Gudangkan Narkoba di Apartemen Kalibata, Wanita Ini Diringkus Polisi

677
narkoba
Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro ringkus pengedar dan bandar narkoba|Foto istimewa

 

JAKARTA, Pojokbebas.com– Masa pandemi virus corona atau Covid-19 menghentikan langkah pelaku pengedar narkoba untuk menjajakan barang haramnya. Sebut saja pelakunya bernama Tjioe In In alias Ing Ing.

Lantaran pandemi Covid-19, Ing Ing menggudangkan barangnya di Apartemen Kalibata City, Jalan Raya Kalibata, RT 09/ 04, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan selama tiga bulan terakhir akibat covid-19. Namun jejak Ing Ing terendus, karena diketahui warga penghuni apartemen. Manuver Ing Ing pun langsung dilaporkan ke aparat Kepolisian Polda Metro Jaya.

Atas laporan tersebut, Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro tak tinggal diam dan langsung menyambangi lokasi yang menjadi target. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, Ing Ing ditangkap aparat pasca gerak geriknya berhasil didalami pada Senin, 6 Juli 2020 sekitar pukul 23.00 WIB.

Kepada petugas kata Kombes Yusri, Ing Ing mengaku menyewa dua kamar apartemen yakni Unit I AA dan Unit G.02CV di Tower Gaharu. Salah satu tower tersebut untuk menyimpan barang haram yang akan diedarkan di tempat hiburan malam di Jakarta. “Karena wabah Covid-19 tempat hiburan ditutup, barang ekstasi dan happy five tesebut digudangkan atau disimpan,” ujar Kombes Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2020).

Lanjut Kombes Yusri, barang bukti yang berhasil disita antara lain 15 ribu butir ekstasi dan 5.500 butir happy five yang dikemas dalam tas koper. Setelah ditelusiri lebih lanjut kata Kombes Yusri, barang bukti tersebut diperoleh dari pelaku berinisial HMC yang saat ini masih dalam daftar pencarian orang (DPO). “Suruhan HMC (DPO). Dia digaji sebulan Rp 10 juta,” katanya.

Atas perbuatannya, Ing Ing disangkakan dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Pelaku dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun,” tegasnya.

BACA JUGA :  Dalam Sebulan, BNN Sita 87 Kg Sabu dan 400 Kg Ganja

Sementara Kanit 2 Subdit 2 Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Kompol Yoserizal Feerdinand mengatakan, hubungan Ing Ing dan HMC hanya sebagai rekan bisnis. “Hubungan bisnis. Teman saja. Sama-sama orang Medan,” katanya.

Lanjut Kompol Yoserizal, Ing Ing sendiri tidak mempunyai pekerjaan lain selain mengedar narkoba. “Sementara yang kami dapat itulah pekerjaannya. Dia tidak bekerja di tempat lain. Dia digaji Rp10 juta sebulan, selama 3 bulan 30 juta,” tukasnya. (Pb-6)

kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.