Bambang Soesatyo Beri Bantuan Kepada Petani dan Peternak Milenial

265

 

Bamsoet Bantu Petani Milenial
Bamsoet saat menyerahkan bantuan kepada HPPMI, di Bogor, Minggu (12/7). (Foto istimewa)

 

BOGOR, Pojokbebas.comMilenial petani dan peternak yang tergabung dalam Himpunan Petani dan Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) mendapat perhatian dari Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Gerakan Kebangsaan Bangun Solidaritas (GERAK BS), Relawan Empat Pilar MPR RI, Generasi Lintas Budaya, dan kitabisacom, Bamsoet menyalurkan bantuan kepada Himpunan Petani dan Peternak Millenial Indonesia (HPPMI). Bantuan sebesar Rp 400 juta yang dikeluarkan dari donasi warga melalui program MPR RI Peduli – Lawan Covid-19 ini akan digunakan para petani millenial untuk mengembangkan berbagai usaha pertanian dan pertanian, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kualitas hasil pertanian dan pertanian mereka.

Bamsoet dan HPPMI (7)

“Para millenial yang berani terjun di berbagai usaha pertanian dan peternakan di mana para pahlawan yang akan menjamin kedaulatan pangan Indonesia di masa depan. Mereka membawa semangat dan kesenangan baru dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan pertanian nasional. Kirim bantuan kepada HPPMI, di Bogor, Minggu (12/7).

Bamsoet dan HPPMI (6)

Turut hadir Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Ichsan Firdaus dan Robert Kardinal, Sekretaris Utama Badan Pembinaan Ideologi (BPIP) Karjono, Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Romo Benny Susetyo, Ketua Umum Yayasan Generasi Lintas Budaya Olivia Zalianty serta Ketua Umum Gerak BS Aroem Alzier. Dalam acara tersebut, Bamsoet juga melakukan Sosialisasi Empat Pilar kepada anggota HPPMI.

Bamsoet dan HPPMI (3)

Mantan Ketua DPR RI ini mendorong produk pertanian hortikultura jamur yang menjadi salah satu danalan HPPMI, dapat terus dikembangkan menjadi kebanggaan Indonesia untuk menjadi salah satu pengekspor besar jamur di dunia. Kementerian Pertanian mencatat pada periode 2018-2019, produksi jamur nasional per tahun rata-rata di kisaran 33 ribu ton. Sedangkan kebutuhan domestik mencapai 48 ribu ton.

BACA JUGA :  Kantin Wae Wuang Tangkap Rupiah Wisatawan Wae Rebo

Bamsoet dan HPPMI (2)

“Berarti masih ada selisih sekitar 15 ribu ton per tahun yang belum mampu terpenuhi dari produksi di dalam negeri. Ini adalah peluang besar bagi para pembudidaya jamur. Dibandingkan dengan pandemi Covid-19,” tambah masyarakat tentang makanan sehat seperti jamur yang pasti akan bertambah. Daripada “Hanya perlu yang penting perlu dilakukan efek pada sektor pertanian nasional, lebih baik kebutuhan jamur domestik dari produksi dalam negeri,” tutur Bamsoet.

Bamsoet dan HPPMI (1)

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, dengan semakin menambah produktifitas jamur nasional, Indonesia juga dapat membidik pasar ekspor. Di tahun 2007, Indonesia pernah masuk lima besar negara eksportir jamur terbesar dengan volume ekspor mencapai 18.000 ton ke Jerman, Rusia, AS, dan Jepang. Di tahun mendatang setelah mampu memenuhi kebutuhan domestik, peluang ekspor masih terbuka lebar.

Bamsoet dan HPPMI (8)

“Didukung para millenial yang kreatif dan energik, akan semakin membawa dunia pertanian dan peternakan kita melek teknologi informasi. Kekuatan teknologi informasi inilah yang akan membawa pertanian dan peternakan Indonesia melesat tinggi. Manfatkan teknologi informasi seperti media sosial untuk mencari informasi meningkatkan pasar. Para petani Indonesia bisa berjuang di desa, rezeki kota, dengan bisnis mendunia, “pungkas Bamsoet. (*)

kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.