TA ON DUC ME

TA ON DUC ME
Poya Hobamatan | foto istimewa

Di ujung ziarah, ketika duduk menimbang dua pekan perjalanan bersama Maria, aku teringat Pulau Galang, sebuah pulau kecil berjarak 50 km dari Batam, yang harus ditempuh melintasi lima jembatan panjang. Pernah dalam memoriku,aku menulis begini:

Pagi itu, bola merah berdiri di kaki langit. Seuntai senyum merekah di bibir horizon. Laut menggeliat penuh nafsu, ingin meraih senyum yang menggoda. Saat mata memandang ke bawah, bening laut memantul panorama, membuat Galang berdandan pesona, penuh mistik, berdaya magis. Dan bibir spontan berseru oh Ta On Duc Me, di ujung jembatan antara Rempang dan Galang”.

Syair tanpa lagu ini spontan muncul di suatu pagi, tatkala dari Jembatan Lima memandang Galang, dalam cuaca cerah tanpa sapuan awan, yang terpantul oleh beningnya laut biru, sehingga pernak-pernik kisah tentang pengungsi Vietnam spontan mucul. Sebab di sana, sebidang tanah mengukir kisah; kisah tentang cinta, kisah tentang kemanusiaan, kisah tentang iman.

BACA JUGA:
Apa yang Membuat Kita Tetap Sehat dan Bahagia Saat Kita Menjalani Kehidupan?
Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More