Pimpin Golkar Manggarai, Yoakim Siapkan Formasi 4-3-3

792
Yoakim Yohanes Jehati

Yoakim Yohanes Jehati terpilih sebagai Ketua DPD II Golkar Manggarai untuk periode 2020/2025 pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-10 Partai Golkar Kabupaten Manggarai yang berlangsung di Aula Efata Ruteng, Rabu (29/07)|Foto istimewa

 

MUSYAWARAH Daerah (Musda) ke-10 Partai Golkar Kabupaten Manggarai yang berlangsung di Aula Efata Ruteng, Rabu (29/07) lalu telah memilih Yoakim Yohanes Jehati sebagai Ketua DPD II Golkar Manggarai untuk periode 2020/2025. Pemilihan tersebut berlangsung secara aklamasi. Artinya, secara mufakat tanpa proses pemungutan suara sebagaimana lazimnya, Yoakim dipilih menahkodai Golkar Kabupaten Manggarai menggatikan Simprosa R. Gandut.

Proses mufakat yang berlangsung lancar sesuai tema Musda “Kita Satu untuk Indonesia” itu dibuka oleh Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi NTT Emanuel Milkiades Lakalena. Dalam sambutannya, Melki -begitu biasa disapa- menyampaikan pesan Ketua Umum Golkar agar semua kader Golkar menjalankan proses Musda dengan aman, damai, dan lancar.

“Untuk Musda kali ini, sesuai perintah partai, hanya musyawarah mufakat dan tidak boleh ada pemilihan. Itu perintah Ketua Umum. Kalau misalnya di Manggarai ada musyawarah dan mufakat yah kita lanjutkan, tapi kalau masing-masing calon bersih keras untuk maju, mau tidak mau kita pending Musdanya,” ungkap Melki dalam sambutannya.

Menarik bahwa Melki tidak menjelaskan detil kenapa pemilihan ketua DPD dilakukan secara mufakat. Bahkan disampaikan kepada kader agar tidak perlu disebarluaskan dinamika yang terjadi dalam tubuh Partai Golkar. Melki menekankan pentingnya persaudaraan dan kebesamaan dalam mencapai tujuan. Kompetisi yang hanya terjadi sekali, jangan sampai merusak kebersamaan. “Sampai mati kita akan menjaga tali persaudaraan dan kebersamaan yang sudah lama kita bangun,” tegasnya.

Meski tidak diuangkapkan alasan pemilihan secara aklamasi, publik menangkap esensi persoalan dan apa yang mau digapai Golkar baik di tingkat nasional pun lokal. Dari apa yang disampaian Fransiskus Sarong sebagai yang DPD I Partai Golkar, tampak bahwa persoalan krusial harus diselesaikan jika Golkar ingin kembali menjadi yang terdepan baik di Manggarai, NTT pun nasonal umumnya.

BACA JUGA :  Kisruh Vaksin Nusantara, Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Lakalena Nilai BPOM Main Politik

“Proses yang alot dan lelah itu akan ada tugas besar untuk lakukan pemulihan Partai Golkar di Kabupaten Manggarai. Pa Yoakim harus bisa memahami berbagai proses ini, pulihkan hubungan antar-kader. Urusan keuangan itu harus sungguh menjadi perhatian dalam mengelolah Partai Golkar ke depan,” kata Frans dalam sambutan menutup Musda.

Fakta Partai Golkar

Bila dikaitkan dengan fakta, Golkar di Manggarai khususnya dan NTT, bahkan hingga ke tingkat Nasional umumnya, mengalami penurunan. Di tingkat nasional, Golkar digeser posisinya oleh PDIP dan Gerindra pada Pemilu 2019 lalu. Di tingkat lokal provinsi yaitu NTT, PDIP mengantongi suara terbanyak dengan total 353.440 suara pada Pemilu 2019. Golkar meraih posisi kedua dengan total 349.726 suara yang dibayang-bayangi pendatang baru NasDem dengan total 308.820 suara.

Lalu, di Kabupaten Manggarai, Golkar mulai direbut basisnya oleh Partai Amanat Nasional (PAN) yang tidak ada dalam hitungan sebelumnya. Pada Pemilu 2019, bersama NasDem dan PAN, Golkar meraih 5 kursi di DPRD. Namun, yang berhak memegang palu ketua DPRD adalah PAN.

Menghadapi fakta ini Yoakim yang terpilih secara mufakat, kata Frans, bukan karena diarahkan oleh siapa-siapa. Namun itu karena Yoakim dinilai salah satu kader terbaik di Partai Golkar. “Yang dipertimbangkan betul adalah sinkronisasi kepentingan tingkat atas dan tingkat bawah,” ujar Frans.

