Wow, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal Pertama 2022 5,01 Persen

51
Tingkatkan Penerbangan Internasional, Pemerintah Dorong Sejumlah Langkah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (4/4/2022), selepas mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr.

 

JAKARTA, Pojokbebas.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2022 mencatatkan angka 5,01 persen.

Angka tersebut menurut Airlangga stabil dan hampir sama dengan pertumbuhan pada kuartal keempat tahun 2021 dan berada di atas pertumbuhan ekonomi sejumlah negara.

Hal itu dikatakan Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/5/2022) selepas Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

“Ini di atas beberapa negara lain seperti Tiongkok 4,8 (persen), Singapura 3,4 (persen), Korea 3,07 (persen), kita hanya di bawah Vietnam yang 5,03 (persen), Amerika Serikat sendiri 4,29 persen, dan Jerman 4,0 (persen),” ungkap Menko Airlangga.

Sementara, dari segi ekonomi global, tahun ini pertumbuhannya diperkirakan berkisar pada angka 3,6 sampai 4,5 persen.

Sementara itu, dari sisi inflasi, inflasi komponen bergejolak atau volatile food pada bulan April sebesar 5,48 persen, dengan harga-harga komoditi yang diatur pemerintah atau administered price di angka 4,83 persen dan inflasi inti di angka 2,6 persen. Dengan demikian, lanjut Airlangga, rata-rata inflasi di bulan April sebesar 3,47 persen, masih sesuai dengan rentang dalam APBN yaitu 3 plus minus 1 persen.

Airlangga menambahkan, dari lapangan usaha hampir semua sektor dari sisi penawaran (supply side) rata-rata positif, mulai dari pergudangan, industri, jasa, pertanian, konstruksi. Dari segi permintaan atau demand side, konsumsi rumah tangga juga positif.

“PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto) atau investasi maupun ekspor impor juga positif, sehingga tentu ini akan memberikan hal yang baik,” ucapnya.

Kenaikan pertumbuhan ekonomi juga tercermin dari meningkatnya jumlah tenaga kerja yang tercipta, baik pekerja penuh waktu maupun pekerja paruh waktu. Pekerja penuh waktu naik 4,28 juta orang menjadi 88,42 juta orang, sedangkan pekerja paruh waktu bertambah sekitar 1 juta orang menjadi 36,54 juta orang. Adapun yang setengah menganggur menurun sekitar 770 ribu orang menjadi 10,65 juta orang.*(Edit. Pb-7 / BPMI Setpres)

BACA JUGA :  POJOK NEWS - Pedagang Ayam Potong di Ps. Cileungsi dapat Dana KUR Rp.200 Juta
kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.