Erich Fromm: Ciri Manusia yang Cinta pada Kematian dan Kehidupan

574
Ket. Foto|Wikipedia.org

 

Jakarta, Pojokbebas.com. Perilaku atau tindakan manusia dapat dikategorikan pada dua orientasi yakni cinta pada kematian dan kehidupan. Erich From dalam bukunya yang berjudul, The Heart of Man (1964) mendeskripsikan ciri-ciri manusia berdasarkan  dua orientasi tersebut.

Pertama, manusia yang cinta pada kematian atau nekrofilis. Erich From yang lahir pada 23 Maret 1900 di Frankfurt am Main Germany, menulis  orang yang orientasi tindakannya pada kematian cenderung tertarik pada hal-hal yang tidak hidup atau semua yang mati. Mereka menjadi hidup bila berbicara tentang semua hal yang merusak.

Kepuasan terdalam mereka adalah menyaksikan kehancuran, dan  bahkan merasa bangga karenanya.  Menurut Fromm, para nekrofilis merawat ingantan masa lalu mereka, dan merasa terus hidup di masa lalu. Mereka tidak berorientasi pada masa depan. Perasaan mereka sentimental.

Setiap orang yang mencintai kematian, pasti mencintai kekuatan, tegas Fromm. Bagi para nekrofilis pencapain terbesar manusia bukanlah untuk memberikan kehidupan, melainkan untuk menghacurkannya. Penggunaan kekuatan untuk untuk mengatasi masalah dianggap sebagai jalan hidupnya.

Dalam bidang politik dan kekuasaan, Adolf Hitler adalah contoh yang paling nyata untuk menggambarkan orang yang cinta pada kematian. Ia bahagia melihat begitu banyak pertumbahan darah.

Nekrofilia, adalah sifat yang melawan kehidupan. Oleh karena itu, ia berbahaya, dan mengerikan bila dibandingkan dengan orientasi kehidupan manusia yang lainnya. Nekrofilia adalah penyimpangan sejati. Bukan kehidupan, melainkan kematianlah yang dicintainya, dan bukan pertumbuhan, tetapi kerusakan, terang From yang dijuluki beragam keahlian tersebut.

Kedua, Kebalikan dari nekrofilia adalah biofilia. Para biofilis mencintai kehidupan. Hal ini terlihat pada seluruh proses jasmani, emosi, dan pikiran-pikirannya. Fromm yang memiliki minat utama pada studi-studi humanism, teori sosial dan Marxisme itu, menjelaskan bahwa orang yang memiliki orientasi biofilis akan selalu menyukai pertumbuhan, atau semua hal yang menghidupkan.

BACA JUGA :  Laudya Chintya Bella Berusaha Tegar Pasca Umumkan Perceraiannya dengan Engku Emran

Orientasi biofilis, jelas Fromm, dapat dilihat dalam semua mahluk hidup disekitar kita; pada rumput-rumput yang berjuang menembus bebatuan untuk mendapatkan cahaya, dalam diri para binatang yang bertarung untuk menyelamatkan diri, dan dalam diri seseorang yang mau melakukan apa saja untuk melestarikan kehidupannya.

Biofilia dapat ditemukan dalam orientasi tindakan yang produktif. Ia lebih suka membangun, dari pada menahan, ia juga lebih mencintai petualangan dalam hidup, ia melihat keseluruhan, bukan bagian-bagian tertentu saja. Ia ingin dibentuk dan dipengaruhi oleh cinta, rasio dan teladan, bukan paksaan. Ia menikmati hidupnya dan seluruh pengejawantahannya, bahkan bukan hanya kebahagiaan belaka.

Para biofilis memiliki batasan etika tentang kebaikan dan kejahatan dengan sangat jelas. Kebaikan adalah semua yang berbakti kepada kehidupan, sedangkan kejahatan adalah semua yang berbakti pada kematian. Kebaikan adalah penghormatan kepada kehidupan, serta pada semua hal yang memberi nilai tambah bagi kehidupan, dan pertumbuhan.

Kebajikan para bifilis, tulis Fromm, adalah bukan sebuah tindakan pemaksaan pada dirinya sendiri untuk melakukan kebaikan dan menahan diri untuk melakukan kejahatan. Kebajikan seorang biofilis sebaliknya semata-mata didorong oleh ketertarikannya pada kehidupan dan kegembiraan.

Upaya moralnya termuat dalam penguatan rasa cinta pada hidup. Untuk hal ini, jelas Fromm, orang biofilis tidak akan tenggelam pada perasaaan menyesal dan perasaan bersalah yang pada akhirnya menimbulkan kesedihan dan kebencian pada diri sendiri. Ia selalu mawas, dan cepat berpaling pada kehidupan dan berupaya melakukan kebaikan.

Tujuan hidup seorang biofilis adalah untuk membiarkan diri tertarik oleh segala yang hidup dan untuk memisahkan diri dari segala yang mati dan mekanistis. Nekrofilis murni adalah orang yang tidak waras, lalu seorang biofilis murni adalah seorang santo, atau orang kudus.

BACA JUGA :  Bulan Madu di Labuan Bajo, Dinda Hauw dan Rey Datangi Goa Rangko Boleng

Dalam diri setiap orang selalu mengandung dua sisi orientasi ini, tergantung orientasi mana yang paling dominan, nekrofiliskah atau biofilis?

Silahkan anda bercermin diri. Nekrofilis atau biofiliskan anda? Semoga dengan bercermin diri, anda dapat mengatasi gejala nekrofilis, dan memupuk semangat biofilis pada diri. Semoga (pb-5).

kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.