Butuh ”Meja Sakti” dalam Keluarga untuk Sekolah dan Masyarakat

Yosep Bala Makin (Penulis Bekerja di Mbojo-Bima NTB)

Keluhan demi keluhan terdengar sangat nyaring dan tidak pernah berhenti mengenai sikap dan perilaku, tutur kata dan perangai anak baik di sekolah, di keluarga, maupun di masyarakat. Masyarakat berdiskusi sangat alot tentang pendidikan karakter anak zaman ini.

Orang tua di rumah (keluarga) berbicara tentang anaknya dan mengeluh soal karakter anak yang terkesan kasar dan tidak mau mendengarkan orang tua. Apalagi yang namanya nasihat. Begitu mudahnya orang tua mempersalahkan pihak sekolah sebagai yang tidak berhasil membentuk karakter anak yang baik dan sopan.

Di sekolah, guru-guru mengeluh soal karakter anak yang demikian kasar terhadap teman-temannya bahkan terhadap gurunya. Guru atau pihak sekolah mempersalahkan orang tuanya di rumah karena kurangnya pendidikan dasar dari keluarga.

Demikian pula masyarakat mengeluh soal tingkah laku anak yang ugal-ugalan dan tidak aktif dalam urusan kegiatan kemasyarakatan. Orang tua dan guru disalahkan oleh masyarakat.

”Itu karena orang tuanya tidak mendidiknya. Itu karena guru tidak mendidik anak-anaknya di sekolah. Sekolah tidak serius menangani anak-anak yang bermasalah sehingga merambat ke anak-anak lain,”  keluh masyarakat dan mempersalahkan orang tua di rumah dan guru di sekolah.

BACA JUGA:
Lima Pilar Foundation: Jangan Harapkan Literasi yang Baik di Tengah Kemiskinan
Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More