yang baik. Kalian harus meninggalkan jejak kalian, dan buan jejak yang diberikan orang lain pada kalian.”

“Yopi (Ketua OMK Paroki Thomas Morus), , dan Anya (Ketua OMK Quasi Paroki St. Gabriel Waioti) serta OMK semuanya tinggalkan jejak yang baik di paroki ini untuk generasi berikutnya,” pinta Romo Laurens.

Romo Laurens juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus OMK yang lama, Gusta dkk, dan profisiat bagi Yopi dan Anya dkk, serta semua OMK.“Pada hari Raya Minggu panggilan  Sedunia ini, kalian dipanggil, dipilih, dilantik dan diutus untuk bertolak ke tempat yang dalam / Duc In Altum,” kata Romo Laurens.

Uskup Maumere Minta OMK Harus Kreatif, Inovatif, dan Berani Bertolak ke Tempat yang Dalam
Grup penari Pengurus OMK Paroki Thomas Morus dan OMK Quasi Paroki St. Gabriel Waioti dengan lilin di tangan mengantar  Uskup Maumere Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus da Moderator OMK RD. Quirinus Galmin ke  Gereja Thomas Morus Maumere, Minggu (8/5/2022). Foto Walburgus Abulat

 

Orang Muda Harus Miliki 6 Kualitas

Sementara Tokoh Masyarakat yang juga Wakil Bupati Sikka Romanus Woga dalam sambutannya pada kesempatan ini antara lain meminta OMK untuk memiliki dan mengaplikasi kualitas hidup yang dimiliki OMK yakni perilaku yang  baik, memiliki visioner, memiliki kejujuran, keteguhan/komitmen, memiliki integritas,dan mengabdi dengan tulus.

BACA JUGA :  Otorita Ibu Kota Negara “Nusantara” Beroperasi Paling Lambat Akhir 2022

“Orang Muda Katolik harus memiliki semangat membara, harus mengorbankan semangat demi orang banyak. Orang muda harus saling menguatkan dan meneguhkan. Kalau OMK memiliki 6 kualitas nilai di atas yakni perilaku baik, visioner, kejujuran, keteguhan, integritas dan pengabdian tulus, maka OMK Pasthorus sangat Keren. Keren hatinya, keren otaknya, dan keren tingkahnya,” kata Romanus Woga.

Jaga Kekompakan

Sementara Moderator OMK Paroki Thomas Morus dan Kuasi Paroki Santo Gabriel Waioti RD. Quirinus Galmin dalam sambutannya saat acara resepsi syukuran di Kherubim Center Hall (KCH) Maumere antara lain mengingatkan OMK untuk terus menjaga kekompakan yang telah tercipta, memelihara terus persaudaraan dan persahabatan dengan sesama pengurus dan anggota OMK.

Romo Quin meminta 183 pengurus anggota OMK Paroki/Kuasi, Stasi dan Lingkungan  yang dilantik, dan 1.184 anggota OMK yang telah terdaftar supaya berperan  aktif  menyukseskan pesta emas Paroki pada 29 September 2022, dan kegiatan Sinode II Keuskupan Maumere  pada bulan Mei 2022 di Tingkat  Lingkungan, dan Paroki.

Terima Kasih

Ketua OMK Paroki Santo Thomas Morus, Yopi Henrille dan Ketua OMK Quasi Paroki St. Gabriel WaiotiTheresia Benedikta Dua Moning atau yang akabr disapa  Nona Anya dalam sambutanya selain menyatakan kesiapan untuk menjalankan tugas, keduanya juga meminta dukungan semua elemen paroki untuk menyukseskan tugas-tugas mereka sebagai ketua OMK.

“Kami juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Tak lupa kami memohon dukungan untuk kesuksesan tugas kami ke depannya,” kaya Yopi.

Terima kasih yang sama disampaikan Ketua Panitia Pelantikan yang juga Ketua Seksi Kepemudaan Paroki Santo Thomas Morus, Fransisco P. “Saya sebagai Ketua Panitia menyampaikan terima kasih kepada YM Bapak Uskup Maumere, Bapak Pastor Paroki, Pastor Moderator dan Pastor rekan, serta semua pengurus DPP, Stasi dan Lingkungan yang telah mengambil bagian menyukseskan acara pelantikan ini,” kata Fransisco.

Balutan Busana Adat Nusantara

 Pantauan media ini, acara misa pelantikan OMK ini sangat meriah. Kemeriahan ditandai dengan kemasan acara liturgis yang disiapkan secara baik, termasuk penampilan koor OMK yang dipimpin Nona Gusta, serta aneka tarian yang  dibawakan grup penari yang sudah disiapkan.

Yang tak kalah menariknya adalah penampilan busana OMK dalam balutan busana adat dari pelbagai daerah di NTT/nusantara. Ada OMK yang mengenakan busana adat Sikka, Ende, busana adat kain songke Manggarai Raya, kain adat Nagekeo, Ngada, Flotim, Sumba, Timor, Rote Ndao, dan busana adat nusantara lainnya.

“Kami berbeda-beda tetapi tetap satu yakni Orang Muda Katolik yang siap mengembankan tugas gereja di di mana saja,” kata Angelina Melania Tae salah seorang OMK yang mengenakan busana adat Malaka/Timor.*(Walburgus Abulat)

kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.