Masyarakat Sipil Mabar Surati UNESCO dan UNEP

Terkait Proyek-proyek Pemerintah yang Mengancam Ekosistem Komodo

Masyarakat Sipil Mabar Surati UNESCO dan UNEP
Masyarakat Sipil di Labuan Bajo, Flores lakukan unjuk rasa menolak rencana pemerintah membangun sarana dan prasarana (Sarpras) berkonsep “geopark” di Loh Liang Pulau Rinca|Foto dok|Pojokbebas.com

 

LABUAN BAJO, Pojokbebas.com-Masyarakat Sipil di Labuan Bajo, Flores, mengirimkan surat resmi kepada UNESCO dan UNEP terkait dengan rencana pemerintah membangun sarana dan prasarana (Sarpras) berkonsep “geopark” di Loh Liang Pulau Rinca yang dinilai mengancam ekosistem komodo.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima media ini, Kamis (10/9), perwakilan masyarakat sipil, yaitu Aloysius Suhartim Karya yang mewakili Forum Masyarakat Peduli dan Penyelamat Pariwisata (Formapp) Mabar, Gregorius Afioma dari Sunspirit for Justice and Peace-Labuan Bajo dan Akbar Alyubi dari Garda Pemuda Komodo-Kampung Komodo-Pulau Komodo menyampaikan alasan mengapa pihaknya mengirim surat ke lembaga dunia tersebut.

“UNESCO adalah badan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) yang mengurusi persoalan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan. Sedangkan UNEP mengurus persoalan Lingkungan Hidup. Surat itu dibuat atas pertimbangan bahwa dua organisasi PBB tersebut perlu mengetahui apa yang sedang terjadi, dan segera mengambil tindakan sesuai dengan wewenang mereka,” demikian pernyataan mereka dalam rilis yang diterima Pojokbebas.com.

BACA JUGA:
Pemda Mabar Kenakan Pajak 45 Persen pada Usaha Spa, Pengusaha Nilai Keliru
Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More