Yoakim Yohanes Jehati

Yoakim Yohanes Jehati terpilih sebagai Ketua DPD II Golkar Manggarai untuk periode 2020/2025 pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-10 Partai Golkar Kabupaten Manggarai yang berlangsung di Aula Efata Ruteng, Rabu (29/07)|Foto istimewa

 

Tantangan lain

Rupanya sosok Yoakim dianggap cukup tepat untuk membenahi Golkar di tingkat kabupaten, membenahi hubungan internal, menata kantong uang dan memperbaiki hubungan vertikal atas bawah partai. Namun sejatinya, tantangan tidak hanya itu saja.

Dalam wawancara lewat WhatsApp dengan Ketua DPD Golkar Yoakim, Pojokbebas.com mengakui keterpilihanya bukan satu kebetulan. Juga itu bukan suatu kecelakaan. Keterpilihan itu lebih karena pada diri anak muda itu ada energi dan kecerdasan. Energi dan kecerdasan ada dalam diri anggota DPRD dua periode itu. Namun, di depan dia terbentang tantangan besar.

BACA JUGA :  Uniknya Jaket G20 Jokowi, Banyak Slogan dan Simbol yang Sarat Makna

Sebab Golkar yang dipimpinnya adalah Golkar yang menorehkan sejarah. Golkar yang menyejarah. Sebagai partai nasional pengusung ideologi Pancasila, Golkar kini memasuki momen krusial ujian historik. Ideologi Pancasila kini berada di era, di mana intoleransi dan radikalisme tumbuh berkelindan. Sisi lain, kaum milenial melihat Pancasila sebagai ‘barang ronsokan’. Ini tantangan besar bagi Yoakim, bagaimana menghadirkan Pancasila ke tengah kaum muda milenial.

Skema 40-30-30

Mengembalikan kejayaan Golkar sambil menguatkan ideologi Pancasila di kalangan kaum muda, rupanya sudah dipikirkan Yoakim jauh sebelumnya. Untuk menggolkan tujuan tersebut, mantan guru ini sudah merancang formasi dalam kepengurusannya. Formasi itu disebutnya formasi 40-30-30. Artinya 40% kuota kepengurusan dipercayakan kepada kaum muda, 30% kaum mudi dan 30% ditempati para senior.

Seperti formasi 4-3-3 dalam sepak bola, fomasi ini menjanjikan untuk mencetak gol banyak dengan mengandalkan serangan sayap. Namun formasi ini membutuhkan energi prima dan kecerdasan menerobos jantung pertahanan lawan untuk menyambut umpan silang sayap. Energi dan kecerdasan kaum muda rupanya menjadi filosofi Yoakim untuk mencapai kemenangan Golkar.

“Pada level Partai Golkar Manggarai, khususnya dalam masa awal kepengurusan, kami terus mencoba menghimpun kekuatan kaum muda sebagai satu kekuatan politik yang memiliki posisi penting untuk membangun kesadaran kolektif tentang perjalanan bangsa ini dari waktu ke waktu, teristimewa situasi dan kondisi bangsa yang akhir-akhir ini dimanfaatkan oleh segelintir orang bahkan kaum muda berperan dalam gerakan radikalisme dan intoleransi agama”.

Konkritnya, menurut politisi kelahiran tahun 1981 ini, dirinya akan mengerahkan segala potensi yang ada untuk menghimpun kekuatan pada level kaum muda Manggarai untuk bergabung dan samakan persepsi tentang masalah radikalisme dan intoleransi. “Kami akan memprioritaskan kaum muda dalam komposisi kepengurusan kami pada lima tahun ke depan. Persentasenya adalah 40% pemuda, 30% pemudi dan 30% para senior, yang datangnya dari berbagai lintas agama, suku dan ras. Begitupun output dari organisasi kemahasiswaan seperti kelompok Cipayung,” katanya.

BACA JUGA :  PPK Komcab dan Anak Cabang se-Jakarta Barat Periode 2021-2024 Dilantik, Berharap Pro Bono Publico Terwujud

Langkah ini akan disusul dengan konsolidasi kekuatan mulai dari tingkat bawah. “Saya sudah menandatangani pakta integritas untuk menuntaskan konsolidasi organisasi sampai desa dan kelurahan, penguatan kapasitas kader dan wajib memenangi pilkada Manggarai pada 9 Desember 2020 mendatang. Kami percaya, dengan kekuatan dan kerja keras dan kerja bersama para kader dan pengurus, kami mampu memenangi setiap hajatan pemilu di manggarai,” bebernya. (Pb-6)

kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.