Natalia, Prajurit TNI AU asal Maumere dan Wanita Pertama Akan Terjun di Nangaroro

3.154

 

prajurit
Serma Chrismawati Natalia, Prajurit TNI AU asal Maumere dan wanita pertama akan terjun di Nangroro|Foto istimewa

 

NAGEKEO, Pojokbebas.com-Serma Chrismawati Natalia merupakan wanita pertama asal Maumere dan NTT yang akan terjun payung di Nangaroro, Kabupaten Nagekeo dan Ende dalam even tahunan milik TNI AU bernama “Pelangi Nusantara 2020” Nusa Tenggara Timur pada awal Agustus tahun ini.

Tahun lalu, 2019, even tersebut diselenggarakan di Manado, Propinsi Sulawesi Utara. Tujuan even tersebut dibuat yakni mendekatkan TNI AU dengan warga dan membangkitkan spirit cinta NKRI yakni Bela Negara dan mengembangkan potensi Wisata Dirgantara di daerah bersama TNI AU dan Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI) di mana KASAU sebagai Ketua Umum PB FASI.

TNI AU menunjuk Koordinator Putera Daerah “Pelangi Nusantara 2020” NTT sekaligus Penasihat adalah Marsekal Pertama TNI Embu Agapitus, asal Mundemi, Nagekeo dan alumnus SMA Syuradikara Ende. Embu Agapitus kini menjabat sebagai Kepala Staf Komando Garnisun Tetap II Bandung membawahi propinsi Jawa Barat dan Banten.

Natalia, demikian sapaannya adalah tentara wanita TNI AU atau disingkat Wara (Wanita Udara), akan menciptakan sejarah di bumi Flores. Bersama rekan peterjunnya, mereka akan mendarat di Lapangan Pancasila, Ende, kota di mana Ir Soekarno menemukan lima butir Pancasila saat dibuang oleh Belanda tahun 1934-1938.

Hari yang sama, Natalia bersama tim akan mendarat di Lapangan Nangaroro, kabupaten Nagekeo. Jarak tempuh ke Nangaroro sekitar 45 menit dari Kota Ende ke arah Barat dengan menggunakan mini bus.

Robert Eppe Dando, Koordinator Daerah Nagekeo “Pelangi Nusantara 2020” NTT mengatakan, aksi terjun payung wanita kelahiran Ujung Pandang 26 Desember 1983 itu akan menjadi daya tarik bagi milenial Flores, agar mereka mencintai olahraga dirgantara dan kelak bisa bergabung menjadi prajurit TNI AU.

BACA JUGA :  Kapolda NTT, Irjen Pol. Drs. Hamidin: Sinergitas Polri-TNI Penting untuk Menjaga Keutuhan NKRI di Wilayah Perbatasan

“Ia sudah mengantongi 850 kali terjun payung free fall. Kini, Natalia berdinas di Bandung dan menetap di Mess Wara Dewi Sartika Karang Setra, Bandung,” kata Robert dalam rilis yang diterima media ini, Rabut (15/7).

Warga Maumere, Sikka tentu mengenal orangtua anak kedua dari 4 bersaudara itu. Ayahnya bernama Adjutor dan ibunya Maria Mariani yang menetap di Jalan Gajah Mada, Maumere. Prestasi Serma Natalia, lanjut Robert, pernah menjalankan dinas luar negeri yakni bergabung dalam Satgas PBB UNAMDI Darfur 35B Sudan pada 2016-2017. “Selamat datang di Nangaroro, Nagekeo dan Ende, Flores”. (Pb-6)

kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.