Terdampak Covid-19: Presiden Joko Widodo Memberikan Bantuan Modal Darurat Kerja Kepada Pelaku Usaha Kecil

254

 

Ket. Gambar | Presiden menyampaikan bantuan kepada para pedagang kecil | Dok. Sekretariat Negara

 

Jakarta, Pojokbebas.com. Bertempat di Istana Merdeka, Senin (13/07), presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan modal kerja darurat sebesar Rp. 2,4 juta kepada 30 orang pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak pandemi Covid-19.

Pada kesempatan itu, Presiden menyampaikan bahwa dalam beberapa waktu ke depan, bantuan serupa juga akan diberikan kepada lebih banyak lagi pelaku usaha kecil yang perekomomiannya menjadi terpuruk karena Covid-19.

Presiden Joko Widodo juga menyampaikan bahwa ia sangat memahami dan mengetahui apa yang dialami oleh para pedagang kecil pada masa pandemic Covid-19 ini. Banyak  usaha para pedagang kecil yang terpuruk, usahanya menjadi bangkrut dan pendapatannya berkurang.

“Saya tahu dengan kondisi pandemi Covid-19 ini usaha Bapak, Ibu sekalian tidak seperti keadaan normal yang lalu. Ada yang omzetnya jatuh lebih dari 50 persen, ada yang keuntungannya biasanya 200 menjadi hanya 50. Saya tahu, saya tahu,” kata Presiden sembari berbincang dengan puluhan pedagang kecil penerima bantuan.

Ket. Gambar | Para peserta penerima bantuan modal kerja | Dok. Sekretariat Negara

 

Kepala Negara melanjutkan, Saya tahu kondisi ini sangat berat, tetapi saya juga ingin Bapak/Ibu tetap bekerja keras dalam berusaha di bidang masing-masing. Tidak usah turun semangatnya, harus tambah semangatnya. Kondisi ini memang harus kita hadapi,” ujarnya sebagaimana disiarkan dalam kanal youtube Sekretariat Presiden yang disiarkan Senin (13/07).

Kepala negara mengharapkan agar kondisi seperti ini dihadapi dengan penuh semangat dan kerja keras. Sehingga bantuan modal kerja ini dapat membuat usaha-usaha mikro dan kecil Kembali begerak dan berkembang.

Mendapat bantuan tersebut para penerima merasa terbantukan. Agus Irawan, Pedagang Ayam Bakar merasa kaget saat mengetahui dirinya mendapat bantuan pemerintah. Ia menuturkan bahwa sebelum pandemik omzet dalam seminggu mencapai  Rp.1.000.000 sd Rp.2.000.000. Namun setelah adanya Covid-19, pendapatan turun drastis hampir 70 %. Lalu keadaan ini terus memburuk justru setelah PSBB di cabut, sehari hanya mendapat Rp. 100.000 sampai Rp 200.000.

BACA JUGA :  Jokowi akan Bagikan BLT Minyak Goreng

Pengalaman keterpurukan yang sama juga dikisahkan oleh Priahken Tarigan. Pedagang Sembako tersebut menuturukan, “sebelum pandemic covid-19 pemasukan lumayan baik, namun saat covid-19, seperti yang dikatakan Bapak Presiden, turun sampai setengahnya”.

Hal yang sama juga dialami oleh Nita. Ia mengisahkan, “Covid-19 membawa pengaruh yang besar bagi usahanya. Sebelum Covid, “pendapatan kita cukup luman sehari sekitar Rp. 500.000 – 600.000 kita dapat. Namun setelah Covid pendapatan terus menurun”, katanya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut ialah Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono (pb-5).

kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.