Presiden Joko Widodo Meminta Jajarannya Melakukan Sosialisasi Gerakan Nasional Disiplin Protokol Kesehatan

243
Ket. Foto | Ratas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, Istana Merdeka,13 Juli 2020 | Dok. Sekretariat Presiden

 

Jakarta, Pojokbebas.com. Jumlah orang yang positif terjangkin Covid-19 secara statistic terus meningkat. Merespon gejala ini, Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk bergerak cepat. Permintaan ini di sampaikan Joko Widodo dalam Ratas Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19, di Istana Merdeka, (13/07).

Presiden Joko Widodo dalam kesempatan itu kembali mengingatkan jajarannya untuk lebih massif lagi dalam 3T; yakni testing, tracing, dan treatment, terutama pada 8 provinsi yaitu Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatra Utara, Papua dan Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyinggung soal diperlukannya pengendalian wilayah perbatasan dan perjalanan serta transportasi antarwilayah untuk mencegah mobilitas dan penyebaran yang lebih lanjut.

“Pengendalian wilayah perbatasan dan perjalanan serta transportasi lintas wilayah betul-betul harus kita jadikan perhatian lagi karena _imported cases_ dari luar negeri juga kita lihat meningkat,” imbuhnya, sebagaimana yang disiarkan lewat kanal youtub Sekretariat Presiden.

Selain itu, Presiden juga memandang perlu untuk terus meningkatkan sosialisasi Gerakan Nasional Disiplin Protokol Kesehatan seperti mengenakan masker, menjaga jarak aman dan sering mencuci tangan.

Penegasan Joko Widodo tersebut disebabkan oleh sebuah survey yang menyatakan bahwa sekitar 70 % warga beraktivitas tanpa mengenakan masker. Terkait hal ini, Presiden meminta sosialisasi dan pengawasan yang lebih ketat lagi.

Presiden mengatakan “Saya ingin mobilisasi di TNI, Polri relawan, ormas, hingga tokoh di kampus semua bergerak ikut mengampanyekan ini sekaligus melakukan pengawasannya,” tegasnya.

Namun, meskipun pengawasan terus dilakukan secara ketat dan masif, Presiden tetap menghimbau jajarannya untuk melakukannya secara persuasive, komunikatif, dan partisipatif, mengajak serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap pentingnya disiplin menerapkan protocol kesehatan di masa pandemic ini, tegas Presiden (pb-5)

BACA JUGA :  Jokowi Pilih Nama Ibu Kota Negara Baru yaitu Nusantara
kominfo iklan

Leave A Reply

Your email address will not be published.