Seminari Tinggi Ritapiret dalam Serpihan 28 Tahun Memori Gempa Tektonik 12 Desember 1992

Oleh Walburgus Abulat, S.Fil (Wartawan Matanews.net)

Seminari Tinggi Ritapiret dalam Serpihan 28 Tahun Memori Gempa Tektonik 12 Desember 1992
Ekonom Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret, RD Patrik Dharsam J. Guru, Drs., MA (kiri) dan Penulis Walburgus Abulat (kanan) berpose di depan Patung Santo Yohanes Paulus II di Kampus Seminari Tinggi Ritapiret, Sabtu 12 Desember 2020. (Foto: Rosalia Nartin Abulat)

 

Kampus Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret yang terletak di Kecamatan Nita, Kabupaten Sikkka atau 10 kilometer arah barat Kota Maumere, pada Sabtu 12 Desember 2020 tampak asri. Di
halaman Kapela Agung tumbuh aneka pepohonan seperti mangga, pinang, gelodok, pucuk merah, pohon cemara, serta aneka bunga seperti bogenvile, dan aneka bunga yang memberikan kesejukan di tengah terik
matahari di siang itu.

Tampak di  bagian timur depan Kapela Agung berdiri kokoh Patung Santo Yohanes  Paulus II yang didirikan untuk mengenang momen bersejarah di mana Pemimpin Tertinggi Umat Katolik Sedunia itu pernah mengunjungi Kabupaten Sikka dan menginap semalam di Seminari Tinggi Ritapiret pada 11-12 Oktober 1989.

BACA JUGA:
Hannah Arendt: Menilai Tindakan Politik dan Pencaharian Makna
Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More